Logo JawaPos

Pembangunan Kapal Selam Scorpene Capai 25 Persen, Fase 1 Ditargetkan Rampung 2030

Sabik Aji Taufan11 Mei 2023, 14.09 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (5/4/2023).

JawaPos.com - PT PAL Indonesia (Persero) bersama Naval Group tengah membangun kapal selam Scorpene. Sampai dengan saat ini, pembangunan sudah mencapai 25 persen atau fase pertama.

"Roadmap ada fase 1 sampai ke fase ke-4. Dan fase ke-4 sendiri kami bisa total sampai 2045, itu sampai kita bisa mengekspor semuanya. Dari memproduksi semua di lokal dan perjalanan kita memang program ini kita menyelesaikan baru fase 1," kata SEVP Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/5).
 
Bintoro mengatakan, pembangunan kapal selam setidaknya membutuhkan waktu 6 tahun. Sedangkan PT PAL memutuskan menambah waktu 1 tahun untuk proses evaluasi.
 
"Jadi, tiap fase sendiri kan 2023 sampai 2030. Fasenya 7 tahunan. Karena rata-rata bangun kapal selam butuh 6 tahun. Makanya satu tahun untuk evaluasi. Jadi, target kita tujuh tahunan," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Bintoro mengatakan, Scorpene untuk Indonesia akan berbeda dari Scorpene yang diproduksi Naval Group bersama Malaysia, Brasil, atau India. Menurutnya, dalam menjalin kerja sama, setiap negara memberikan persyaratan khusus.
 
"Oleh karena itu, kami membangun kapal selam berdasarkan kondisi di Indonesia. Kami mempertimbangkan air laut, suhu, Angkatan Laut kami, dan lain-lain. Mohon dimengerti bahwa ini khusus untuk Indonesia, jadi tidak akan sama," jelasnya.
 
Di tempat yang sama, VP Sales India and Asia Pacific Naval Group, Nicolas De La Villemarqué mengatakan, pihaknya menawarkan kapal selam terbaik, dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap negara. Kerahasiaan teknologi kapal selam ini juga sangat dijaga oleh Naval Group. 
 
"Konfigurasi kapal ini sangatlah rahasia karena kita membicarakan tentang kedaulatan Indonesia dan kebutuhan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut," ucapnya.
 
Diketahui, Pemerintah akan mendatangkan tambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut dari Prancis. Seusai menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen belanja alutsista dari Prancis dengan jumlah yang cukup signifikan.
 
"Untuk multirole combat aircraft, kita rencananya mengakuisisi 42 pesawat Rafale," katanya di kantor Kementerian Pertahanan kemarin (10/2).
 
Bukan hanya pesawat tempur. Indonesia juga berniat menambah kapal selam dari Prancis.
 
"Kami telah menandatangani MoU kerja sama di bidang research and development tentang kapal selam antara PT PAL dan Naval Group dari Prancis," terang Prabowo.
 
MoU tersebut, lanjut dia, mengarah pada rencana pembelian kapal selam Scorpene. Total Kemenhan sudah mengincar dua unit kapal selam buatan Prancis itu untuk memperkuat TNI-AL. Rencana pengadaan tersebut juga dilengkapi dengan suku cadang yang dibutuhkan untuk operasional kapal selam.
 
 
EDITOR: Estu Suryowati
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore