JawaPos.com - Profesi Masinis Kereta Api ternyata tak pernah sepi peminat. Meskipun ada saja kecelakaan kereta di negeri ini, yang pali terbaru dan viral baru-baru ini kecelakaan Kereta Api Brantas dengan Truk Tronton di Semarang, Kamis, (19/7).
Keberadaan masinis di Indonesia langsung di bawah PT KAI. Sebuah perusahaan BUMN yang saat ini dipimpinan Erick Thohir. Sebagai perusahaan penyelenggara jasa angkutan transportasi, lintas kota dan provinsi, keberadaan kereta api masih sangat vital dan selalu dibutuhkan.
Begitupun dengan profesi yang terkait di dalamnya. Bahkan, setiap posisi karyawan PT KAI yang sedang dibutuhkan pasti akan jadi sasaran banyak pelamar. Khusunya untuk posisi Masinis.
Disamping itu, untuk menjadi seorang Masinis ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para pelamar agar dapat menjadi pengemudi kereta yang benar. Kurang lebih selama tiga bulan para pelamar akan mengikuti proses seleksi secara ketat bersama puluhan ribu peserta lainnya.
Baca Juga: Daop 8 Surabaya Ikut Pantau Kondisi dan Dampak Kecelakaan Kereta Api Brantas Jakarta - Blitar
Tahapan seleksi rekruitmen tersebut akan diselenggarakan langsung oleh PT KAI. Adapun tahapan seleksi yang harus dilalui oleh setiap pelamar diantaranya berupa seleksi administrasi, tes kesehatan awal, psikotes, wawancara, hingga tes kesehatan akhir.
Menariknya, untuk profesi yang berkaitan dengan operasional perjalanan kereta api, seperti Masinis, Kondektur, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) beserta jajarannya, harus memiliki standar kesehatan yang baik, serta punya standar penilaian psikotes yang berbeda apabila dibandingkan dengan posisi yang lainnya.
Joni Martinus selaku Vice President Public Relations PT KAI, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan dan mental para pekerja sangat diperhitungkan. Karena nantinya kedua hal tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar bagi pekerjaan. Maka penting melakukan tes pada kesehatan hingga kejiwaan para pelamar.
"Tentunya cek kesehatan pada pelamar tersebut dilakukan guna perusahaan bisa mendapat karyawan dengan kondisi kesehatan yang baik, hal ini juga tentunya akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Karna SDM perusahaan merupakan investasi terbaik," jelas Joni Martinus.
Selain itu, ketika para pelamar telah dinyatakan lolos dalam mengikuti setiap tahapan seleksi, pelamar belum dapat langsung beroperasi sebagai Masinis. Nantinya para calon Masinis akan menjalani masa pelatihan selama kurang lebih tiga bulan.
Masa pelatihan ini terdiri atas Program Orientasi Kerja dan Basic Development Program (BDP) bermitra bersama dengan TNI guna memperkenalkan pengetahuan dasar seputar KAI dan untuk melatih kedisiplinan para calon pekerja.
Setelah itu, calon pekerja akan menjalani evaluasi guna mengangkat sebagai pekerja tetap. Namun, sebelumnya juga akan kembali dilakukan cek kesehatan. Baik mental serta fisik calon pekerja. Semua hal tersebut wajib dilalui oleh semua calon pekerja yang telah dinyatakan lolos tahapan seleksi.
Perjalanan panjang calon Masinis tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya para calon pekerja akan memasuki masa Diklat atau pendidikan yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo Yogyakarta. Pelatihan tersebut disebut sebagai Diklat tingkat pertama.
Apabila telah lolos pada Diklat pertama, maka para calon Masinis akan kembali melakukan pelatihan mengenai uji teknis pengoperasian sarana kereta api hingga uji pemahaman lintas. Setelah itu akan dilanjutkan dengan Praktik Pengoperasian Lokomotif atau Kereta Rel Diesel (KRD) di bengkel perbaikan hingga perawatan Depo KAI yang akan didampingi langsung oleh Petugas sarana.
Selain itu, Calon Masinis juga akan praktik langsung mengenai praktik lansir menggunakan sarana penggerak non listrik dengan didampingi oleh instruktur masinis. Proses praktik tersebut akan dilalui oleh para calon Masinis selama kurang lebih empat bulan.
Selanjutnya setelah para calon Masinis dinyatakan lulus dalam tahapan praktik, mereka akan menjalani Ujian sertifikasi awak sarana perkeretaapian pertama yang dilaksanakan langsung oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Apabila berhasil dinyatakan lolos, maka akan diangkat sebagai Asisten Masinis. Pada dasarnya mereka belum bisa menjadi Masinis mandiri.
Dalam tahapan menjadi Asisten Masinis inilah mereka akan belajar lebih lagi bagaimana menjadi Masinis yang baik. Hingga mereka harus menempuh masa kerja kurang lebih dua ribu jam kerja atau selama satu tahun masa kerja sampai bisa ditetapkan sebagai Masinis.
Selanjutnya para calon Masinis akan menjalani masa Uji Sertifikasi Awak Perkeretaapian Muda. Di tahapan ini seluruh calon Masinis dituntut untuk makin cakap dalam mengemudikan kereta api. Sehingga ketika lolos nanti akan dapat dipastikan lulus menjadi Masinis bukan sebagai Asisten lagi.
Apabila dilihat dari kecakapannya, para masinis memiliki beberapa tingkat diantaranya, ada awak perkeretaapian tingkat pertama, muda, hingga Madya. Tiap Sertifikasi kecakapan awal tersebut memiliki masa berlaku hingga empat tahun. Tergantung dilihat dari masing-masing posisi jabatannya.
Selain itu, para Masinis juga dituntut disiplin dalam melakukan persiapan pra dinas. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya Masinis dan asisten diwajibkan mengisi daftar hadir, selain itu Masinis juga melalui beberapa tes guna memastikan bahwa Masinis yang akan turun dinas benar dalam kondisi yang baik sebelum melakukan perjalanan.
Pengecekan kondisi masinis beserta asistennya meliputi cek kesehatan, baik itu dengan mengukur suhu badan, pengecekan aman dari konsumsi alkohol serta obat-obatan, asesmen singkat pengecekan mengenai kondisi lokomotif, hingga pada penerapan SOP yang sesuai.
Apabila seluruh pengecekan telah dinyatakan aman, maka dari unit kesehatan akan memberikan surat keterangan sehat kepada Masinis beserta Asistennya. Surat keterangan sehat tersebut juga termasuk kedalam salah satu penyelia kelengkapan dinas.
Sedangkan diantaranya yaitu tanda kecakapan, arloji, suling mulut, senter, dan telepon genggam harus dalam keadaan non aktif selama perjalanan dinas. Apabila semua persyaratan tersebut telah dilengkapi maka Penyelia akan memberikan surat perjalanan dinas.
Selain itu, Masinis juga akan menerima tabel kereta api dan melakukan pengecekan lokomotif dengan meyakinkan indikator lokomotif dalam keadaan aman sebelum dan selama perjalanan.
Apabila terdapat keadaan darurat seperti gangguan cuaca, kecelakaan atau insiden di luar jalur, Masinis harus dapat mengambil keputusan mengenai tindakan apa yang harus diambil demi menjaga keamanan penumpang hingga seluruh personel kereta. Selain itu, Masinis juga harus melaporkan mengenai kejadian apa saja yang terjadi dalam kondisi darurat tersebut kepada pihak berwenang denga tetap mengikuti prosedur yang telah ditentukan.
Faktanya, untuk bisa menjadi seorang Masinis sangatlah memerlukan kredibilitas serta tanggung jawab yang amat tinggi dalam pekerjaan. Oleh karena itu PT KAI secara disiplin dan rutin memberikan pelatihan serta pembinaan kepada para Masinis. Tidak hanya itu pembinaan juga diberikan kepada keluarga Masinis. Khusunya bagi para Isteri. Agar para Isteri dan juga keluarga bisa memahami dan menghormati tugas serta tanggung jawab yang diemban oleh seorang Masinis.
Disamping itu PT KAI juga tidak berhenti memberikan perhatiannya kepada seluruh karyawannya. Setiap tahun PT KAI secara rutin melaksanakan program medical check up yakni pemeriksaan kesehatan secara mendalam. Dengan begini perusahaan dapat mengetahui kondisi kesehatan setiap karyawannya. Sehingga nantinya perusahaan juga dapat memberikan suatu tugas yang menyesuaikan dengan kondisi setiap karyawannya.
Menurut Joni dalam pemaparannya, Profesi seorang Masinis, bukan lah sekedar nama atau profesi saja. Baginya Masinis sangat berperan besar dalam menjaga setiap perjalanan terasa aman dan nyaman. Besar tanggung jawab mereka dalam memberikan pelayanan perjalanan terbaik bagi setiap penumpangnya.