← Beranda

Indeks Literasi Digital Masyarakat Indonesia Baru Mendekati Baik

Estu SuryowatiJumat, 21 Januari 2022 | 05.34 WIB
Foto: Literasi Digital Nasional Fair resmi jadi ajang puncak rangkaian GLND Kemenkominfo. (Istimewa).
JawaPos.com - Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pemerintah akan terus mengawal tingkat literasi digital masyarakat. Hal itu dilakukan guna mengimbangi perkembangan teknologi yang bergerak dinamis.

"Kita ingin terus mempercepat dan mengawal terus tingkat literasi digital masyarakat, mengimbangi dengan perkembangan teknologi digital yang cepat dan makin strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini," kata Semuel dalam peluncuran Indeks Literasi Digital 2021 di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (20/1).

Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengukuran indeks literasi digital. Hal itu menjadi penting karena selain untuk mengetahui status literasi digital di Indonesia juga untuk memastikan upaya peningkatan literasi digital masyarakat agar tepat sasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Panel Ahli Katadata Insight Center Mulya Amri mengatakan, tahun ini indeks literasi digital Indonesia berada pada skor 3,49 atau pada tahap sedang dan mendekati baik. Angka tersebut membaik jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini adalah upaya untuk terus memastikan Indonesia memiliki alat ukur yang ajeg dan kini kita sudah punya roadmap atau peta jalan yang bisa dijadikan acuan baik dalam pengkuran maupun upaya peningkatan literasi," kata Mulya.

Mulya menjabarkan, pengukuran indeks literasi digital 2021 dilakukan melalui survei tatap muka kepada 10.000 responden dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Responden adalah pengguna internet berusia 13-70 tahun.

Mulya mengungkapkan, berdasarkan hasil survei, aaat ini responden masih banyak yang belum mampu melindungi dirinya di dunia maya. "Kami menemukan misalnya, masih banyak yang tidak menyadari bahaya dari mengunggah data pribadi," ucapnya.

Selain mengukur indeks literasi, survei tersebut juga menganalisis perilaku pengguna internet di Indonesia, misalnya dalam penanganan berita bohong. Pada tahun 2020 lalu, ternyata masyarakat Indonesia mencari kebenaran informasi dari keluarga, teman, bahkan tetangga.

Namun, pada 2021, masyarakat kini mulai mengandalkan mesin pencarian untuk mencari kebenaran dari berita bohong tersebut. Analisis terhadap hasil indeks itu juga menemukan diperlukan upaya peningkatan literasi terhadap kelompok perempuan, kelompok berpendapatan rendah, serta kelompok dengan pendidikan rendah, dan kelompok yang berumur lebih tua.
EDITOR: Estu Suryowati