JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Jawa Timur, Abdussalam Shohib mengkritik langkah pemuda NU yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Seharusnya, pelapor mendalami lebih dulu fakta sesungguhnya.
"Itu, tindakan emosional yang jauh dari karakter mandiri untuk bisa memahami dan bersikap secara elegan. Sebaliknya, apa yang dilakukan Pandji Pragiwaksono dalam Mens Rea Stand Up Comedy yang dilaporkan Rizki, tidak lebih dari mengungkap keganjilan dari praktek berdemokrasi, berpolitik dan bernegara di Indonesia," kata Gus Salam, Jumat (9/1).
Salam menilai, Pandji menyampaikan lawakan dengan ekspresi bernuansa kritik. Terkait menyinggungnya NU memperoleh konsensi tambang, nyatanya hal itu memang benar.
"Diperbincangkan dan cenderung jadi lelucon Nahdliyyin di banyak tempat, setelah diungkap Pak Prabowo saat kandidat Capres 2024," imbuhnya.
Eks Wakil Ketua PWNU Jawa Timur mengungkapkan, di kalangan arus bawah masyarakat memang didapati pemikiran bahwa NU terlibat politik. Pemikiran ini kerap menjadi perdebatan di kalangan internal maupun eksternal NU.
"Indikatornya jelas terlihat dan teramati oleh masyarakat sepanjang 2023-2024; baik jelang, saat dan pasca hajatan Pilres 2024," ujar Gus Salam.
Oleh karena itu, langkah tergesa-gesa melaporkan Pandji ke polisi dianggap kurang tepat. Seharusnya dilakukan uji fakta terlebih dahulu.
"Karenanya bagi saya, materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dalam lawakan tunggal Mens Rea adalah materi yang mewakili pikiran kritis banyak kalangan; mengungkap fakta ganjil, bukan fitnah dari praktek bernegara," tegasnya.