← Beranda

Gubernur KDM Minta Jajaran Jabar di Bawahnya Koordinir Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Sumatera

Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 1 Desember 2025 | 23.51 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan mengenai polemik dana mengendap di Bandung, Rabu (22/10/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh jajarannya, mulai dari kepala desa hingga wali kota, untuk segera mengoordinasikan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Langkah ini ditegaskan pria yang akrab disapa KDM itu karena besarnya dampak bencana dan urgensi pemenuhan kebutuhan dasar korban.

“Musibah yang dialami saudara kita di Sumatera adalah derita yang kita alami juga. Kita adalah saudara, satu tubuh, satu jiwa,” ujar KDM dalam Instagram, Senin (1/12).

KDM meminta para kepala desa, camat, bupati, dan wali kota di seluruh Jawa Barat menginisiasi beragam kegiatan kemanusiaan untuk mendukung kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Seluruh upaya tersebut diminta terkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Para kepala desa, camat, bupati, dan wali kota dipersilakan menginisiasi kegiatan kemanusiaan dan mengkoordinasikannya dengan Pemprov Jabar,” tegasnya.

Ia memastikan distribusi bantuan dari Jawa Barat akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Pemprov disebut sudah menyiapkan berbagai kebutuhan yang mendesak untuk para korban bencana.

“Dalam minggu ini, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mendistribusikan berbagai bantuan yang dibutuhkan,” ucapnya.

KDM kemudian mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk ikut berempati dan bergerak membantu. Ia menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan menjadi kunci meringankan beban para korban di Sumatera.

“Mari kita bersatu padu, bergandengan tangan, meringankan beban sesama,” tutupnya.

Sebelumnya, bencana alam banjir dan longsor di beberapa daerah di Sumatra menyebabkan dampak yang sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan di daerah yang terdampak.

Dari laporan akhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada minggu (30/11/25) mencatatkan 442 orang meninggal dunia, sementara 402 orang lainnya masih belum ditemukan.

Angka tersebut merupakan angka pembaruan setelah tim penyelamat menjangkau lebih jauh daerah yang belum terlindungi akibat kerusakan akses jalan dan cuaca buruk.
Dari beberapa daerah di Sumatra berikut penjelasannya:

Sumatra Utara, daerah ini menjadi daerah paling parah akibat bencana alam banjir dan longsor.

Berdasarkan laporan BNPB, 217 orang meninggal dunia dan 209 orang masih dicari.

Peningkatan jumlah orang ini karena banyaknya laporan keluarga yang belum menemukan anggota keluarganya di posko-posko pengungsian.

Sumatra Barat, bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatra barat ini menewaskan 129 orang, dan 118 orang masih belum ditemukan.

Selain itu juga, sekitar 77 ribu penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kota padang dan pesisir Selatan menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, di susul dengan kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman.

Aceh, juga melaporkan jumlah korban yang signifikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan 96 warga meinggal dunia dan masi sekitar 75 lainnya masi dalam pencarian.

Korban ini tersebar di sekitar 11 Kabupaten/kota. Daerah ini termasuk Aceh Tengah, Bireun, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Nagan Raya.

Dengan medan yang ekstrim dan daerah yang banyak perbukitan membuat proses pencarian korban di aceh cukup lambat.

BNPB menegaskan bahwasannya data terakhir yang sampaikan ini masi dapat berubah.

EDITOR: Bintang Pradewo