← Beranda

Kereta MRT Diuji dengan Kecepatan Tinggi, 100 Kilometer Per Jam

Erna MartiyantiSelasa, 11 September 2018 | 15.28 WIB
Rangkaian kereta MRT Jakarta.

JawaPos.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sedang melakukan pengujian System Acceptance Test (SAT) terhadap rangkaian kereta. Kali ini pengujian dilakukan dengan kecepatan tinggi yakni 100 kilometer per jam.


Direktur Operasional PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan sebelumnya pengujian atau Testing dan Commissioning dilakukan dengan kecepatan rendah yakni 25 kilometer per jam. Dari pengujian yang dilakukan sejak 9 Agustus 2018 lalu, Agung mengklaim berjalan lancar.


"Sesuai jadwal kereta MRT dilakukan pengujian dengan kecepatan tinggi, yakni 100 kilometer per jam di jalur layang dan 80 kilometer per jam di bawah tanah," kata Agung, Selasa (11/9).


Dia menambahkan selama Testing dan Commissioning dilakukan, seluruh sistem persinyalan, rel, struktur, kereta dan lainnya akan diperhatikan secara detail. Semua ini dilaksanakan untuk memastikan kereta dan seluruh sistem pendukung aman saat operasional MRT Jakarta nanti.


"Jadi SAT di jalur utama (dengan kereta), komponen yang diuji itu persinyalan, track, telekomunikasi dan Overhead Contact System atau Listrik Aliran Atas," tambah dia.


Agung mengatakan pengujian kereta kali ini belum dilakukan sepenuhnya. Menurutnya uji coba sepenuhnya akan dilakukan mulai akhir Desember 2018. "Full trial run akan dilakukan mulai akhir Desember 2018 menuju operasi komersial pada Maret 2019," kata dia.


Dalam tes uji pergerakan kereta, Agung mengatakan menggunakan rangkaian kereta pertama di jalur utama dan dilanjutkan uji pergerakan kereta untuk seluruh rangkaian kereta di jalur utama. Uji coba operasi sistem secara terintegrasi oleh kontraktor, termasuk tes berhenti di platform tiap stasiun, integrasi antara sinyal, platform screen door stasiun dan kereta.

"Dalam pengoperasiannya kelak, kereta MRT Jakarta menggunakan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) yang dikendalikan dari ruangan Operation Control Center (OCC) Lebak Bulus," jelas Agung.


"Tetapi keberadaan masinis tetap diperlukan untuk fungsi yang minimalis, yaitu menutup pintu kereta dan mengoperasikan dalam kondisi darurat," imbuhnnya.


Agung mengungkapkan kelebihan sistem persinyalan yang salah satunya memberikan pengaturan rentang waktu dengan antar kereta dengan tingkat akurasi yang tinggi. Seluruh pengujian SAT dilakukan untuk memastikan aspek teknis, keamanan, kenyaman, dan keandalan sistem.

EDITOR: Erna Martiyanti