← Beranda

PJ Gubernur Jatim Tinjau Wilayah Terdampak Banjir Bangkalan, Normalisasi DAS Segera Dijalankan

Achmad AsroriKamis, 14 Maret 2024 | 13.25 WIB
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Kauman, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Rabu (13/3/2024). ANTARA/ HO-Pemprov Jatim

JawaPos.com - Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi terkini di Desa Kauman, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, yang menjadi salah satu lokasi terdampak banjir.

Berdasarkan pantauan ANTARA, pada Rabu (13/3), PJ Gubernur Jatim tersebut juga turut memberikan bantuan langsung berupa nasi bungkus kepada para korban banjir.

Banjir yang melanda wilayah Blega Bangkalan ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur pada hari Selasa (12/3), menyebabkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Blega.

Adhy Karyono mengungkapkan rencananya untuk segera melakukan normalisasi DAS Blega, mempertimbangkan karakteristik khusus dari sungai tersebut. Langkah ini akan segera dijalankan oleh Dinas PU SDA Provinsi Jatim.

“Kami akan segera melakukan normalisasi DAS Blega karena ada kekhususan untuk tipe sungainya. Ada pecahan sungai, lalu menyatu lagi. Nah ini akan segera dinormalisasi oleh Dinas PU SDA Provinsi Jatim,” ujarnya

Turut mendampingi kunjungan Penjabat Gubernur adalah Penjabat Bupati Bangkalan, Arief M Edie, serta beberapa pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

Mereka bersama-sama meninjau pemukiman warga yang masih tergenang banjir, bahkan mencapai ketinggian selutut orang dewasa.

Adhy Karyono menekankan bahwa evakuasi telah dilakukan terutama bagi masyarakat yang rentan seperti lansia.

Ia juga menegaskan agar mereka tidak kembali ke rumahnya sampai air benar-benar surut, mempertimbangkan prakiraan cuaca yang masih tinggi dan kemungkinan hujan dalam beberapa hari ke depan.

“Sebab saat ini, curah hujan masih tinggi dan diperkirakan masih akan hujan dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Beliau juga memastikan bahwa kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak banjir, termasuk kebutuhan selama bulan Ramadhan, akan terpenuhi.

“Pompa sudah on semua termasuk banjir yang ada di Pasuruan dan Mojokerto. Ini kita sudah siapkan mesin pompa air dengan kapasitas 250 liter per detik. Masih baru dan fresh, dari Pasuruan kita pindahkan ke sini sampai nanti surut. Kalau hujan dan tergenang lagi, tetap kita standby-kan di sini,” ucapnya.

Selain itu, langkah pengalihan genangan air menggunakan mobil pompa di wilayah Blega serta penyediaan dapur umum di SMA Negeri 1 Blega juga dijamin.

“Baik sahur dan buka puasa, atau bagi yang tidak berpuasa, jika di tengah-tengah ada yang membutuhkan, kita pastikan tercukupi. Kalau memang bisa dan memungkinkan, bisa langsung datang ke dapur umum di SMA Negeri 1 Blega,” katanya.

Selain meninjau, Adhy Karyono juga aktif memberikan bantuan secara langsung. Kunjungannya ke dapur umum di SMA Negeri 1 Blega Bangkalan juga diisi dengan penyerahan bantuan logistik kepada Penjabat Bupati Bangkalan.

Data dari BPBD Jatim menunjukkan adanya penurunan genangan air di dua kecamatan, meskipun beberapa wilayah masih mengalami pemadaman listrik.

Dampak dari banjir ini juga mencakup 1.602 kepala keluarga serta 3 unit fasilitas umum seperti Kantor Kecamatan, Balai Desa, dan tempat ibadah.

Namun, langkah-langkah penanganan darurat BPBD Jatim terus dilakukan, termasuk pendirian Pos Pengungsian dan dapur umum di SMAN 1 Blega Bangkalan.

Di samping itu, setelah meninjau keadaan di Kecamatan Blega, Adhy Karyono juga memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah Sa'idiyah di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi ponpes yang juga terdampak banjir, yang mengakibatkan proses belajar mengajar bagi 1.350 santri harus dihentikan karena genangan air mencapai ketinggian hingga 30 hingga 100 cm.

EDITOR: Hanny Suwindari