← Beranda

Bupati Kediri Telah Meresmikan Pasar Wates, Melarang Pedagang untuk Melakukan Jual Beli Kios

Ahmad Riffi Al HakimSelasa, 30 Januari 2024 | 18.25 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menantangani prasasti peresmian Pasar Wates pada Senin (29/1) kemarin. / Radar Kediri

JawaPos.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana telah meresmikan Pasar Wates pada Senin (29/1) kemarin.

Setelah Pasar Wates ini beroperasi pihak Dinas Perdagangan (Disdag) memberikan larangan supaya para pedagang tidak melakukan jual beli kios dan los.

Jika aturan mengenai jual beli kios dan los ini dilanggar pihak Pemkab Kediri akan mendaftar hitamkan mereka.

Melansir Radar Kediri (Jawa Pos Group) peresmian Pasar Wates ini dilakukan pada Senin (29/1) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Peresmian Pasar Wates tidak hanya dihadiri oleh Bupati Kediri saja ada juga Sekda M. Solikin dan sejumlah pejabat yang mengikuti pemotongan tumpeng.

Kemudian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan penandatanganan di prasasti peresmian Pasar Wates.

Setelah melakukan peresmian, Dhito melakukan sarapan di salah satu warung pedagang di Pasar Wates.

“Ini (Pasar Wates, Red) bukti kolaborasi yang bagus pusat dan daerah,” Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dikutip Radar Kediri (Jawa Pos Group).

Ini tidak lepas dari anggaran dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) selama dua tahun berturut-turut yakni Rp 8 miliar pada tahun 2022 dan 2023.

Dengan total Rp 16 miliar dari pemerintah pusat ini berhasil mengubah kondisi dari Pasar Wates. Pasar tradisional ini yang terkesan dengan kumuh saat ini menjadi pasar tematik dengan terlihat banyak seni dan budaya.

Pasar Wates ini juga sudah menggunakan teknologi dalam pelayanannya dan Bupati Kediri mengungkapkan supaya para pedagang bisa merawat pasar tersebut.

Baca Juga: Fakta Menarik Pemilik Golongan Darah A, Simak Penjelasannya

“Saya minta pedagang ikut merawat pasar. Jangan buang sampah sembarangan,” kata Hanindhito Himawan Pramana.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Tutik Purwaningsih mengatakan bahwa pada Senin (29/1) kemarin ini hanya peresmian saja.

Untuk operasional akan dilakukan setelah pengundian kepada para pedagang yakni pada Senin (5/2), jika ini berjalan dengan lancar maka mereka bisa menempati di awal Februari.

“Kami beri batas maksimal yaitu minggu ke tiga di bulan Maret,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Tutik Purwaningsih.

Pasar Wates ini terdiri dari 55 kios dan 548 los yang akan ditempati oleh 486 pedagang.

Perihal jumlah lapak yang lebih banyak dari pedagang. Pihak Tutik Purwaningsih mengungkapkan bahwa ada pedagang yang memiliki lapak lebih dari satu namun, tetap ini ada batasnya yakni tidak boleh dari empat pedagang.

“Jika ketahuan (punya lebih dari empat lapak, Red), pemkab akan mengambil alih,” ucap Tutik Purwaningsih.

Pihak Pemkab Kediri sudah memberikan lampu kuning supaya para pedagang tidak melakukan jual beli kios dan los. Jika ketahuan pihak Pemkab Kediri akan memberikan sanksi berupa mendaftar hitamkan pedagang.

“Kami akan mem-blacklist nama pedagang itu,” katanya.

Tutik mengatakan bahwa pihak Pemkab Kediri akan membuka pasar dengan tiga sif. Hal ini dilakukan supaya pedagang bisa berjualan.

Pedagang yang sudah terdata yakni ada 486. Namun, masih ada sekitar 100 pedagang yang belum masuk kedalam daftar. Karenanya mereka merupakan pedagang yang baru saja mendaftar pada beberapa bulan terakhir.

“Tapi untuk rencana itu masih kami matangkan. Jika tidak bisa pedagang itu (sekitar 100 pedagang baru, Red) akan menempati TPPS,” ucapnya.

EDITOR: Hanny Suwindari