← Beranda

Terjadi Lagi Pengeroyokan Aggota TNI Kepada Pengendara Sepeda Motor Knalpot Brong di Manado

Muhammad Irfan HabibiSabtu, 6 Januari 2024 | 17.55 WIB
Screenshot ricuh di depan Kodam XIII/Merdeka, Teling, Manado, Sulut. Dipicu oleh ulah oknum pengiring yang memakai motor knalpot brong dan dipengaruhi miras. (Manado Post)

 

JawaPos.com – Sebuah video berdurasi 50 detik menampilkan sekelompok anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bentrok dengan para pengendara sepeda motor knalpot brong di depan Gapura Kodam XIII Merdeka, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/1).

Dalam video yang diunggah di X oleh akun @MurtadhaOne1 tersebut tampak seorang dari para pengendara menggeber motornya dan dikeroyok oleh sekelompok anggota TNI usai menggeber.

Mengutip dari Manado Post (Jawa Pos Group), para pengendara sepeda motor brong tersebut merupakan rombongan pengiring jenazah.

Selain itu, beberapa oknum pengiring jenazah yang menggeber knalpotnya mabuk.

“Suasana di depan kantor Kodam XIII Merdeka, Jalan Teling Atas, Manado sempat ramai sore tadi sekitar pukul 15.30 WITA,” ucap Kapendam XIII Merdeka, Kolonel Kav Mujahidin, Sabtu (6/1).

Ia mengatakan keramaian bermula saat iring-iringan jenazah yang menimbulkan kegaduhan akibat knalpot brong dan kemacetan sehingga memicu emosi masyarakat setempat dan menyebabkan bentrok kecil antar warga.

“Bermula rombongan pengiring Jenazah pukul 14.00 Wita mulai berangkat dari rumah duka menggunakan ambulance yang diikuti oleh pelayat dan pengiring menggunakan roda dua mengarah ke TPU Teling Atas dan didampingi oleh Babinsa dan Babinkamtibmas,” katanya.

Babinsa dan Babinkamtibmas pun mengimbau kepada iring-iringan jenazah untuk tertib dan tidak membuat kegaduhan.

“Pukul 15.30 WITA, pada saat rombongan pelayat melewati Pintu 2 Makodam, Babinsa kembali mengingatkan kepada rombongan pengantar jenazah bahwa jangan membuat kegaduhan, namun tidak terima karena sebagian besar pengiring dalam pengaruh minuman keras,” ucap Mujahidin.

Iring-iringan jenazah tersebut malah melakukan kebisingan dengan menggeber sepeda motor knalpot brong yang membuat masyarakat setempat terganggu dan spontan turun ke jalan dan menghadang rombongan sehingga berujung bentrok.

Anggota TNI Kodam XIII Merdeka yang mengetahui kejadian tersebut pun keluar dengan tujuan melerai.

Namun, mendapatkan provokasi dari beberapa orang dari rombongan pengiring jenazah.

“Namun akhirnya situasi dapat dikendalikan dan ditenangkan oleh anggota Makodam XIII/Merdeka dan rombongan jenazah melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Peristiwa ini pun masih terus dikumpulkan informasi oleh Kodam XIII Merdeka.

Sebelumnya, pengeroyokan Anggota TNI terhadap pengendara sepeda motor brong juga terjadi di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12).

Peristiwa tersebut berawal dari anggota Kompi B yang sedang bermain voli mendengar suara bising rombongan pengendara sepeda motor knalpot brong pukul 11.19 WIB.

"Beberapa saat kemudian melintas lagi dua orang pengendara sepeda motor (knalpot brong) yang sedang memain-mainkan Gas sepeda motornya, lalu dihentikan dan ditegur oleh anggota selanjutnya terjadi cekcok mulut hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota," ucap Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Inf Richard Harison.

EDITOR: Hanny Suwindari