JawaPos.com - Sepertinya Kabupaten Kediri tengah berusaha meningkatkan branding daerahnya. Akhir-akhir ini berbagai acara besar diadakan di kabupaten yang dijuluki Bumi Panjalu itu. Salah satunya adalah festival.
Dikutip dari Antara, Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tengah berupaya meningkatkan potensi kain batik daerahnya dengan menggelar peragaan busana batik. Pagelaran itu bertajuk 'Kediri Fashion Batik Festival 2023', yang disingkat KFBF.
Tutik Purwaningsih, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Kediri, mengungkapkan pagelaran besar itu merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri, Dekranasda, Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah kabupaten.
"Pembatik asal Kabupaten Kediri ini luar biasa, secara riil antara 200-250 orang. Kami ingin mengangkat potensi itu, pembatik bisa berkreasi sesuai dengan potensinya masing-masing," kata Tutik pada Sabtu (11/11) dikutip Antara.
Sebetulnya, ada banyak motif batik di Kabupaten Kediri. Namun, masih dua motif yang dipatenkan, yakni motif gringsing dan lidah api.
Kini, telah lahir motif-motif baru dan kekinian yang menonjolkan ciri khas Kabupaten Kediri. Misalnya, ada motif buah-buahan seperti buah nanas dan mangga serta motif-motif baru lainnya.
Tutik juga melanjutkan Kediri Fashion Batik Festival merupakan gabungan antara dua konsep dengan dua makna dan tujuan.
Harapannya, konsep ini dapat menjadi penyemangat IKM dan UKM dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui kreativitas kearifan lokal Kabupaten Kediri.
Ditambah, dunia fashion terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.
Pihaknya juga melihat suatu potensi besar dengan ini memberikan terus pembinaan dari berbagai lini yang salah satunya adalah memproduksi produk – produk yang memiliki nilai ekonomi yang baik.
“Potensi batik luar biasa, coraknya juga macam-macam. Batik setiap saat bisa dibuat dengan corak beragam. Dalam kegiatan ini ditampilkan pakaian kerja, yang bisa menjadi inspirasi untuk baju kantor dan lainnya,” ujarnya dikutip Antara.
Dalam Kediri Fashion Batik Festival ini, mengambil tema 'Padma Anindya Kadhiri'. Sebagai sebuah kerajaan terbesar di abad ke – 17, Kediri meninggalkan banyak artefak dan sejarahnya kini menjadi cermin untuk Kabupaten Kediri Kembali Berjaya.
Padma Anindya Kadhiri memiliki sebuah arti mengenai kemegahan dan keindahan bunga Teratai dari Kediri.
Teratai dalam kisah Sejarah agama Hindu dan Budha adalah sebagai singgasana para dewa dan titisan dewa yang baik.
Selain itu, Teratai yang selalu mekar di pagi hari hingga menjelang siang adalah sebuah keindahan yang pancarannya sama seperti matahari yang menyegarkan.
Padma atau Teratai menjadi sebuah inspirasi bagi para IKM dan UKM untuk membuat karya batik dan produk unggulan lainnya sebagai simbol Kabupaten Kediri siap untuk Go Internasional melalui produk seni budaya dan kreativitasnya.
Kegiatan Kediri Fashion Batik Festival 2023 itu melibatkan 11 pembatik, tujuh desainer lokal Kabupaten Kediri, serta 18 orang pembuat aksesoris.
Mereka semua memperlihatkan kebolehan dalam berkarya. Selain baju, juga menampilkan aksesoris serta baju karnaval. Acara tersebut digelar di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.