Jawapos.com - Seorang perempuan di Bali alami kekerasan oleh seorang oknum driver ojek online. Kekerasan tersebut diketahui terjadi pada sore hari, di Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali.
Kekerasan ini terjadi, diduga karena driver ojek online emosi, lantaran korban tak menanggapi saat diajak berbicara selama di perjalanan. Kejadian ini bermula saat driver ojek online tersebut bertanya dan mengajak ngobrol korban di perjalanan.
Korban yang mengaku tidak mendengar itu pun tidak menjawab pertanyaan yang diajukan driver ojol tersebut. Akibatnya, driver ojol ini mulai sewot dan membentak-bentak korban saat memberitahukan jalan menuju rumahnya.
Baca Juga: Samator Santai Hadapi BIN Pasundan
Menurut penuturan korban, driver tersebut tiba-tiba menghentikan motornya di tengah perjalanan, dan menyuruhnya untuk turun. Korban yang kebingungan pun bertanya pada driver ojol. Namun, driver tersebut malah membentak dan mengancam korban.
Korban yang pasrah dan ketakutan pun berinisiatif untuk membayar driver tersebut dan pergi. Driver ojol yang sudah tersulut emosi tersebut menolak tawaran itu dan melakukan kekerasan anarkis pada korban, dengan menonjok kepala, muka, pelipis, dan badan korban.
Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami luka lecet pada pelipis dan hidung sebelah kiri, luka robek dan bengkak pada bibir atas bagian dalam, luka memar pada punggung tangan sebelah kanan, serta sakit dan nyeri pada bagian kepala, punggung, dan perut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp 11.000 Jadi Rp 1.111.000 Per Gram
Diketahui, korban sudah melakukan visum dan melaporkan kejadian ini pada polisi pada Senin (6/11/2023) di Polres Badung, Bali. Menanggapi kasus ini, Aplikasi penyedia layanan ojek online tersebut meminta maaf pada korban dan akan melakukan proses investigasi lebih lanjut.
Ia menyampaikan tidak akan menoleransi perbuatan tersebut karena sangat merugikan customer dan juga mitra driver lainnya.