JawaPos.com–Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Batik memiliki kekhasan setiap daerah.
Banyak yang sudah mendengar batik Jogja, Solo, dan Pekalongan. Batik-batik dari Jawa Tengah.
Jawa Timur punya kekhasan batik. Termasuk Kediri. Seperti motif yang terinspirasi dari Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Dengan menggoreskan kain dengan tinta batik yang membentuk monument tersebut, menjadi selembar kain batik yang bermotif khas.
Batik Kediri memiliki 5 motif yang menarik
- Batik SLG
Kurang lengkap rasanya jika tidak menyebutkan batik SLG dalam salah satu motif khasnya. Ornamen hias apa saja yang melengkapi motif kain batik ini.
Sekilas saat melihat kain batik SLG dalam bentuk yang cukup simetris dan terukur. Setiap hiasan utama dilukis dalam ukuran dan jarak yang sama besar.
Agar nuansa lebih semarak, sekeliling gambaran berupa lukisan pohon sejenis palem atau hanya daun palem. Untuk sentuhan terakhirnya pelengkap yang terwakili dengan motif titik.
Motif titik itu memenuhi seluruh permukaan kain, sehingga membuat tampilannya betul-betul khas batik. Tidak ketinggalan juga pilihan warnanya, mulai dari merah maroon sampai hitam, semuanya tergantung dengan selera.
- Batik Bolleches
Hiasan kain yang memiliki pengaruh dengan titik-titik masih teras jika memilih batik Bolleches. Memiliki kesamaan seperti batik SLG, motif bulatan titik kecil adalah bagian latar kain yang memberikan aksen yang penuh.
Kenapa batik ini memiliki nama Bolleches? Bolleches dalam bahasa Belanda memiliki arti sekumpulan titik. Dalam batik ini, motif hiasan tersebut semakin cantik dengan motif utama yang berkurang lebih besar. Biasanya akan berbentuk kembang dengan daun atau tumbuhan.
Sementara itu sebagian lain menggunakan motif utama figur legenda khas Kediri. Soal warna pun tidak jauh berbeda dari batik sebelumnya. Dominasi dengan warna latar. Diseimbangkan bersama warna motif utama.
- Batik Garuda Muka
Latar dari batik ini memiliki nuansa Bolleches boleh jadi bagian yang begitu melekat dengan ciri Batik Kediri. Batik Garuda Muka memiliki motif dasar kain yang sama.
Bedanya batik ini pada motif utama yang dihadirkan menyimpan nuansa histori yang cukup kuat. Batik ini seperti namanya yang memiliki primadona dalam kain tentu saja gambaran motif burung garuda.
Garuda merefleksikan kendaraan Dewa Wisnu. Pendapat lain menyebutkan motif ini melambangkan Kerajaan Airlangga.
Terlepas dari pemaknaan filosofi di dalamnya, secara visual batik ini tergolong tampil lebih elegan dari pada motif lain. Garuda ditempatkan dalam posisi yang saling mengepakkan sayap dan berhadapan. Perpaduan dengan garis luwes pada sekeliling garuda.
Belum lagi ornamen kembang yang mempermanis semua kombinasinya. Motif Garuda Muka juga memiliki model sendiri. Garuda Muka Ukel, Gurdho Muka Teratai Mekar, Lar Muka Mukti, dan Gurdo Liris.
- Batik Garuda Muka Sekar Jagad
Masih menggunakan motif burung garuda yang sama. Namun tidak dengan tampilan kain keseluruhan.
Khusus untuk Garuda Muka yang satu ini, motif utamanya lebih banyak variasi dengan beragam hiasan. Masing-masing hiasan terpisah dalam bentuk kotak-kotak asimetris yang membuatnya tidak tampak kaku.
Meskipun bentuknya unik, batik ini menyimpan sebuah arti yang cukup simbolik. Guratan pembatas berbentuk segi empat. Bentuk tersebut diyakini memang melambangkan bentuk tahu yang menjadi salah satu ciri khas Kediri. Berbentuk tahu, karena Kediri sendiri merupakan terkenal dengan penghasil tahu.
- Batik Kuda Kepang / Jaran
Batik ini tidak kalah memikatnya dengan lain. Motif kuda kepang yang sama-sama menjadi budaya khas Kediri.
Kuda kepang bisa dibilang kuda lumping versi Kediri. Bedanya ornamen pada batik ini cenderung minimalis daripada motif batik lainnya.
Beragam hiasan untuk melengkapi potret kuda kepang umumnya menggunakan daun atau bentuk kreatif lainnya. Warnanya pun sering kali hadir dalam model yang kontras sehingga sangat menarik untuk menyulapnya menjadi busana kasual.
Beragam motif batik yang ada di Kediri ini memberikan sebuah pesan bahwa kekayaan budaya bangsa.