JawaPos.com–Kejadian kebakaran di Bukit Teletubbies yang menjadi pemicu kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), bukan sepenuhnya kesalahan rombongan prewedding. Melainkan ada unsur kelalaian yang dilakukan Balai Besar TNBTS.
Hal itu disampaikan Mustaji, penasihat hukum rombongan prewedding. Dia mengatakan, pasca flare meletus dan menimbulkan titik api, kliennya tidak tinggal diam. Namun, api membakar rumput kering dan api dengan cepat berkobar.
”Rombongan panik hingga akhirnya mengambil 5 botol besar air mineral yang sebelumnya ada di dalam mobil. Lalu berlari melakukan penyiraman pada titik api,” ujar Mustaji seperti dikutip dari Radar Bromo.
Namun karena rumput kering dan angin kencang upaya tersebut tidak berhasil. Keenam kliennya tersebut, lanjut dia, kemudian melakukan upaya pemadaman secara manual menggunakan ranting pohon. Sayang upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
”Mereka (klien) sudah berupaya memadamkan api. Tapi tidak berhasil,” kata Mustaji.
Selanjutnya, karena tidak berhasil, rombongan prewedding tersebut melaporkan kepada petugas TNBTS. Dengan harapan segera untuk melakukan pemadaman. Upaya pemadaman tersebut dilakukan melibatkan warga sekitar.
”Namun lagi-lagi upaya yang dilakukan belum berhasil. Bahkan api semakin meluas,” tutur Mustaji.
Mustaji menyebutkan dalam kejadian itu kliennya tidak bisa sepenuhnya disalahkan.
”Ada unsur kelalaian yang juga dilakukan pihak Balai Besar TNBTS. Saat pertama kali menerima kuasa dari tersangka, saya sempat mengecek di sekitar pintu masuk Gunung Bromo. Tidak ada papan imbauan kepada pengunjung,” papar Mustaji.
Hal itu menurut dia, merupakan kelemahan petugas. Bahkan tidak ada patroli di lokasi titik area wisata Gunung Bromo. Wisatawan dibiarkan begitu saja. Wisatawan tidak tahu mana tempat sakral dan apa saja yang dilarang.
Dengan pembiaran itu, dia menambahkan, itu akan berdampak pada pelanggaran. Termasuk aturan yang seharusnya sudah tertulis, rawan dilanggar wisatawan.
”Kami sudah lakukan investigasi, jadi setelah membeli tiket. Tidak ada pengecekan lebih lanjut. Baik barang bawaan dan operasi berkala di kawasan TNBTS. Dan hal ini sudah menunjukkan sebuah kelemahan,” ucap Mustaji.