JawaPos.com - Badan Narkotika Kota (BNK) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, siaga mencegah masuknya narkoba yang dikemas dalam bentuk permen. Mengingat, narkoba yang dikemas dalam bentuk permen lollipop, beredar di Kota Depok dan Bogor, Jawa Barat.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNK Tangsel Sonny Gunawan mengatakan, permen lollipop yang di dalamnya dibumbui narkoba jenis Lysergic Acid Diethylamide (LSD), dijual bebas seperti pedagang kaki lima di dua daerah tetangga Tangsel.
Pihaknya akan melakukan investigasi ke beberapa titik untuk mengecek peredaran permen lollipop narkoba. Beberapa tempat yang dicek di antaranya warung sekolah, pasar kaget, dan lainnya yang memungkinkan dijualnya permen tersebut.
"Kita juga melakukan uji lab dari sampel permen lollipop, untuk mengetahui secara pasti. Setelah uji lab, kita pastikan di Tangsel belum ada peredaran permen lollipop narkoba," kata Sonny, seperti yang dikutip Tangerang Ekspres (Jawa Pos Group).
Dia juga menambahkan, narkoba jenis LSD, diakuinya bukan barang baru. Lantaran, pernah tenar di kalangan pengguna narkoba, beberapa tahun silam.
"Permen lollipop narkoba yang beredar, biasanya tanpa merek dan sasarannya anak-anak. Permen narkoba ini memang bentuknya benar-benar mirip permen lollipop kebanyakan. Maka itu sangat sulit membedakan dan hanya bisa dilakukan dengan uji lab," paparnya.
Menurut Sonny, narkoba jenis ini tak kalah berbahaya dibandingkan dengan narkotika jenis lain. Efek jangka panjangnya, sama dengan narkoba jenis lain, yakni dapat merusak sistem syaraf otak.
"Kalau untuk jangka pendeknya, efeknya dapat membuat halusinasi," ujarnya. (esa/rud/hsn/JPG)