← Beranda

Kembali Viral, Dimana Nadia Jadi Trending, Berikut Ringkasan Ceritanya

Muhammad Faizal ArmandikaKamis, 6 Juli 2023 | 06.13 WIB
ILUSTRASI: Dimana Nadia Jadi Trending Topic

JawaPos.com - Tagar Dimana Nadia (#DimanaNadia) kembali viral di Twitter setelah sempat trending pada 2022 lalu.

Utas Di Ambang Kematian yang sudah dibaca 10 juta kali ini diunggah oleh akun @JeroPoint. Pada Selasa (4/7) kemarin, utas tersebut kembali dibahas dan menjadi viral kembali bersamaan dengan tagar Dimana Nadia.

Banyak pengguna Twitter yang mempertanyakan keberadaan Nadia saat ini, mengingat belum ada kepastian mengenai kondisi Nadia setelah utas itu berakhir.

Utas itu menceritakan tentang keluarga yang melakukan praktik pesugihan Kandang Bubrah yang pada akhirnya menghancurkan keluarga Nadia.

Untuk lebih jelasnya, tim JawaPos.com sudah membuatkan ringkasannya.

Tumbal Pertama

Baca Juga: Mengenal Skema Ponzi, Modus Rihana Rihani Menipu Para Korbannya

Cerita ditulis menggunakan sudut pandang Nadia, anak bungsu di keluarganya. Nadia tinggal bersama ayah, ibu, dan kakaknya, di sebuah desa di Jawa Timur.

Sejak kecil, Nadia dan kakaknya mengaku sering dihantui sosok iblis jahat. Nadia menyebut makhluk itu dengan sebutan 'dia'.

Awalnya, kehidupan Nadia dan keluarganya baik-baik saja. Bisnis sembako yang dijalankan orang tuanya berkembang. Rumah mereka pun besar. Perekonomiannya juga semakin meningkat.

Namun, hubungan keluarganya semakin memburuk. Ayah Nadia sangat melarang keras bersih-bersih rumah. Ibu Nadia mendadak sakit-sakitan dan bertingkah aneh,seperti melamun dengan tatapan kosong dan selalu sleepwalking ke area belakang rumah tiap tengah malam.

Saat ibunya sakit-sakitan, Nadia teringat kata-kata ibunya, "Maafin ibu ya. Kalian harus nurut sama bapak, biar kalian hidup selamat." Tidak lama kemudian, sakit ibunya semakin parah dan akhirnya meninggal secara mengenaskan dengan memasukkan kepalanya ke panci yang berisi air mendidih.

Ibu Nadia meninggal pada 2002.

Tumbal kedua

Kematian ibunya hanyalah awal dari malapetaka yang semakin buruk. Di suatu malam pasca meninggalnya sang ibu, kakaknya bercerita bahwa dia bermimpi melihat ibunya dikerangkeng rantai besi.

Sejak saat itu, Nadia dan kakaknya sering mendengar suara-suara ganjil, seperti derap langkah keras di ruang kerja ayahnya, suara benda terjatuh sendiri, hingga suara orang menangis. Bahkan, Nadia mengaku melihat sosok kuntilanak yang tersenyum lebar ke arahnya.

Tahun demi tahun, suasana di rumah Nadia semakin aneh. Ayahnya sering membawa kepala kambing hitam ke tempat kerjanya untuk ritual. Pesugihan yang dilakukan ayahnya membuat bisnisnya semakin maju.

Hingga pada 2012, kakak Nadia bertengkar dengan ayahnya. Bahkan, sampai mengancam membunuh ayahnya.

"Kamu bunuh ibuku! Sekarang gantian!" ucap kakaknya.

"Iya, seharusnya bapak yang mati, bukan ibu," jawab ayah Nadia sambil menangis.

Ayah Nadia pun mengaku diminta sosok itu untuk menumbalkan Nadia dan kakaknya. Namun, ibu Nadia menolak dan menawarkan diri untuk ditumbalkan.

Singkat cerita, ayahnya meminta Nadia dan kakaknya untuk membantu melanjutkan ritual dan menjaga rahasia keluarga agar tidak ada korban lagi.

Namun, beberapa bulan setelah itu, kakaknya meninggal secara mendadak dengan sekujur tubuh membiru dan mata melotot seperti tercekik.

Tumbal Ketiga?

Tidak lama setelah kematian kakaknya, dia bertemu dengan sosok berkepala kambing. Sejak saat itu, Nadia mengaku bisa melihat sosok tak kasat mata. Nadia berpikir kejiwaannya terganggu sampai-sampai dia datang ke psikolog.

Suatu ketika, Nadia mendengar suara orang tertawa begitu lantang di ruang kerja ayahnya. Saat dia datangi, ternyata yang tertawa itu bukan manusia, melainkan sosok bertubuh manusia berkepala kambing yang tengah menyantap potongan daging kakaknya.

Setelah kejadian itu, pandangan Nadia mendadak gelap. Saat Nadia terbangun di kamarnya, ayahnya memberitahu bahwa dia mengalami pingsan.

Singkat cerita, ayah Nadia tiba-tiba mengajaknya ke rumah dukun tempat ijab pesugihan dulu. Ayahnya menceritakan ke dukun itu tentang tragedi yang menimpa keluarganya. Dia ingin memutus pesugihan itu.

Namun, dukun itu mengatakan bahwa pesugihan itu tidak dapat diputus. Sontak, ayah Nadia memarahi dukun itu karena perjanjian awalnya tidak melibatkan tumbal manusia.

Sejak saat itu, ayah Nadia merasa terpukul dan sering menangis. Ayahnya tidak lagi menjalani ritual. Bersama Nadia, mereka sering menemui orang 'pintar', ahli spiritual, hingga kyai.

Sosok itu sering muncul setiap malam Selasa. Bahkan, Nadia masih merasa diawasi saat menulis cerita ini.

Pesugihan yang memakan tumbal setiap 10 tahun sekali itu membuat Nadia khawatir menjadi korban selanjutnya. Tagar #DimanaNadia menjadi trending karena netizen ingin mengetahui kabar Nadia saat ini.

EDITOR: Bintang Pradewo