JawaPos.com – Pohon beringin yang menjadi ikon Kabupaten Batang kembali terbakar. Pohon berusia sekitar 300 tahun itu sudah tiga kali terbakar selama 2017 ini. Untuk yang ketiga kalinya, petugas belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.
Sebelumnya, pohon yang berada di tengah alun-alun Kabupaten Batang itu sempat terbakar sebanyak dua kali. Penyebab kebakaran keduanya karena disengaja oleh salah seorang oknum tidak bertanggung jawab.
“Sebelumnya, sudah dua kali terbakar. Lebih tepatnya dibakar dengan sengaja oleh salah seorang pengidap gangguan jiwa," kata Kasatpol PP Kabupaten Batang, Suresmi, di sela mendampingi petugas Damkar melakukan pemadaman, Rabu (25/10).
Dilansir Radar Pekalongan (Jawa Pos Group), dia mengatakan, waktu itu pihaknya berhasil menemukan barang bukti berupa korek api dan media kertas untuk membakar. Serta diamankan juga pelakunya.
Namun, Suresmi belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran yang terjadi ketiga kalinya. Pihaknya tidak menemukan adanya indikasi bahwa pohon tersebut sengaja dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Tidak kami temukan barang bukti di lokasi kejadian. Serta tidak ada saksi yang melihat bahwa pohon ini sengaja dibakar oleh seseorang. Kami masih mencari tahu. Namun bisa saja karena faktor cuaca yang panas dan batang pohon yang sudah mulai lapuk,” ujarnya lagi.
Dikatakan Suresmi, meski sudah rubuh dan beberapa kali terbakar serta batang pohon mulai lapuk. Namun pihaknya belum mendapatkan perintah dari pemerintah daerah untuk menebangnya atau menghilangkan pohon beringin itu dari tengah tengah lapang.
“Tidak ada perintah untuk menebangnya. Lagian, nanti kalau pohon ini ditebang, maknanya atau simbolnya akan berubah,” tandas Suresmi.