Aku Pergi pada Musim Hujan
Aku pergi pada musim hujan ini. Berlangsung demikian lama: menumpahkan kesedihan dan banjir jambu air. Segala rinai adalah patahan jarum, tampak berbahaya bagi perutku yang kembung dan tak tersentuh hangat pucuk daun teh. Seolah ingin menghapus rumah dan gambar-gambar di sana. Harus terus kuingat. Harus terus kuingat. Ternyata aku benar-benar pergi.
angin gelisah
basah dan indah
sebuah nama, sebuah nama
meniupkan batang lilin mataku
katup terbuka
betapa semua berlangsung demikian nyata
amukan cuaca
di luar
semoga kau sempat menutup jendela kamar
walau tak hangat lagi
2023
---
Sendiri Bersama Seekor Kepiting
Amuk badai, amuk ke pantai. Semua masuk ke rumah-rumah kerang, rumah-rumah moluska. Kau tak datang sepertinya. Laut murung, mawar laut mencari arus di selat. Ikan-ikan melepas sisik, melepas sirip dan ekor. Berenang menepi dan terus menepi. Tanganku menyapu sisa ombak. Seekor kepiting tersangkut di sana. Ini jauh lebih baik daripada sendiri.
apa kau masih mendengar?
atau tertidur dalam gulungan gelombang
laut pisahkan kita
laut memukul dada
nyeri di lambung
palka pecah
perahu retak
kita karam, kita tenggelam
2023
---
Mercusuar
Mata yang hidup, mata mercusuar. Damai pulau: kegelapan, angin, dan samudra membentang panjang. Kapalku tersanjung menatapmu. Menemukan ruang biru yang tua, biru yang muda. Sejenak melepas jangkar, bersandar di sekeliling lingkarmu. Kulihat lagi sebelum berlayar, arungi laut luas dan dalam. Ke seluruh benua dan dunia.
terasa setelah jauh
tak tahu aku di mana
kau ke mana
kabut-kabut tipis, tipis-tipis berkabut
lembut dan dingin
berjam-jam
kondisi yang mengharukan
akankah bertemu lagi?
mata yang hidup, mata mercusuar
2023
---
*) FARIS AL FAISAL, Penyair. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Indramayu dan ketua Lembaga Basa lan Sastra Dermayu.