← Beranda

Aku Pergi pada Musim Hujan

Faris Al FaisalMinggu, 9 April 2023 | 02.00 WIB
ILUSTRASI

Aku Pergi pada Musim Hujan

Aku pergi pada musim hujan ini. Berlangsung demikian lama: menumpahkan kesedihan dan banjir jambu air. Segala rinai adalah patahan jarum, tampak berbahaya bagi perutku yang kembung dan tak tersentuh hangat pucuk daun teh. Seolah ingin menghapus rumah dan gambar-gambar di sana. Harus terus kuingat. Harus terus kuingat. Ternyata aku benar-benar pergi.

angin gelisah

basah dan indah

sebuah nama, sebuah nama

meniupkan batang lilin mataku

katup terbuka

betapa semua berlangsung demikian nyata

amukan cuaca

di luar

semoga kau sempat menutup jendela kamar

walau tak hangat lagi

2023

---

Sendiri Bersama Seekor Kepiting

Amuk badai, amuk ke pantai. Semua masuk ke rumah-rumah kerang, rumah-rumah moluska. Kau tak datang sepertinya. Laut murung, mawar laut mencari arus di selat. Ikan-ikan melepas sisik, melepas sirip dan ekor. Berenang menepi dan terus menepi. Tanganku menyapu sisa ombak. Seekor kepiting tersangkut di sana. Ini jauh lebih baik daripada sendiri.

apa kau masih mendengar?

atau tertidur dalam gulungan gelombang

laut pisahkan kita

laut memukul dada

nyeri di lambung

palka pecah

perahu retak

kita karam, kita tenggelam

2023

---

Mercusuar

Mata yang hidup, mata mercusuar. Damai pulau: kegelapan, angin, dan samudra membentang panjang. Kapalku tersanjung menatapmu. Menemukan ruang biru yang tua, biru yang muda. Sejenak melepas jangkar, bersandar di sekeliling lingkarmu. Kulihat lagi sebelum berlayar, arungi laut luas dan dalam. Ke seluruh benua dan dunia.

terasa setelah jauh

tak tahu aku di mana

kau ke mana

kabut-kabut tipis, tipis-tipis berkabut

lembut dan dingin

berjam-jam

kondisi yang mengharukan

akankah bertemu lagi?

mata yang hidup, mata mercusuar

2023

---

*) FARIS AL FAISAL, Penyair. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Indramayu dan ketua Lembaga Basa lan Sastra Dermayu.

EDITOR: Ilham Safutra