← Beranda

Aplikasi Kencan di Korea Selatan Dipenuhi oleh Pria, Tetapi Perempuan Lebih Lama Menggunakannya

Meuthia NabilaSelasa, 2 Januari 2024 | 16.58 WIB
Ilustrasi aplikasi kencan online. Antara

 

JawaPos.com - Sekitar 80 persen pengguna aplikasi kencan utama di Korea Selatan adalah pria, hal ini diungkap dalam sebuah laporan pada hari Minggu (31/12).

Meski demikian, perempuan disebutkan menggunakan layanan ini hampir dua kali lebih lama dibandingkan pria.

Menurut layanan analisis data konsumen lokal Wise App, aplikasi kencan paling populer di Korea Selatan adalah Tinder, dimana 84,2 persen penggunanya adalah laki-laki.
 
Di antara aplikasi kencan populer lainnya seperti, Wippy 78,8, Glam 86,1, dan Yangting 90,3 persen dimana pengguna terbesar dari ketiganya adalah pria.
 
Tinder memiliki jumlah pengguna terbanyak dengan 420.000, diikuti oleh Wippy, Glam dan Yangting, masing-masing 330.000, 280.000 dan 170.000.
 
Dikutip dari Korea Herald, Selasa (2/1), meskipun aplikasi kencan umumnya didominasi oleh pria, namun perempuan yang menggunakannya dalam waktu yang lebih lama.
 
Rata-rata, pengguna perempuan menggunakan aplikasi kencan selama tiga jam dan 56 menit dalam sebulan, sementara pria menggunakannya selama dua jam dalam periode yang sama.
 
Baca Juga: Kenalan di Aplikasi Kencan, Pria di Thailand ini Kehilangan Mobil Baru karena Kekasih Dua Minggunya
 
Kelompok usia 20-an menghabiskan waktu paling banyak untuk menggunakan aplikasi, yaitu dua jam 49 menit, diikuti oleh kelompok usia 40-an selama dua jam 23 menit, dan kelompok usia 30-an selama satu jam 58 menit.
 
Dianggap sebagai salah satu negara yang paling banyak menggunakan internet di dunia, Korea Selatan telah mengalami lonjakan yang signifikan dalam penggunaan aplikasi kencan untuk bertemu dengan orang baru.
 
Sementara jumlah penipuan yang melibatkan percintaan melalui aplikasi dari ponsel ini, juga mengalami lonjakan yang sama dengan penggunaanya.
 
Korea Legal Aid Corp. yang dikelola pemerintah pada bulan November mengatakan bahwa ada 88 permintaan untuk konseling terkait penipuan percintaan pada tahun 2023, dibandingkan dengan tahun 2019 dengan 22 permintaan.
 
Pada bulan yang sama, polisi setempat menangkap seorang perempuan berusia 40-an, yang menipu sekitar 3 miliar won atau sekitar Rp 35 miliar dari tujuh pria yang ia temui melalui aplikasi kencan.
 
***
EDITOR: Novia Tri Astuti