← Beranda
Masa Muda Penuh Ujian, 7 Weton Ini Dipercaya Menikmati Kemakmuran Saat Tua
Irfan Ferdiansyah• Senin, 19 Oktober 2026 | 05.03 WIB
seseorang yang menua kaya raya./Freepik/user25451090

JawaPos.com – Kesuksesan finansial tidak selalu datang ketika seseorang masih berusia muda. Sebagian orang justru harus melewati berbagai kesulitan, kegagalan, dan perjuangan panjang sebelum akhirnya dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera.

Dalam tradisi Primbon Jawa, weton atau perpaduan antara hari kelahiran dan pasaran Jawa kerap dikaitkan dengan karakter, perjalanan hidup, serta gambaran peruntungan seseorang. Kepercayaan ini telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa dalam memaknai perjalanan kehidupan.

Ada sejumlah weton yang dipercaya memiliki jalan rezeki bertahap. Pada masa muda, pemilik weton tersebut konon lebih banyak menghadapi tantangan. Namun, ketika memasuki usia matang, terutama setelah 40 tahun, mereka diyakini berpeluang menikmati kehidupan yang lebih mapan berkat ketekunan dan pengalaman yang telah dilalui.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat tujuh weton yang menurut Primbon Jawa dipercaya berpeluang merasakan kemakmuran pada masa tua. Kepercayaan tersebut menggambarkan bahwa kesabaran, kegigihan, dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: 7 Weton yang Dipercaya Punya Peluang Meraih Kekayaan, Ada Wetonmu?

Berikut tujuh weton yang disebut memiliki gambaran peruntungan tersebut.

1. Selasa Legi – Tekun Berjuang, Dipercaya Menuai Hasil di Usia Matang

Pemilik weton Selasa Legi digambarkan sebagai pribadi yang rajin, cermat dalam mengatur keuangan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Perjalanan hidup mereka konon tidak selalu berjalan mulus, terutama saat berusaha membangun kestabilan ekonomi di usia muda.

Meski demikian, Primbon Jawa menggambarkan bahwa keberuntungan Selasa Legi dapat berkembang seiring bertambahnya usia. Memasuki sekitar usia 45 tahun, usaha yang dahulu dirintis dari skala kecil dipercaya berpeluang memberikan hasil lebih besar.

Sikap hemat dan ketelitian dalam mengambil keputusan juga dianggap sebagai modal penting untuk membangun kehidupan yang lebih mapan. Mereka digambarkan sebagai sosok yang semakin dihargai karena konsistensi dan tanggung jawabnya.

2. Jumat Kliwon – Karismatik dan Dipercaya Mendapat Peluang Tak Terduga

Jumat Kliwon kerap dikaitkan dengan karakter yang berwibawa, intuitif, dan memiliki daya tarik tersendiri dalam kepercayaan tradisional Jawa. Pemilik weton ini dipercaya mampu membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang di sekitarnya.

Pada masa muda, perjalanan mereka digambarkan dapat diwarnai kekecewaan, kehilangan, atau pengalaman yang menguji keteguhan hati. Namun, berbagai pengalaman tersebut dipercaya dapat membentuk kedewasaan dalam menentukan langkah berikutnya.

Menurut gambaran Primbon Jawa, peluang rezeki Jumat Kliwon konon semakin terbuka ketika memasuki usia sekitar 50 tahun. Bidang usaha yang mengandalkan kepercayaan, pelayanan, dan hubungan sosial sering dikaitkan dengan potensi keberhasilan mereka.

3. Rabu Wage – Hidup Bersahaja, Berharap Makmur pada Masa Tua

Rabu Wage digambarkan sebagai weton yang identik dengan kesederhanaan, kesabaran, dan kemauan untuk bekerja tanpa harus mencari banyak perhatian. Mereka dipercaya lebih senang menunjukkan kemampuan melalui tindakan daripada sekadar perkataan.

Kemapanan hidup pemilik weton ini menurut kepercayaan Primbon Jawa cenderung dikaitkan dengan proses yang bertahap. Setelah melewati usia 40 tahun, hasil kerja yang dikumpulkan selama bertahun-tahun diyakini berpeluang terlihat lebih nyata.

Bentuk kemapanan tersebut bisa berupa usaha yang berkembang, kepemilikan aset, maupun kondisi keuangan yang semakin stabil. Meski hidup berkecukupan, Rabu Wage tetap digambarkan sebagai pribadi yang rendah hati dan tidak gemar memamerkan pencapaian.

4. Sabtu Pon – Penuh Perhitungan dan Berpeluang Sukses di Kemudian Hari

Orang yang lahir pada Sabtu Pon dalam penafsiran Primbon Jawa sering digambarkan memiliki keberanian, pemikiran terarah, dan kemampuan menyusun strategi. Karakter tersebut dipercaya membantu mereka menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Namun, perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu mudah. Mereka konon harus melewati masa-masa sulit, mulai dari persoalan keuangan hingga tekanan lingkungan yang membuat langkah terasa lebih berat.

Peruntungan Sabtu Pon dipercaya mengalami perkembangan ketika memasuki usia sekitar 50 tahun. Pengalaman yang telah terkumpul dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha, menempati posisi yang lebih baik, atau mengelola aset secara lebih matang.

Dalam gambaran tradisional tersebut, keberhasilan Sabtu Pon bukan semata-mata tentang memperoleh banyak harta, melainkan juga membangun kestabilan yang dapat mendukung keluarga dalam jangka panjang.

5. Senin Pahing – Ambisi Besar yang Dipercaya Berbuah Kesuksesan

Senin Pahing digambarkan sebagai weton dengan semangat tinggi, keinginan kuat untuk maju, dan orientasi pada pencapaian. Mereka cenderung memiliki target besar sehingga tidak mudah puas dengan hasil yang diperoleh.

Meski begitu, semangat yang tinggi terkadang tidak langsung menghasilkan pencapaian sesuai harapan. Dalam perjalanan hidupnya, pemilik weton ini dipercaya dapat mengalami kegagalan yang menjadi ujian kesabaran dan ketahanan mental.

Menurut Primbon Jawa, masa setelah usia 45 tahun sering dikaitkan dengan terbukanya peluang baru bagi Senin Pahing. Pengalaman dan kemampuan yang terus berkembang diyakini dapat membantu mereka meraih hasil yang sebelumnya sulit dicapai.

Kesuksesan yang datang pada usia matang tersebut digambarkan sebagai buah dari kegigihan dalam memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, serta tidak berhenti mencoba ketika menghadapi hambatan.

6. Kamis Pon – Mengandalkan Kebijaksanaan dan Kepercayaan

Kamis Pon kerap digambarkan sebagai pribadi yang tenang, jujur, dan mampu mempertimbangkan persoalan secara matang. Karakter tersebut membuat mereka dipercaya dapat membangun hubungan baik dengan orang lain.

Pada usia muda, pencapaian mereka mungkin tidak selalu terlihat mencolok. Namun, kepercayaan yang diperoleh melalui sikap konsisten dan tanggung jawab diyakini menjadi modal penting untuk membuka berbagai kesempatan.

Primbon Jawa mengaitkan peningkatan kemapanan Kamis Pon dengan usia sekitar 50 tahun. Pada fase ini, pengalaman panjang dan reputasi yang telah terbentuk dipercaya dapat mendukung perkembangan karier maupun usaha.

Selain kekayaan materi, keberuntungan Kamis Pon juga sering dimaknai melalui kehidupan keluarga yang harmonis, nama baik yang terjaga, dan hubungan sosial yang kuat.

7. Minggu Kliwon – Dipercaya Memiliki Peruntungan yang Berubah Seiring Waktu

Minggu Kliwon dalam kepercayaan tradisional Jawa sering dihubungkan dengan kekuatan batin dan simbol perlindungan leluhur. Pemilik weton ini dipercaya berpeluang memperoleh bantuan atau kesempatan dari arah yang tidak disangka-sangka.

Walaupun demikian, perjalanan hidup mereka juga digambarkan tidak selalu mudah. Sejumlah tantangan dan pengalaman kehilangan dipercaya menjadi bagian dari proses pendewasaan sebelum mencapai kehidupan yang lebih stabil.

Memasuki usia sekitar 45 tahun, peruntungan Minggu Kliwon konon mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Kesempatan baru, dukungan dari lingkungan, dan hasil usaha yang telah dilakukan sebelumnya diyakini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, masa tua Minggu Kliwon digambarkan sebagai periode untuk menikmati hasil perjuangan sekaligus merasakan kehidupan yang lebih tenteram.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho