← Beranda
5 Bulan Lahir yang Paling Cocok Punya Rumah dengan Teras Asri, Menurut Astrologi
Mellyna Putri Diniar• Selasa, 13 Oktober 2026 | 03.24 WIB
Ilustrasi rumah dengan teras hijau dan asri../(Collective World)

JawaPos.com — Rumah impian tidak selalu identik dengan bangunan besar, halaman luas, atau interior mewah. Bagi sebagian orang, bagian paling menarik justru sebuah teras tempat duduk santai, membaca buku, atau sekadar membiarkan waktu berlalu tanpa terburu-buru.

Dalam ramalan berdasarkan bulan kelahiran, karakter seseorang dapat digambarkan melalui cara mereka menikmati ruang dan kehidupan sehari-hari. 

Teras menjadi salah satu gambaran menarik karena setiap orang dapat menggunakannya untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari menyendiri dan berimajinasi hingga membangun kedekatan dengan orang-orang di sekitar.

Lima bulan kelahiran bahkan disebut memiliki kecenderungan paling cocok dengan kehidupan di rumah yang memiliki teras. 

Masing-masing memiliki alasan berbeda, tetapi semuanya digambarkan menikmati momen sederhana yang tercipta ketika seseorang memiliki ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan. Dilansir dari Collective World, Rabu (7/10/2026), lika bulan kelahiran itu adalah:

1. Maret

Maret digambarkan sebagai sosok yang dapat menjadikan teras sebagai tempat untuk membaca sekaligus membiarkan pikiran mengembara. Sebuah kalimat dalam buku dapat memunculkan ingatan, gagasan, atau bayangan tentang perjalanan yang ingin dilakukan.

Alih-alih terus terpaku pada bacaan, mereka mungkin justru menikmati waktu dengan memperhatikan pepohonan atau membayangkan percakapan yang belum pernah terjadi. 

Buku dapat tetap terbuka di pangkuan ketika pikiran sudah berjalan ke mana-mana. Karena itu, rumah dengan teras yang nyaman cocok dengan karakter Maret yang menikmati waktu untuk merenung.

2. Mei

Bagi yang lahir pada Mei, teras bukan sekadar bagian dari rumah, tetapi ruang yang benar-benar digunakan dalam keseharian. 

Mereka digambarkan akan mengenali sudut teras yang paling hangat pada pagi hari, merasakan perubahan udara sebelum hujan, hingga mengetahui kapan kursi harus dipindahkan ke tempat yang lebih teduh.

Sarapan bisa dinikmati di luar pada hari kerja. Setelah bepergian, teras menjadi tempat untuk berhenti sejenak sebelum kembali beraktivitas. 

Menjelang malam, mereka dapat duduk sambil menyaksikan taman perlahan gelap. Bagi Mei, kehidupan yang indah berkaitan dengan kemampuan menikmati tempat tinggal sendiri.

3. Juni

Teras rumah bagi Juni dapat berkembang menjadi ruang yang menghubungkan mereka dengan lingkungan sekitar. Percakapan sederhana dengan orang yang lewat bisa menjadi awal hubungan dengan tetangga.

Seseorang mungkin berhenti untuk menanyakan bunga yang ditanam. Beberapa waktu kemudian, Juni sudah mengetahui kabar keluarga orang itu dan dapat menanyakannya kembali. Percakapan tidak selalu direncanakan. Ada yang berlangsung sebentar, sementara lainnya berakhir dengan Juni membawa kursi tambahan.

Lambat laun, mereka mengenal nama tetangga, mengingat kabar kecil, dan menyadari ketika seseorang lama tidak terlihat. Bahkan perjalanan pulang terasa dimulai sebelum sampai di pintu rumah, ketika seseorang dari seberang jalan sudah menyapa lebih dulu.

4. September

September digambarkan sebagai sosok yang masih memiliki banyak urusan untuk diselesaikan di dalam rumah. Cucian, pesan yang belum dibalas, atau pekerjaan yang sebenarnya masih dapat dikerjakan selama satu jam lagi akan tetap menunggu.

Namun, mereka memilih keluar dan duduk di teras. Pada awalnya, pikiran mungkin masih sibuk menyusun rencana untuk hari berikutnya. Sampai perhatian kemudian beralih pada lampu rumah di seberang atau perubahan warna langit.

Untuk sesaat, daftar pekerjaan itu terlupakan. September akan bertahan di teras hanya untuk menyaksikan cahaya terakhir perlahan menghilang dari pepohonan.

5. November

November memiliki gambaran yang berbeda. Rumah dengan teras terasa ideal sebagai tempat untuk berbagi waktu bersama seseorang tanpa harus terus berbicara.

Bayangkan dua orang duduk berdampingan. Satu membaca, sementara yang lain memperhatikan hujan yang menyentuh anak tangga. Sesekali salah satu berbicara, percakapan berlanjut selama diperlukan, lalu keduanya kembali diam.

Bagi November, keheningan semacam itu tidak harus terasa canggung. Bahkan setelah bertahun-tahun, gerakan kursi mungkin sudah cukup untuk mengetahui apakah seseorang hendak berdiri atau masih ingin duduk sedikit lebih lama.

Pada akhirnya, kelima bulan kelahiran ini memiliki alasan berbeda untuk menyukai rumah dengan teras. 

Maret membutuhkannya sebagai ruang untuk berimajinasi, Mei untuk menikmati keseharian, Juni untuk terhubung dengan lingkungan, September untuk berhenti sejenak dari kesibukan, dan November untuk menikmati kebersamaan yang tidak selalu membutuhkan percakapan. 

EDITOR: Hanny Suwindari