← Beranda
Tanggal Tua Bukan Masalah, 8 Weton Ini Konon Punya Rezeki yang Tetap Lancar
Mohammad Maulana Iqbal• Jumat, 25 September 2026 | 05.06 WIB
weton tetap lancar finansial meski sedang tanggal tua kata primbon jawa./Freepik/stockking

JawaPos.com - Dalam tradisi Primbon Jawa, weton kerap dikaitkan dengan berbagai sisi kehidupan seseorang. Perhitungan berdasarkan hari dan pasaran kelahiran tersebut dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai karakter, perjalanan hidup, hingga urusan rezeki.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penafsiran mengenai kemampuan seseorang dalam menjaga kondisi keuangan. Bagi sebagian masyarakat yang masih mempercayai primbon, ada weton tertentu yang disebut memiliki karakter mendukung kestabilan finansial.

Menariknya, weton-weton tersebut dipercaya tetap memiliki peluang mendapatkan rezeki meskipun sudah memasuki penghujung bulan. Rezeki yang dimaksud dalam penafsiran primbon bisa berupa peluang pekerjaan, tambahan penghasilan, bantuan, maupun pemasukan yang datang dari sumber tak terduga.

Dikutip dari akun YouTube TITEN KEJAWEN, terdapat delapan weton yang disebut memiliki kondisi finansial relatif lancar meski sedang berada di masa tanggal tua menurut penafsiran Primbon Jawa.

Baca Juga: Jarang Diketahui, 6 Weton Ini Disebut Punya Kekuatan Menarik Rezeki

1. Senin Legi

Senin Legi memiliki karakter yang dalam primbon digambarkan tenang dan sabar. Kombinasi hari Senin dan pasaran Legi dipercaya menghasilkan pribadi yang mampu menghadapi berbagai keadaan dengan kepala dingin.

Ketika memasuki akhir bulan, pemilik weton ini disebut berpotensi mendapatkan peluang tambahan, misalnya pekerjaan sampingan, bonus, atau tawaran kerja yang datang di luar perkiraan.

Sikap tenang juga membuat mereka relatif mudah membangun hubungan dengan orang lain. Dari relasi tersebut, peluang kerja sama maupun bantuan dapat terbuka.

Meski demikian, keberuntungan tersebut tetap perlu diimbangi dengan kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran secara bijak.

2. Rabu Pahing

Rabu Pahing dipercaya mempunyai karakter cerdas dan pandai membaca kesempatan. Mereka disebut mampu melihat peluang bahkan ketika kondisi sedang tidak mudah.

Sumber rezeki mereka dalam penafsiran primbon tidak selalu berasal dari jalur utama. Bisa saja pemasukan muncul dari proyek lama, pekerjaan tambahan, atau kesempatan kecil yang membantu mengurangi pengeluaran.

Kemampuan membangun jaringan juga menjadi salah satu karakter yang sering dikaitkan dengan weton ini. Namun, kecerdasan dan keberuntungan tersebut tetap perlu disertai sikap rendah hati.

3. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon dikenal dalam penafsiran primbon memiliki daya tarik dan karisma yang kuat. Karakter tersebut dipercaya membuat mereka lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

Menjelang akhir bulan, peluang finansial disebut dapat muncul melalui pekerjaan, tanggung jawab baru, maupun kesempatan usaha yang datang dari orang yang mempercayai kemampuan mereka.

Selain persoalan materi, Jumat Kliwon juga kerap dikaitkan dengan sisi spiritual. Namun, karisma dan kepercayaan yang dimiliki sebaiknya digunakan secara bijaksana serta tidak menjadi alasan untuk bersikap sombong.

4. Selasa Pon

Selasa Pon digambarkan sebagai pribadi kreatif dan memiliki semangat untuk terus mencari solusi. Ide-ide baru yang dimiliki dapat menjadi salah satu sumber peluang dalam kehidupan.

Bagi pemilik weton ini, rezeki bisa datang melalui hobi yang dikembangkan menjadi penghasilan, usaha kecil, maupun gagasan yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Kemampuan bersosialisasi juga dipercaya membantu membuka berbagai kesempatan baru. Tantangannya adalah menjaga konsistensi agar ide yang muncul tidak berhenti hanya sebagai rencana.

5. Kamis Wage

Kamis Wage dikaitkan dengan karakter tekun, rajin, dan bertanggung jawab. Mereka dipercaya lebih mengandalkan proses serta kerja keras dibanding mengharapkan hasil secara instan.

Ketika memasuki tanggal tua, hasil dari kebiasaan menabung dan mengelola keuangan dengan disiplin disebut dapat membantu menjaga kondisi finansial mereka.

Sifat hemat menjadi salah satu kekuatan yang mendukung kestabilan keuangan. Namun, dalam penafsiran primbon, mereka juga diingatkan agar tidak terlalu perhitungan dan tetap mau berbagi dengan orang lain.

6. Sabtu Legi

Sabtu Legi disebut sebagai salah satu weton yang kerap dikaitkan dengan datangnya keberuntungan secara tiba-tiba.

Dalam penafsiran primbon, pemilik weton ini bisa saja memperoleh pemasukan tambahan, bonus, hadiah, atau uang yang sebelumnya tidak diperhitungkan, terutama ketika sedang membutuhkan.

Sikap positif dan kemampuan menjalin hubungan baik juga dipercaya dapat membuka kesempatan melalui kerja sama dengan orang lain.

Meski begitu, keberuntungan tidak seharusnya membuat seseorang berhenti berusaha. Sikap konsisten dan rasa syukur tetap dianggap penting.

7. Minggu Pahing

Minggu Pahing digambarkan mempunyai karakter tenang, sabar, dan mampu memegang kepercayaan. Sifat tersebut membuat mereka dipercaya dapat memperoleh kesempatan melalui tanggung jawab yang diberikan orang lain.

Peluang finansial dapat muncul dalam bentuk pekerjaan penting, amanah baru, atau kesempatan yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Ketika menghadapi persoalan keuangan, sifat sabar mereka disebut membantu dalam mencari solusi tanpa terburu-buru mengambil keputusan.

Namun, tanggung jawab yang besar juga perlu diimbangi dengan waktu istirahat agar kehidupan tetap seimbang.

8. Rabu Pon

Rabu Pon dikenal dalam penafsiran primbon sebagai pribadi yang realistis dan cenderung berhati-hati ketika mengambil keputusan.

Mereka disebut tidak mudah terbawa emosi sehingga lebih mampu mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum menentukan langkah, termasuk dalam persoalan finansial.

Menjelang akhir bulan, rezeki yang datang dapat berupa pembayaran yang sebelumnya tertunda, pemasukan dari klien lama, maupun peluang usaha baru.

Kemampuan menyusun strategi membuat mereka tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga berusaha memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.

Namun, sikap terlalu teguh pada pendirian perlu diimbangi dengan keterbukaan terhadap saran. Sebab, peluang baru terkadang justru datang melalui sudut pandang orang lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho