← Beranda
Dulu Sering Diremehkan, 7 Weton Ini Diprediksi Berhasil Naik Derajat dan Jadi Orang Kaya
Irfan FerdiansyahJumat, 11 September 2026 | 06.48 WIB
seseorang yang derajatnya merangkak naik./Freepik.

JawaPos.com – Dalam tradisi Primbon Jawa, weton kerap dikaitkan dengan karakter, perjalanan hidup, hingga gambaran mengenai rezeki seseorang. Setiap weton dipercaya memiliki keunikan tersendiri yang membuat perjalanan hidup seseorang tidak selalu sama.

Ada yang sejak muda sudah merasakan kemudahan, tetapi ada pula yang harus melewati jalan panjang sebelum memperoleh kehidupan yang mapan. Tidak sedikit yang digambarkan pernah mengalami kegagalan, diremehkan, bahkan dianggap tidak mampu oleh orang-orang di sekitarnya.

Dalam kepercayaan primbon, berbagai kesulitan tersebut justru dapat menjadi proses untuk membentuk ketangguhan. Dengan kerja keras, kesabaran, dan ketekunan, seseorang dipercaya mampu mengubah keadaan hingga akhirnya mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat tujuh weton yang dipercaya memiliki perjalanan dari kondisi penuh tantangan menuju peningkatan derajat, kemapanan, dan kesuksesan. Berikut daftarnya:

Baca Juga: 3 Weton yang Dipercaya Bakal Kebanjiran Rezeki, Ada Selasa Legi hingga Rabu Kliwon

1. Minggu Pahing – Makin Diremehkan, Makin Termotivasi

Pemilik weton Minggu Pahing dipercaya mempunyai mental yang kuat serta kemauan untuk terus berjuang. Perjalanan mereka sejak usia muda disebut tidak selalu mudah sehingga harus terbiasa menghadapi berbagai tantangan.

Perkataan negatif dan pandangan sebelah mata dari orang lain tidak selalu membuat mereka menyerah. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi dorongan untuk membuktikan kemampuan melalui pencapaian nyata.

Dalam Primbon Jawa, Minggu Pahing juga dikaitkan dengan pangaribawa, yakni kewibawaan atau pengaruh yang membuat seseorang lebih dihormati. Karena itu, mereka dipercaya memiliki peluang memperoleh kedudukan dan kehidupan yang lebih baik setelah melewati berbagai proses.

2. Selasa Wage – Rezeki Tumbuh Secara Bertahap

Selasa Wage digambarkan sebagai weton yang membutuhkan waktu untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Pada masa awal kehidupan, pencapaian mereka mungkin belum terlihat sehingga kerap dianggap kurang beruntung.

Namun, pengalaman menghadapi kegagalan justru menjadi bekal penting. Mereka dipercaya mampu belajar dari kesalahan, memperbaiki diri, dan terus berjalan meskipun harus menghadapi beberapa kali kegagalan.

Seiring bertambahnya usia, rezeki Selasa Wage dalam ramalan primbon disebut dapat berkembang secara perlahan. Kehidupan yang sebelumnya sederhana pun dipercaya berpeluang berubah menjadi lebih stabil dan sejahtera.

3. Kamis Pon – Kesempatan Besar Datang di Waktu yang Tepat

Kamis Pon disebut sebagai salah satu weton yang memiliki peluang mendapatkan peningkatan rezeki setelah melalui masa yang cukup panjang.

Pada usia muda, pemilik weton ini digambarkan menjalani kehidupan secara sederhana dan tidak terlalu menonjol. Kondisi tersebut terkadang membuat kemampuan mereka tidak langsung terlihat oleh orang lain.

Namun, ketika kesempatan datang, mereka dipercaya mampu menggunakannya dengan maksimal. Kegigihan dan kemampuan membaca peluang disebut dapat membuka jalan menuju keberhasilan, termasuk dalam perdagangan atau bidang usaha.

4. Rabu Kliwon – Mengubah Ejekan Menjadi Kekuatan

Rabu Kliwon dipercaya mempunyai karakter keras dalam arti kuat menghadapi tekanan serta memiliki semangat juang tinggi. Pengalaman kurang menyenangkan yang dialami ketika muda disebut dapat membentuk pribadi yang lebih tangguh.

Ketika kemampuan mereka diragukan atau mendapat perkataan yang menyakitkan, pengalaman tersebut justru bisa menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras.

Menurut ramalan Primbon Jawa, perubahan kehidupan Rabu Kliwon dapat semakin terlihat ketika memasuki usia matang. Kesulitan yang pernah dilewati dipercaya menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih makmur dan mapan.

5. Jumat Legi – Kesabaran Membuka Banyak Peluang

Pemilik weton Jumat Legi dikenal dalam ramalan primbon sebagai pribadi yang sabar, rendah hati, dan mudah membangun hubungan dengan orang lain.

Mereka tidak selalu mengejar kesuksesan secara terburu-buru. Justru melalui sikap tenang dan kemampuan menjaga hubungan sosial, berbagai peluang dipercaya dapat muncul dari lingkungan sekitar.

Setelah melewati perjalanan panjang, Jumat Legi disebut berpeluang memperoleh kedudukan yang lebih baik. Bahkan, mereka dipercaya dapat menjadi sosok yang disegani di lingkungan atau mencapai kondisi ekonomi yang jauh lebih mapan.

6. Senin Kliwon – Pengakuan Datang Setelah Perjuangan

Senin Kliwon digambarkan sebagai weton yang harus melewati cukup banyak proses sebelum merasakan keberhasilan. Kegagalan pada masa awal kehidupan terkadang membuat kemampuan mereka dipertanyakan.

Meski demikian, mereka dipercaya mempunyai ketekunan untuk terus mencoba. Tidak mudah menyerah menjadi salah satu modal penting untuk memperbaiki keadaan.

Dalam tradisi primbon, Senin Kliwon kerap digambarkan sebagai sosok yang mendapatkan penghargaan atau pengakuan lebih lambat. Artinya, kesuksesan mereka dipercaya baru semakin terlihat setelah melewati berbagai pengalaman hidup.

7. Sabtu Wage – Pelan-Pelan Mengumpulkan Kemapanan

Sabtu Wage dipercaya mempunyai karakter tangguh dan mampu bertahan ketika menghadapi berbagai persoalan. Perjalanan hidup mereka digambarkan seperti jalan panjang yang dipenuhi tantangan.

Tidak jarang mereka harus menghadapi kegagalan atau komentar merendahkan dari orang-orang di sekitarnya. Namun, pengalaman tersebut dipercaya membuat mental mereka semakin kuat.

Menurut ramalan primbon, rezeki Sabtu Wage cenderung berkembang secara bertahap. Mereka disebut mampu mengumpulkan hasil dari kerja keras sedikit demi sedikit hingga akhirnya mencapai kehidupan yang lebih mapan.

Ketika kesempatan yang tepat datang, usaha yang selama ini dilakukan dipercaya mulai menunjukkan hasil. Bukan hanya peningkatan materi, tetapi juga kepercayaan dan penghormatan dari orang-orang di sekitarnya.

Pada akhirnya, ramalan mengenai weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya Jawa, sehingga tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan seseorang. Kondisi ekonomi dan keberhasilan seseorang tetap dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kerja keras, keterampilan, keputusan, kesempatan, dan kondisi kehidupan masing-masing.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho