← Beranda
Bukan Sekadar Karisma, 6 Weton Ini Disebut Membawa Aura Bangsawan Sejak Lahir
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 8 September 2026 | 21.38 WIB
Weton bangsawan agung yang bawa martabat dan kewibawaan tinggi kata primbon jawa. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk mengetahui hari kelahiran seseorang. Bagi sebagian masyarakat, weton juga menjadi bagian dari perhitungan tradisional untuk membaca karakter, kecenderungan perilaku, hingga perjalanan kehidupan.

Salah satu pembahasan yang cukup menarik dalam primbon adalah mengenai weton yang dipercaya memiliki aura kewibawaan, karisma, dan martabat tinggi. Pemilik weton tertentu bahkan kerap digambarkan memiliki pembawaan seperti bangsawan: tenang, disegani, serta mampu memengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Namun, perlu dipahami bahwa gambaran tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi primbon Jawa, bukan ukuran ilmiah untuk menentukan karakter maupun masa depan seseorang.

Dilansir dari akun YouTube NGAOS JAWA, terdapat enam weton yang disebut memiliki karakter kuat, berwibawa, dan membawa aura layaknya seorang bangsawan.

Baca Juga: Hoki Sedang Memihak! 8 Weton Ini Diprediksi Kebanjiran Peluang dan Rezeki Besar

1. Kamis Pahing

Kamis Pahing mempunyai neptu 17, hasil penjumlahan nilai hari Kamis sebesar 8 dan pasaran Pahing sebesar 9. Dalam hitungan primbon, angka tersebut membuat weton ini sering dikaitkan dengan karakter yang kuat dan berpengaruh.

Pemilik Kamis Pahing biasanya digambarkan sebagai pribadi yang tidak terburu-buru ketika menghadapi persoalan. Mereka cenderung mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan.

Cara berbicara yang tenang juga menjadi salah satu karakter yang membuat mereka terlihat berwibawa. Tidak harus banyak bicara, tetapi ketika menyampaikan pendapat, perkataannya sering mendapat perhatian.

Dalam kepercayaan tradisional, mereka juga dianggap memiliki kedekatan dengan nilai-nilai adat dan leluhur. Karena itu, sosok Kamis Pahing sering digambarkan teguh memegang prinsip serta tidak mudah terbawa oleh perubahan di sekitarnya.

2. Minggu Legi

Minggu Legi memiliki neptu 10, berasal dari nilai hari Minggu 5 dan pasaran Legi 5. Weton ini dipercaya membawa karakter lembut, tenang, tetapi tetap memiliki pendirian yang kuat.

Seseorang dengan weton Minggu Legi kerap digambarkan mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Tutur katanya yang sopan dan sikapnya yang menghargai orang lain membuat kehadirannya terasa menenangkan.

Menariknya, mereka tidak selalu membutuhkan posisi resmi untuk menjadi sosok yang disegani. Dalam sebuah kelompok, mereka bisa saja menjadi tempat orang lain meminta saran karena dianggap mampu memberikan pandangan dengan kepala dingin.

Menurut kepercayaan primbon, karakter tersebut membuat Minggu Legi berpotensi menonjol dalam kegiatan sosial, pendidikan, maupun lingkungan yang membutuhkan kemampuan membangun hubungan dengan banyak orang.

3. Selasa Kliwon

Selasa Kliwon memiliki neptu 11, terdiri dari nilai Selasa 3 dan Kliwon 8. Dalam primbon Jawa, weton ini sering diasosiasikan dengan karakter tegas dan kemampuan memimpin.

Pemiliknya digambarkan memiliki keyakinan yang kuat terhadap prinsip yang mereka pegang. Mereka tidak mudah berubah hanya karena mendapatkan tekanan ataupun bujukan dari orang lain.

Karisma menjadi salah satu sisi yang paling menonjol. Mereka dipercaya mampu membuat orang lain mengikuti arahannya tanpa harus menggunakan paksaan.

Selain itu, Selasa Kliwon juga kerap dikaitkan dengan kemampuan menjadi penengah ketika terjadi perselisihan. Sikap yang tegas tetapi tetap mempertimbangkan keadaan membuat mereka dianggap cocok berada dalam posisi yang membutuhkan tanggung jawab dan kepemimpinan.

4. Jumat Pon

Jumat Pon mempunyai neptu 13, yang diperoleh dari nilai Jumat 6 dan Pon 7. Dalam tradisi primbon, weton ini sering digambarkan sebagai pribadi yang memiliki pembawaan kalem tetapi menyimpan kekuatan karakter.

Mereka cenderung tidak tergesa-gesa dalam bertindak. Setiap keputusan dipertimbangkan dengan matang sehingga membuat pembawaannya terlihat dewasa.

Kewibawaan Jumat Pon juga disebut muncul secara alami. Mereka tidak harus mencari perhatian untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain.

Dalam sejumlah tafsir primbon, karakter tersebut membuat Jumat Pon dianggap cocok berada di lingkungan yang membutuhkan kemampuan membimbing dan memberikan arahan, seperti pendidikan, hukum, pemerintahan, atau kegiatan sosial.

5. Rabu Wage

Rabu Wage memiliki neptu 11, yang berasal dari nilai Rabu 7 dan Wage 4. Weton ini sering digambarkan memiliki perpaduan antara ketenangan, kecerdasan, dan kemampuan membaca keadaan.

Pemilik Rabu Wage disebut mampu mengetahui kapan harus berbicara dan kapan sebaiknya memilih diam. Kemampuan tersebut membuat mereka terlihat matang dalam menghadapi berbagai situasi.

Mereka juga dipercaya cukup peka terhadap perasaan orang lain. Tidak mengherankan apabila sosok dengan weton ini sering dijadikan tempat bercerita atau dimintai pendapat ketika orang lain menghadapi masalah.

Dalam kepercayaan tradisional Jawa, Rabu Wage juga dikaitkan dengan kemampuan bekerja di balik layar. Mereka tidak selalu membutuhkan sorotan, tetapi dapat memainkan peran penting dalam perencanaan, strategi, pendidikan, maupun lingkungan pemerintahan.

6. Sabtu Legi

Sabtu Legi mempunyai neptu 14, hasil kombinasi nilai Sabtu 9 dan Legi 5. Dalam primbon Jawa, weton ini sering digambarkan sebagai sosok yang memiliki rasa tanggung jawab dan wibawa cukup kuat.

Karakter Sabtu Legi disebut tegas, tetapi tidak selalu senang menjadi pusat perhatian. Mereka lebih suka menunjukkan kemampuan melalui tindakan daripada banyak membicarakan pencapaian diri sendiri.

Sikap tersebut membuat mereka kerap dianalogikan sebagai “raja tanpa mahkota”, yakni seseorang yang mampu mendapatkan penghormatan tanpa harus memamerkan kekuasaan.

Mereka juga dipercaya memiliki kemampuan mengayomi orang-orang di sekitarnya. Jika dikembangkan dengan baik, karakter kepemimpinan tersebut dianggap dapat membawa mereka menjadi sosok yang dipercaya dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho