JawaPos.com - Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, weton kerap digunakan untuk menggambarkan karakter seseorang sekaligus membaca berbagai aspek kehidupan, termasuk peruntungan dan rezeki.
Salah satu istilah yang dikenal dalam perhitungan primbon Jawa adalah Tibo Mukti. Weton yang berada dalam kategori ini dipercaya memiliki jalan kehidupan yang relatif mudah dalam urusan mencari penghasilan.
Selain persoalan materi, Tibo Mukti juga sering dikaitkan dengan kehidupan yang lebih harmonis. Pemilik weton tertentu dipercaya memiliki karakter yang membuatnya disegani, mudah mendapatkan kepercayaan, serta mampu menciptakan suasana rumah tangga yang tenteram.
Namun, ramalan weton tetap merupakan bagian dari kearifan dan kepercayaan tradisional, bukan jaminan mengenai masa depan seseorang. Nilai yang dapat diambil adalah menjadikannya sebagai motivasi untuk terus bekerja, menjaga perilaku, dan berbuat baik.
Baca Juga: Berkarisma dan Tegas, 5 Weton Ini Diprediksi Punya Jiwa Kepemimpinan Tinggi
Dilansir dari kanal YouTube Jawa Tulen 77, terdapat lima weton yang disebut masuk kategori Tibo Mukti dan dipercaya mempunyai peruntungan rezeki yang baik. Berikut ulasannya:
1. Rabu Legi
Rabu Legi memiliki jumlah neptu 12. Dalam primbon, pemilik weton ini digambarkan sebagai sosok yang memiliki pendirian kuat, menjunjung keadilan, dan mempunyai wawasan luas.
Sikap sopan, kejujuran, serta kebijaksanaan membuat mereka cenderung mendapatkan rasa hormat dari lingkungan sekitar. Meski demikian, Rabu Legi juga disebut memiliki sisi keras dan terkadang sulit menerima pendapat yang berbeda.
Agar jalan rezeki tetap terbuka, pemilik weton ini dianjurkan untuk mampu mengendalikan keinginan dan tidak terlalu mencampuri persoalan orang lain.
2. Kamis Pahing
Dengan neptu 17, Kamis Pahing dikenal sebagai weton yang memiliki karakter sabar, cerdas, dan berwawasan.
Mereka biasanya mempunyai target tinggi dalam kehidupan dan tidak keberatan menjalani proses panjang untuk mencapainya. Sifat pekerja keras dan dapat dipercaya juga menjadi kekuatan yang membuatnya mudah memperoleh tanggung jawab.
Selain itu, pemilik Kamis Pahing dikenal memperhatikan kerapian dan kebersihan. Kombinasi antara ketekunan, kemampuan, dan karakter yang bertanggung jawab dipercaya menjadi modal untuk mencapai keberhasilan.
3. Senin Kliwon
Senin Kliwon mempunyai neptu 12. Pemilik weton ini disebut memiliki kecerdasan serta wawasan yang baik, meskipun secara emosional cenderung lebih sensitif.
Mereka terkadang mudah merasa khawatir atau terlalu banyak memikirkan sesuatu. Namun, di balik karakter tersebut terdapat hati yang lembut dan kepedulian tinggi terhadap sesama.
Senin Kliwon juga digambarkan sebagai pribadi yang tidak segan membantu orang yang membutuhkan. Sikap gemar menolong, apabila dipertahankan dan disertai usaha yang sungguh-sungguh, dipercaya dapat menjadi salah satu jalan menuju kehidupan yang lebih berkecukupan.
4. Selasa Wage
Selasa Wage memiliki neptu 7 dan dikenal sebagai pribadi sederhana yang tidak suka mencari perhatian.
Mereka cenderung rendah hati, setia, dan mempunyai kepedulian terhadap orang lain. Di balik pembawaan yang tenang, pemilik weton ini dipercaya memiliki mental kuat dan mampu bertahan ketika menghadapi kondisi kehidupan yang sulit.
Kekurangannya, Selasa Wage terkadang memiliki sifat keras kepala dan mudah terbawa emosi. Karena itu, kemampuan mengendalikan amarah dianggap penting agar hubungan dengan orang lain tetap terjaga dan perjalanan hidup menjadi lebih lancar.
5. Sabtu Pahing
Sabtu Pahing mempunyai neptu 18, salah satu jumlah neptu yang cukup besar dalam perhitungan weton.
Pemilik weton ini dikenal memiliki ambisi kuat, semangat tinggi, dan jiwa kepemimpinan. Mereka juga disebut cocok menekuni bidang yang membutuhkan keberanian mengambil keputusan, seperti bisnis, perdagangan, maupun pekerjaan yang berkaitan dengan kepemimpinan.
Meski terkadang emosinya mudah terpancing, Sabtu Pahing memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mereka dipercaya mampu memperoleh kemudahan dalam mencari penghasilan ketika energi besar dan semangat yang dimiliki diarahkan pada kegiatan yang produktif.