← Beranda
Dari Susah Menjadi Mapan, 7 Weton Ini Dipercaya Punya Rezeki Besar di Masa Mendatang
Irfan FerdiansyahSabtu, 5 September 2026 | 22.42 WIB
seseorang yang diganjar berlipat-lipat kali./Freepik/jet-po

JawaPos.com - Perjalanan hidup setiap orang tidak selalu berjalan mulus. Ada masa ketika seseorang harus menghadapi kesulitan ekonomi, tanggung jawab berat, kegagalan, hingga berbagai persoalan yang menguji kesabaran.

Dalam tradisi Jawa, pengalaman sulit tersebut terkadang dimaknai sebagai bagian dari proses menuju kehidupan yang lebih baik. Salah satu warisan budaya yang kerap digunakan untuk membaca karakter dan perjalanan hidup adalah Primbon Jawa, termasuk melalui perhitungan weton.

Sejumlah weton dipercaya memiliki perjalanan hidup yang penuh tantangan pada masa awal, tetapi kemudian memperoleh kemapanan ketika memasuki fase kehidupan berikutnya. Keberhasilan tersebut dalam ramalan dikaitkan dengan ketekunan, kesabaran, kejujuran, serta kemampuan bertahan menghadapi berbagai keadaan.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat tujuh weton yang disebut memiliki peluang menjalani kehidupan lebih makmur setelah melewati masa-masa sulit. Berikut daftarnya:

Baca Juga: Rezeki Datang dari Banyak Arah, 8 Weton Ini Masuk Daftar Tibo Dunyo

1. Senin Legi

Pemilik weton Senin Legi digambarkan sebagai sosok yang cukup sering memikul tanggung jawab besar sejak usia muda. Dalam sejumlah kisah yang dikaitkan dengan weton ini, mereka bahkan bisa terbiasa mengurus kebutuhan keluarga atau menghadapi keadaan yang membuat mereka harus cepat mandiri.

Berbagai pengalaman tersebut dipercaya membentuk karakter kuat dan jiwa kepemimpinan. Setelah melewati masa penuh tekanan, Senin Legi disebut berpeluang menemukan jalan rezeki yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan.

Usaha sederhana yang dijalankan dengan konsisten dapat berkembang, sementara pekerjaan yang awalnya dianggap biasa saja bisa membawa perubahan ekonomi. Dalam ramalan Primbon Jawa, kehidupan mereka pada akhirnya digambarkan semakin mapan dan dihormati.

2. Rabu Pahing

Rabu Pahing disebut sebagai weton dengan karakter tangguh dan tidak mudah menyerah. Perjalanan menuju keberhasilan bagi mereka dipercaya tidak selalu berlangsung cepat.

Kegagalan dalam pekerjaan maupun usaha bisa saja menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Namun, pengalaman tersebut justru dianggap sebagai bekal untuk menjadi lebih kuat dan matang dalam mengambil keputusan.

Menurut ramalan yang beredar, keberuntungan finansial Rabu Pahing cenderung datang setelah melalui proses panjang. Ketika kesempatan mulai terbuka, kehidupan mereka dipercaya dapat berubah dari penuh keterbatasan menjadi lebih berkecukupan.

3. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon kerap mendapat perhatian khusus dalam berbagai pembahasan Primbon Jawa karena sering dikaitkan dengan karakter yang kuat dan aura yang misterius.

Dalam ramalan tersebut, pemilik weton ini dipercaya harus menghadapi sejumlah ujian pada masa awal kehidupannya. Kondisi ekonomi yang belum stabil maupun berbagai persoalan pribadi disebut dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Akan tetapi, kesabaran menjadi salah satu kekuatan utama Jumat Kliwon. Memasuki usia yang lebih matang, mereka dipercaya mulai menikmati hasil dari perjuangan sebelumnya. Kemapanan dalam pekerjaan, perkembangan usaha, serta kehidupan yang lebih nyaman menjadi gambaran keberuntungan yang dikaitkan dengan weton ini.

4. Selasa Pon

Selasa Pon digambarkan sebagai weton yang tidak selalu mendapatkan jalan mudah sejak awal. Mereka dipercaya pernah menghadapi tekanan, diremehkan, atau harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Dalam perspektif ramalan Primbon Jawa, berbagai kesulitan tersebut seolah menjadi proses yang mempersiapkan mereka menghadapi keberhasilan pada waktu yang tepat.

Rezeki Selasa Pon diibaratkan seperti simpanan yang baru terlihat hasilnya setelah melalui perjalanan panjang. Ketika peluang mulai terbuka, kehidupan mereka dipercaya dapat mengalami perubahan besar dan membawa kemapanan yang sebelumnya sulit dibayangkan.

5. Kamis Wage

Kamis Wage disebut memiliki karakter yang menjunjung tinggi kepercayaan dan komitmen. Mereka dipercaya sebagai pribadi yang berusaha memegang perkataan serta dapat diandalkan ketika diberi tanggung jawab.

Perjalanan hidupnya dalam ramalan tidak selalu langsung dipenuhi kemudahan. Namun, sikap konsisten dan dapat dipercaya dipercaya menjadi modal penting untuk membangun hubungan baik dengan orang lain.

Dari hubungan tersebut, peluang pekerjaan maupun usaha dapat semakin terbuka. Menurut ramalan yang dikutip, Kamis Wage berpotensi memperoleh kehidupan yang lebih stabil dan berkecukupan setelah melewati berbagai tantangan.

6. Minggu Pon

Minggu Pon digambarkan sebagai weton yang harus melewati berbagai pengalaman sebelum mencapai kehidupan yang lebih nyaman. Masa lalu yang penuh ujian dipercaya membentuk mental kuat dan membuat mereka tidak mudah menyerah.

Ketika kesempatan mulai datang, rezeki mereka disebut dapat bergerak lebih lancar dan stabil. Pengalaman menghadapi kesulitan juga membuat mereka lebih menghargai hasil kerja keras.

Dalam ramalan Primbon Jawa, usia matang Minggu Pon digambarkan sebagai periode ketika kehidupan mulai mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sisi materi, mereka juga dipercaya dapat memperoleh keluarga yang harmonis, tempat tinggal yang lebih baik, serta penghargaan dari lingkungan sekitar.

7. Sabtu Kliwon

Sabtu Kliwon menjadi weton terakhir yang disebut dalam ramalan tersebut. Pemilik weton ini dipercaya memiliki perjalanan hidup yang cukup berliku dan harus melewati berbagai keterbatasan.

Sebagian dari mereka digambarkan tumbuh dalam kondisi sederhana sehingga terbiasa menghadapi kehidupan dengan penuh perjuangan. Kerendahan hati, kesetiaan, dan keteguhan menjadi karakter yang dipercaya membantu mereka bertahan.

Seiring bertambahnya usia, Sabtu Kliwon diramalkan mengalami peningkatan kehidupan. Usaha yang dijalankan dapat berkembang, kondisi finansial semakin stabil, dan kehidupan keluarga menjadi lebih nyaman. Bahkan, mereka disebut berpotensi meninggalkan aset atau warisan bagi generasi berikutnya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho