← Beranda
Tak Pernah Pelit Menolong, 8 Weton Ini Disebut Punya Magnet Rezeki Kuat
Irfan FerdiansyahSabtu, 5 September 2026 | 05.24 WIB
Ilustrasi weton kaya raya (magnific)

JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran. Perhitungan hari dan pasaran tersebut sejak dahulu kerap dikaitkan dengan karakter, keberuntungan, jodoh, hingga perjalanan rezeki seseorang.

Di antara berbagai tafsir primbon, ada sejumlah weton yang dipercaya memiliki sifat suka membantu sesama. Mereka disebut tidak segan memberikan waktu, tenaga, maupun materi ketika melihat orang lain sedang mengalami kesulitan.

Kepercayaan tersebut kemudian melahirkan pandangan bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi salah satu jalan datangnya keberkahan. Dengan kata lain, orang yang gemar menanam kebaikan dipercaya akan mendapatkan balasan baik pada waktunya.

Dikutip dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat delapan weton yang disebut memiliki karakter dermawan dan gemar menolong. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Punya Kepribadian Unggul Sejak Lahir, 5 Weton Ini Disebut Bawa Energi Positif

1. Minggu Pahing

Minggu Pahing digambarkan sebagai sosok yang mempunyai jiwa kepemimpinan sekaligus kepedulian sosial tinggi. Mereka disebut tidak mudah berpaling ketika melihat orang lain sedang menghadapi kesulitan.

Keinginan membantu tersebut membuat pemilik weton ini kerap memiliki banyak relasi. Hubungan baik yang terjalin dengan orang-orang di sekitarnya dipercaya dapat membuka berbagai kesempatan, termasuk dalam pekerjaan dan usaha.

Dalam tafsir primbon, kebaikan Minggu Pahing seolah menjadi modal sosial yang membuat jalan rezekinya semakin luas. Dukungan dari orang lain dapat hadir melalui kerja sama, kepercayaan, maupun peluang baru.

2. Senin Pon

Pemilik weton Senin Pon dikenal dengan karakter sederhana, ramah, dan mudah mendapatkan kepercayaan. Mereka cenderung memperlakukan orang lain dengan baik tanpa terlalu banyak mempertimbangkan keuntungan pribadi.

Sikap tersebut membuat lingkungan sosial Senin Pon cukup kuat. Banyak orang merasa nyaman bekerja sama maupun menjalin hubungan bisnis dengan mereka.

Tak heran, dalam sejumlah tafsir primbon, rezeki Senin Pon sering dikaitkan dengan kemitraan, perdagangan, dan usaha yang dibangun melalui hubungan baik. Semakin luas kepercayaan yang diperoleh, semakin banyak pula peluang yang dipercaya dapat datang.

3. Selasa Wage

Selasa Wage disebut sebagai salah satu weton yang memiliki jiwa penolong tinggi. Mereka digambarkan rela mengesampingkan kepentingan pribadi ketika ada orang lain yang membutuhkan bantuan.

Sifat tersebut membuat mereka dikenal sebagai pribadi yang dapat diandalkan. Kepercayaan yang muncul dari sikap tulus itu dipercaya menjadi salah satu jalan terbukanya kesempatan dalam kehidupan.

Dalam urusan rezeki, Selasa Wage tidak selalu digambarkan sebagai orang yang mengejar kekayaan secara agresif. Justru, peluang finansial dipercaya bisa datang melalui orang-orang yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka.

4. Rabu Kliwon

Rabu Kliwon kerap dikaitkan dengan pribadi yang memiliki pembawaan tenang dan kemampuan memahami orang lain. Mereka disebut senang berbagi pengetahuan, memberikan masukan, serta membantu orang yang sedang menghadapi persoalan.

Kepedulian tersebut membuat Rabu Kliwon dipercaya mempunyai jaringan sosial yang cukup kuat. Tidak sedikit kesempatan yang datang melalui orang-orang yang pernah merasakan manfaat dari bantuan mereka.

Menurut kepercayaan primbon, rezeki yang diperoleh Rabu Kliwon juga cenderung tidak hanya dinikmati sendiri. Mereka dipercaya memiliki kecenderungan menggunakan keberhasilannya untuk membantu keluarga maupun lingkungan sekitar.

5. Kamis Pahing

Kamis Pahing dikenal sebagai weton yang mempunyai karakter murah hati dan suka berbagi. Mereka disebut tidak keberatan memberikan pertolongan ketika melihat orang lain membutuhkan.

Kebaikan yang dilakukan tanpa pamrih dipercaya dapat membawa keberuntungan tersendiri. Dalam berbagai kisah yang beredar di kalangan masyarakat, peluang besar terkadang datang setelah seseorang membantu orang lain dengan tulus.

Dalam bidang usaha, Kamis Pahing juga dipercaya memiliki kemampuan menemukan kesempatan yang menguntungkan. Namun, tentu saja keberhasilan tetap membutuhkan usaha, perencanaan, dan kemampuan mengelola peluang secara bijaksana.

6. Jumat Legi

Jumat Legi sering digambarkan sebagai pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Mereka disebut senang berbagi dan tidak selalu mengharapkan balasan atas kebaikan yang diberikan.

Karena sifat tersebut, Jumat Legi kerap disebut sebagai pembawa berkah. Orang-orang di sekelilingnya dipercaya ikut merasakan manfaat dari keberadaan mereka.

Dalam tafsir primbon, kebaikan yang terus dilakukan dapat beriringan dengan terbukanya jalan rezeki. Bentuknya bisa berupa kelancaran usaha, kesempatan pekerjaan, maupun kepercayaan untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar.

7. Sabtu Pon

Sabtu Pon memiliki karakter pekerja keras sekaligus peduli terhadap orang lain. Ketika membantu, mereka tidak hanya mengandalkan perkataan, tetapi juga bersedia memberikan waktu dan tenaga.

Sikap tersebut membuat pemilik weton ini dipercaya sebagai sosok yang dapat diandalkan. Dalam hubungan pertemanan maupun kerja sama, mereka cenderung memperoleh kepercayaan karena dianggap memiliki komitmen yang kuat.

Kepercayaan dari orang lain inilah yang kemudian dikaitkan dengan terbukanya peluang ekonomi. Sabtu Pon dipercaya mampu membangun kehidupan yang berkecukupan melalui kerja keras, relasi, dan konsistensi dalam berbuat baik.

8. Minggu Kliwon

Minggu Kliwon dikenal dalam tafsir tersebut sebagai pribadi yang senang memberikan semangat dan hadir ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

Sikap terbuka dan kepedulian mereka membuat jaringan pertemanan Minggu Kliwon dipercaya cukup luas. Dari hubungan sosial yang terawat tersebut, berbagai kesempatan dapat muncul tanpa diduga.

Mereka juga disebut mampu meraih keberhasilan tanpa kehilangan sifat rendah hati. Kekayaan atau pencapaian yang diperoleh justru dipercaya dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho