← Beranda
Weton Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Terungkap, Benarkah Jadi Rahasia Kekayaan Pasangan Sultan?
Elista Ita YustikaKamis, 3 September 2026 | 04.06 WIB
Ilustrasi perhitungan weton dalam tradisi Jawa yang kerap dikaitkan dengan jodoh, karakter, dan perjalanan hidup seseorang / IG newsrans

JawaPos.com – Weton menjadi salah satu warisan budaya Jawa yang hingga kini masih menarik perhatian masyarakat. 

Perhitungan berdasarkan hari kelahiran dan pasaran Jawa tersebut kerap digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari mencari hari baik, melihat kecocokan pasangan, hingga menafsirkan karakter dan perjalanan hidup seseorang.

Di tengah perkembangan zaman, pembahasan mengenai weton bahkan semakin populer melalui media sosial. 

Tidak hanya masyarakat biasa, kehidupan sejumlah tokoh dan selebritas pun kerap dikaitkan dengan perhitungan tersebut.

Salah satu pasangan yang belakangan menjadi bahan pembahasan adalah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Keduanya dikenal sebagai salah satu pasangan selebritas paling populer di Indonesia. 

Kesuksesan mereka di dunia hiburan dan bisnis kemudian membuat sebagian orang mencoba menghubungkannya dengan perhitungan weton.

Menurut sejumlah perhitungan tradisional yang beredar, weton keduanya dikaitkan dengan kategori tertentu yang dipercaya dapat menggambarkan kehidupan, jodoh, hingga keberuntungan.

Namun, benarkah weton dapat menentukan seseorang menjadi kaya raya? 

Dilansir dari kanal YouTube Tulung Jagat Channel, Rabu (2/9), berikut penjelasannya.

Mengenal Weton dalam Tradisi Masyarakat Jawa 

Bagi masyarakat Jawa, weton bukanlah istilah asing.

Weton merupakan sistem penanggalan tradisional yang menggabungkan tujuh hari dalam satu pekan, seperti Senin hingga Minggu, dengan lima hari pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Perpaduan antara hari dan pasaran inilah yang kemudian menghasilkan weton kelahiran seseorang.

Dalam tradisi Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka tertentu yang dikenal sebagai neptu

Nilai tersebut kemudian dijumlahkan dan digunakan dalam berbagai bentuk perhitungan.

Weton sering kali digunakan untuk memperhitungkan kecocokan pasangan sebelum menikah.

Selain itu, sebagian masyarakat juga menggunakan weton untuk memilih hari pelaksanaan pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, hingga kegiatan penting lainnya.

Bagi sebagian orang, hal tersebut merupakan bagian dari cara menghormati warisan budaya leluhur.

Namun, persoalan mulai muncul ketika hasil perhitungan tersebut dipercaya sebagai penentu mutlak masa depan seseorang.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Dikaitkan dengan Perhitungan Weton

Dalam video yang menjadi dasar pembahasan ini, kelahiran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dikaitkan dengan hitungan weton Jawa.

Perhitungan tersebut kemudian menghasilkan angka neptu tertentu yang dipercaya memiliki makna khusus.

Angka tersebut selanjutnya dikaitkan dengan berbagai karakter, mulai dari popularitas, kemudahan mendapatkan perhatian masyarakat, keberuntungan, hingga potensi kekayaan.

Ketika hasil perhitungan weton keduanya digabungkan, muncul pula istilah tertentu dalam primbon Jawa yang kemudian ditafsirkan sebagai tanda kehidupan penuh kemuliaan dan kemudahan dalam meraih keinginan.

Kesuksesan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina kemudian dianggap selaras dengan hasil perhitungan tersebut.

Keduanya memang telah membangun karier panjang di industri hiburan Indonesia. 

Selain aktif sebagai figur publik, keduanya juga mengembangkan berbagai kegiatan bisnis.

Namun, menghubungkan kesuksesan seseorang secara langsung dengan weton tentu perlu disikapi secara kritis.

Kesuksesan Tidak Datang Hanya karena Weton

Menjadi seorang tokoh sukses membutuhkan perjalanan panjang.

Popularitas tidak muncul secara tiba-tiba hanya karena seseorang lahir pada hari dan pasaran tertentu.

Begitu pula dengan kekayaan.

Kesuksesan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kemampuan, pendidikan, kerja keras, kesempatan, jaringan, strategi, konsistensi, hingga keputusan-keputusan yang diambil selama hidup.

Karena itu, ketika seseorang memiliki kehidupan yang sukses, tidak tepat apabila seluruh pencapaiannya hanya dikaitkan dengan tanggal kelahiran.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, misalnya, telah menjalani perjalanan panjang dalam dunia hiburan.

Keduanya membangun karier selama bertahun-tahun dan terus mengembangkan berbagai aktivitas profesional.

Melihat perjalanan hidup seseorang hanya dari hasil perhitungan weton tentu berpotensi mengabaikan usaha dan kerja keras yang telah dilakukan.

Mengenal Neptu dalam Perhitungan Jawa

Dalam tradisi Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu.

Nilai tersebut kemudian menjadi dasar berbagai perhitungan dalam primbon.

Sebagai contoh, seseorang akan menjumlahkan nilai hari kelahirannya dengan nilai pasaran. 

Hasilnya kemudian dapat digunakan dalam perhitungan tradisional tertentu.

Dalam urusan pernikahan, nilai kedua calon pasangan biasanya dijumlahkan.

Hasil akhir tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori-kategori yang terdapat dalam primbon Jawa.

Beberapa kategori hasil perhitungan bahkan memiliki nama yang cukup populer, seperti pegat, ratu, jodoh, topo, tinari, padu, sujanan, dan pesthi.

Setiap kategori kemudian memiliki penafsiran masing-masing mengenai perjalanan rumah tangga.

Salah satunya adalah kategori ratu, yang dalam sejumlah penafsiran primbon sering dikaitkan dengan kehidupan yang harmonis dan dihormati banyak orang.

Namun, penting diingat bahwa penafsiran tersebut merupakan bagian dari sistem kepercayaan tradisional.

Hasil perhitungan tidak dapat digunakan sebagai jaminan bahwa kehidupan seseorang akan benar-benar berjalan sesuai dengan ramalan.

Weton dan Kepercayaan tentang Makhluk Gaib

Selain membahas jodoh dan rezeki, video tersebut juga mengaitkan angka weton tertentu dengan kemungkinan gangguan makhluk gaib.

Orang yang memiliki jumlah neptu tertentu disebut berpotensi mengalami gangguan dari makhluk tak kasatmata.

Klaim semacam ini perlu disikapi dengan sangat hati-hati.

Tidak terdapat bukti ilmiah bahwa seseorang yang lahir pada hari tertentu otomatis memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan makhluk gaib dibandingkan orang lain.

Dalam ajaran Islam, keberadaan jin memang merupakan bagian dari perkara gaib yang diyakini.

Namun, menghubungkan keberadaan atau gangguan jin dengan angka kelahiran seseorang merupakan persoalan yang membutuhkan dasar agama yang jelas.

Seorang Muslim juga tidak seharusnya hidup dalam ketakutan hanya karena mengetahui hasil perhitungan wetonnya.

Jika seseorang merasa khawatir terhadap gangguan atau hal-hal yang tidak diinginkan, Islam mengajarkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Weton sebagai Budaya dan Batas Keyakinan dalam Islam

Bagaimana sebenarnya Islam memandang weton?

Pertanyaan tersebut sering muncul karena masyarakat Jawa pada umumnya memiliki hubungan yang cukup erat dengan tradisi penanggalan leluhur.

Pada dasarnya, memahami weton sebagai bagian dari sejarah dan kebudayaan tidak sama dengan meyakini weton memiliki kekuatan gaib.

Seseorang dapat mempelajari sistem kalender Jawa, mengenal hari pasaran, atau memahami sejarah primbon sebagai bagian dari wawasan budaya.

Namun, persoalan berbeda apabila seseorang meyakini bahwa weton secara mandiri dapat menentukan rezeki, jodoh, kematian, kekayaan, atau musibah.

Dalam ajaran Islam, perkara gaib dan masa depan merupakan bagian dari kekuasaan Allah SWT.

Manusia tidak dapat mengetahui seluruh perjalanan hidupnya hanya melalui angka dan perhitungan hari kelahiran.

Karena itu, seseorang hendaknya berhati-hati agar penghormatan terhadap tradisi tidak berubah menjadi keyakinan bahwa suatu angka memiliki kekuatan untuk menentukan takdir.

Jangan Jadikan Weton sebagai Penentu Masa Depan

Membaca perhitungan weton mungkin dapat menjadi hal yang menarik bagi sebagian orang.

Namun, seseorang sebaiknya tidak menjadikan hasilnya sebagai penentu seluruh keputusan hidup.

Bayangkan jika seseorang membatalkan pernikahan hanya karena hasil hitungan wetonnya dianggap tidak cocok.

Atau, seseorang memilih tidak membuka usaha karena hari kelahirannya dianggap kurang baik.

Keputusan-keputusan besar seperti itu seharusnya tidak hanya didasarkan pada sebuah perhitungan tradisional.

Dalam urusan pernikahan, misalnya, seseorang perlu mempertimbangkan kesiapan mental, tanggung jawab, karakter, komunikasi, dan komitmen bersama pasangan.

Sementara dalam urusan pekerjaan dan rezeki, usaha, kemampuan, serta strategi tentu memiliki peranan penting.

Kesuksesan Memerlukan Usaha dan Kesempatan

Kisah kesuksesan seorang figur publik memang sering membuat masyarakat penasaran.

Orang kemudian mencari berbagai alasan untuk menjelaskan mengapa seseorang dapat meraih popularitas dan kekayaan.

Weton menjadi salah satu penafsiran yang menarik karena merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dikenal.

Namun, kesuksesan seseorang tidak dapat disederhanakan hanya menjadi persoalan hari kelahiran.

Seseorang bisa lahir dengan weton yang dipercaya memiliki keberuntungan, tetapi tidak akan mendapatkan hasil maksimal apabila tidak melakukan usaha.

Sebaliknya, seseorang yang memiliki hasil hitungan weton kurang baik tetap dapat meraih berbagai pencapaian melalui kerja keras dan kesempatan yang dimilikinya.

Karena itu, weton sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari kekayaan tradisi dan budaya, bukan sebagai vonis mengenai masa depan.

Tradisi Tetap Bisa Dipelajari

Masyarakat tidak harus meninggalkan seluruh warisan leluhur untuk dapat menjalankan keyakinan agamanya.

Tradisi Jawa memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Weton, kalender Jawa, dan berbagai pengetahuan tradisional dapat dipelajari sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah.

Namun, ada batas yang perlu dipahami.

Mempelajari budaya berbeda dengan menggantungkan nasib kepada budaya tersebut.

Seseorang dapat mengetahui wetonnya tanpa harus merasa takut terhadap ramalan buruk. 

Seseorang juga dapat menghormati tradisi keluarga tanpa meyakini bahwa angka tertentu mampu menentukan seluruh perjalanan hidupnya.

Pada akhirnya, kehidupan manusia tidak hanya ditentukan oleh hari ketika ia dilahirkan.

Usaha, pilihan, doa, dan berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang kehidupan menjadi bagian dari perjalanan setiap manusia.

Bagi seorang Muslim, semua hal tersebut tetap berada dalam ketentuan dan kehendak Allah SWT.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho