← Beranda
5 Weton yang Sering Diremehkan tetapi Diramalkan Jadi Pejabat Tinggi, Ada Weton Anda?
Elista Ita YustikaKamis, 3 September 2026 | 03.50 WIB
Ilustrasi perhitungan weton dalam tradisi Jawa yang kerap dikaitkan dengan karakter dan perjalanan hidup seseorang / magnific

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang harus menghadapi perlakuan kurang menyenangkan dari lingkungan sekitarnya. 

Diremehkan, dihina, bahkan dianggap tidak memiliki masa depan menjadi pengalaman yang mungkin pernah dirasakan banyak orang.

Namun, siapa sangka, orang yang saat ini sering dipandang sebelah mata justru bisa menjadi sosok sukses di masa depan.

Baca Juga: 5 Weton Ini Diramalkan Berjaya pada September 2026, Rezeki hingga Karier Disebut Berubah

Setidaknya, hal tersebut menjadi salah satu gambaran yang muncul dalam berbagai penafsiran Primbon Jawa.

Berdasarkan perhitungan weton, terdapat sejumlah hari kelahiran yang dipercaya memiliki karakter kuat, sabar, serta mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.

Menariknya, beberapa weton tersebut disebut sering mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari orang lain. 

Meski demikian, kesabaran dan keteguhan hati mereka dipercaya dapat membawa pemiliknya menuju kesuksesan.

Bahkan, dalam sejumlah penafsiran Primbon Jawa, lima weton berikut disebut memiliki potensi menjadi orang terpandang hingga menduduki jabatan tinggi.

Tentu saja, perhitungan ini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Keberhasilan seseorang dalam kehidupan tetap membutuhkan kerja keras, kemampuan, kesempatan, dan doa.

Lantas, weton apa saja yang disebut sering diremehkan tetapi dipercaya memiliki potensi menjadi sosok besar?

Dilansir dari kanal YouTube Wawan Tutor, Rabu (2/9), berikut penjelasannya.

1. Jumat Legi

Weton pertama yang disebut dalam penafsiran Primbon Jawa adalah Jumat Legi.

Orang yang lahir pada Jumat Legi dipercaya memiliki jumlah neptu 11. 

Dalam sejumlah penafsiran tradisional, weton ini berada di bawah naungan Satria Wibawa.

Istilah Satria Wibawa sering dikaitkan dengan karakter seseorang yang memiliki wibawa dan potensi kepemimpinan.

Meski demikian, perjalanan hidup seseorang dengan weton Jumat Legi dipercaya tidak selalu berjalan mulus.

Mereka disebut dapat menghadapi orang-orang yang meremehkan atau bahkan menghina dirinya. 

Terlebih apabila pemilik weton tersebut memiliki cita-cita yang besar.

Namun, justru berbagai tantangan tersebut dipercaya menjadi dorongan bagi Jumat Legi untuk terus berkembang.

Sifat sabar dan keteguhan hati menjadi karakter yang kerap dilekatkan kepada pemilik weton ini.

Alih-alih membalas perlakuan buruk dengan kemarahan, mereka dipercaya mampu mengambil sisi positif dari pengalaman yang dialami.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, keteguhan tersebut dipercaya dapat mengantarkan Jumat Legi menuju kehidupan yang lebih baik.

2. Weton dengan Karakter Kuat dan Pantang Menyerah

Weton berikutnya dalam penafsiran ini dipercaya memiliki karakter yang cukup kuat.

Pemiliknya disebut memiliki tekad besar ketika ingin mencapai sesuatu. 

Berbagai hambatan tidak mudah membuat mereka menyerah.

Orang dengan karakter seperti ini mungkin terlihat tenang dan tidak banyak bicara. Namun, mereka memiliki keteguhan hati yang besar.

Dalam perjalanan hidup, mereka juga dipercaya kerap diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, perlakuan tersebut tidak selalu dibalas dengan kemarahan.

Sebaliknya, berbagai pengalaman pahit justru dapat dijadikan sebagai motivasi untuk membuktikan kemampuan diri.

Sifat pantang menyerah inilah yang kemudian dalam penafsiran Primbon Jawa dianggap dapat membawa seseorang menuju posisi yang terpandang.

3. Kamis Pahing

Weton Kamis Pahing juga termasuk dalam daftar weton yang dipercaya memiliki potensi besar.

Pemilik weton Kamis Pahing disebut memiliki neptu 17.

Dalam sejumlah penafsiran tradisional, weton ini juga dikaitkan dengan naungan Satria Wibawa.

Orang yang lahir pada Kamis Pahing dipercaya memiliki karakter yang tenang dan tidak mudah tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

Mereka cenderung menjalani kehidupan dengan kesabaran dan kerja keras.

Namun, sikap tenang tersebut terkadang justru membuat mereka dipandang sebelah mata.

Tidak sedikit orang yang menganggap seseorang yang pendiam sebagai sosok yang tidak memiliki ambisi.

Padahal, di balik sikapnya yang tenang, seseorang dapat memiliki tekad besar untuk mencapai tujuan hidup.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, karakter tersebut dipercaya menjadi salah satu kekuatan terbesar pemilik weton Kamis Pahing.

Mereka disebut memiliki kemampuan untuk terus bekerja keras meski tidak selalu mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

4. Sabtu Kliwon

Sabtu Kliwon menjadi weton berikutnya yang disebut memiliki potensi untuk menjadi sosok terpandang.

Weton ini dipercaya memiliki jumlah neptu 17.

Dalam beberapa penafsiran Primbon Jawa, Sabtu Kliwon juga dikenal memiliki hubungan dengan istilah weton ratu.

Istilah tersebut kemudian sering dikaitkan dengan potensi kepemimpinan dan kewibawaan.

Pemilik weton Sabtu Kliwon dipercaya memiliki karakter sabar serta mampu menjaga kepercayaan yang diberikan orang lain.

Namun, mereka juga tidak selalu menjalani kehidupan dengan mudah.

Seperti manusia pada umumnya, pemilik weton ini juga dapat menghadapi penolakan dan berbagai komentar negatif dari lingkungan sekitarnya.

Dalam penafsiran tradisional, kesabaran menjadi salah satu kekuatan utama mereka.

Ketika diremehkan, mereka dipercaya lebih memilih untuk membuktikan kemampuan melalui tindakan.

Sikap tersebut membuat Sabtu Kliwon sering dikaitkan dengan sosok yang berpotensi mendapatkan penghormatan dari banyak orang.

5. Rabu Pon

Weton terakhir yang disebut memiliki potensi menjadi sosok terpandang adalah Rabu Pon.

Pemilik weton ini dipercaya memiliki neptu 14.

Dalam sejumlah penafsiran Primbon Jawa, Rabu Pon disebut memiliki karakter yang mudah bergaul, cerdas, dan mampu menghadapi berbagai persoalan.

Kemampuan tersebut dipercaya menjadi modal penting dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan.

Namun, pemilik weton Rabu Pon juga disebut dapat mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari orang lain.

Tidak semua orang mampu memahami karakter dan kemampuan seseorang.

Terkadang, seseorang justru diremehkan ketika sedang berada di titik awal perjuangannya.

Dalam penafsiran tradisional, Rabu Pon dipercaya tidak mudah membalas perlakuan tersebut dengan kemarahan.

Mereka disebut mampu bertahan, bekerja keras, dan menjadikan berbagai pengalaman sebagai pembelajaran.

Karakter inilah yang kemudian dipercaya dapat membuka jalan menuju keberhasilan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho