← Beranda
Siap Ketiban Rezeki? 4 Weton Ini Dipercaya Berpeluang Hidup Serba Berkecukupan
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 1 September 2026 | 23.26 WIB
Weton paling makmur yang siap terima uang dan rezeki jumlah tak biasa./Freepik.

JawaPos.com - Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton kerap digunakan untuk membaca karakter dan peruntungan seseorang berdasarkan kombinasi hari kelahiran dengan pasaran.

Sejumlah weton bahkan dipercaya memiliki peruntungan yang lebih baik dalam urusan pekerjaan, usaha, dan rezeki. Mereka digambarkan mempunyai karakter kuat serta ketekunan yang dapat membantu membuka berbagai kesempatan dalam kehidupan.

Menurut kepercayaan dalam Primbon Jawa, ada beberapa weton yang dianggap mempunyai potensi menjalani kehidupan makmur karena didukung karakter, keberuntungan, dan naungan tertentu.

Dikutip dari akun YouTube Pandawa Cirebon, berikut empat weton yang disebut memiliki peruntungan makmur dan berpeluang memperoleh rezeki dalam jumlah besar.

Baca Juga: Punya Naluri Bisnis Tajam, 10 Weton Ini Dipercaya Berpeluang Jadi Sultan

1. Minggu Wage

Minggu Wage menjadi salah satu weton yang disebut mempunyai karakter kuat dan kemauan yang sulit digoyahkan.

Dalam perhitungan Primbon Jawa, Minggu memiliki nilai neptu lima, sedangkan Wage bernilai empat. Dengan demikian, kombinasi keduanya menghasilkan neptu sembilan.

Pemilik weton ini dikenal mempunyai tekad besar ketika sudah menentukan tujuan. Mereka cenderung tidak mudah menyerah meskipun harus menghadapi berbagai hambatan dalam perjalanan.

Kegigihan tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang membantu mereka meraih hasil dari setiap usaha yang dijalankan.

Dalam ramalan Primbon Jawa, Minggu Wage juga dikaitkan dengan Waseso Segoro dan Dadi Kayu, yang dipercaya membawa pengaruh baik terhadap perjalanan hidup serta usaha seseorang.

2. Selasa Pon

Selasa Pon memiliki jumlah neptu 10, berasal dari nilai hari Selasa sebesar tiga dan pasaran Pon sebesar tujuh.

Orang yang lahir pada weton ini dikenal cekatan dan mampu bergerak cepat ketika melihat sebuah kesempatan. Sifat tersebut dapat menjadi kelebihan, terutama ketika mereka harus mengambil tindakan dalam pekerjaan maupun usaha.

Namun, kecepatan dalam bertindak juga perlu diimbangi dengan pertimbangan matang agar tidak terburu-buru ketika menghadapi keputusan penting.

Menurut kepercayaan Primbon Jawa, Selasa Pon berada dalam naungan Watu dan Tunggak Semi. Naungan tersebut dipercaya berkaitan dengan datangnya keberuntungan dan kemudahan dalam memperoleh hasil dari berbagai usaha.

3. Rabu Pahing

Berikutnya adalah Rabu Pahing. Weton ini mempunyai neptu cukup besar, yakni 16, dari perpaduan Rabu yang bernilai tujuh dan Pahing yang bernilai sembilan.

Karakter pemilik Rabu Pahing digambarkan tegas, kuat pendirian, dan memiliki daya juang tinggi. Ketika menginginkan sesuatu, mereka cenderung berusaha keras sampai tujuan tersebut tercapai.

Sikap pantang menyerah menjadi salah satu modal yang membuat mereka mampu melewati berbagai tantangan.

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, Rabu Pahing dikaitkan dengan Gulus Banyu, Tunggak Semi, dan Ilmu Latifan. Naungan tersebut dipercaya memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan dan kemakmuran pemilik weton.

Rezeki mereka juga disebut dapat berasal dari pekerjaan atau usaha yang dilakukan secara konsisten.

4. Kamis Kliwon

Kamis Kliwon menjadi weton terakhir dalam daftar ini. Kombinasi Kamis dengan nilai delapan dan Kliwon dengan nilai delapan menghasilkan neptu 16.

Pemilik weton Kamis Kliwon dikenal memiliki etos kerja yang kuat. Mereka cenderung tekun, konsisten, dan mampu mempertahankan fokus ketika sedang mengejar target.

Tidak mudah menyerah menjadi salah satu karakter yang membuat mereka terus berusaha meski hasil belum langsung terlihat.

Dalam tradisi Primbon Jawa, Kamis Kliwon dikaitkan dengan Ilmu Latifan, Tulus Banyu, dan Tunggak Semi. Ketiganya dipercaya membawa pengaruh terhadap kebijaksanaan, kemampuan, serta keberuntungan dalam mencari penghidupan.

Dengan ketekunan dan kemampuan yang dimiliki, weton ini dipercaya mempunyai peluang untuk menikmati kemakmuran secara bertahap.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho