← Beranda
Tak Gampang Goyah Saat Diterpa Masalah, 8 Weton Ini Disebut Punya Aura Kemakmuran
Irfan FerdiansyahMinggu, 23 Agustus 2026 | 01.13 WIB
seseorang yang kekayaannya tiada batas./Freepik.

JawaPos.com – Dalam tradisi Primbon Jawa, terdapat berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan karakter dan potensi kehidupan seseorang berdasarkan weton kelahirannya. Salah satunya adalah istilah “balungan gajah”, yang secara simbolis menggambarkan sosok dengan ketahanan kuat, mental kokoh, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Istilah tersebut tidak semata-mata dikaitkan dengan kekayaan berupa materi. Dalam penafsiran tradisional, seseorang yang disebut memiliki karakter balungan gajah juga dianggap mempunyai kegigihan, keberanian, kemampuan membaca peluang, serta daya tahan ketika menghadapi kesulitan.

Dengan karakter tersebut, mereka dipercaya mampu membangun kehidupan yang semakin mapan apabila dapat mengimbanginya dengan kerja keras dan pengelolaan keuangan yang baik.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, berikut delapan weton yang disebut termasuk golongan ‘balungan gajah’ menurut tafsir Primbon Jawa.

Baca Juga: Punya Daya Juang Tinggi, 3 Weton Ini Dipercaya Selalu Menemukan Jalan Menuju Kesuksesan

1. Minggu Pahing – Karismatik dan Pandai Melihat Peluang

Pemilik weton Minggu Pahing sering digambarkan sebagai pribadi yang mempunyai wibawa serta kemampuan memimpin. Mereka cenderung mudah mendapatkan kepercayaan sehingga mempunyai kesempatan membangun relasi yang luas.

Dalam urusan pekerjaan dan usaha, karakter strategis membuat mereka dipercaya tidak mudah kehabisan ide. Mereka mampu mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum menentukan langkah.

Ibarat gajah yang bergerak dengan penuh perhitungan, Minggu Pahing dipercaya lebih memilih langkah yang terukur daripada mengambil keputusan secara terburu-buru. Kemampuan tersebut diyakini dapat menjadi modal untuk membangun kemapanan dalam jangka panjang.

2. Rabu Kliwon – Tenang tetapi Tajam Membaca Keadaan

Rabu Kliwon dikenal dengan karakter yang cenderung kalem, tetapi memiliki pemikiran yang tajam. Mereka dipercaya mampu memperhatikan keadaan secara detail sebelum menentukan tindakan.

Dalam urusan finansial, weton ini disebut mempunyai kemampuan memanfaatkan peluang kecil yang berpotensi berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.

Mereka bukan tipe yang tergesa-gesa. Namun, ketika sudah menetapkan pilihan, langkahnya cenderung mantap dan sulit dipengaruhi oleh keadaan di sekitarnya.

3. Jumat Legi – Rezeki Terbuka Lewat Relasi

Jumat Legi sering dikaitkan dengan kemampuan bersosialisasi dan membangun hubungan baik. Pemilik weton ini dipercaya mudah mendapatkan simpati karena mampu menjaga komunikasi serta kepercayaan.

Bagi mereka, jaringan pertemanan bukan sekadar hubungan sosial, tetapi juga dapat menjadi pintu munculnya kesempatan baru.

Dalam tafsir Primbon Jawa, Jumat Legi digambarkan memiliki fondasi rezeki yang kuat. Ketika kemampuan bersosialisasi dipadukan dengan kerja keras dan tanggung jawab, mereka diyakini mempunyai peluang untuk mencapai kehidupan yang lebih mapan.

4. Selasa Pon – Tekad Kuat dan Pantang Mundur

Selasa Pon digambarkan sebagai sosok yang memiliki kemauan keras. Hambatan dalam perjalanan hidup justru dianggap sebagai tantangan yang harus dilewati untuk mencapai tujuan.

Mereka dipercaya tidak takut memulai sesuatu dari bawah. Selama mempunyai tujuan yang jelas, proses panjang bukan alasan untuk berhenti berusaha.

Karakter pantang menyerah inilah yang kemudian dianalogikan seperti gajah yang mampu berjalan jauh dengan langkah stabil. Kesuksesan bagi Selasa Pon dipercaya lebih banyak dibangun melalui ketekunan daripada keberuntungan sesaat.

5. Kamis Pahing – Cerdas Mengubah Kesempatan

Kamis Pahing disebut memiliki kecerdikan dan kemampuan beradaptasi yang cukup kuat. Mereka dipercaya dapat melihat potensi dari kesempatan yang terkadang dianggap sederhana oleh orang lain.

Kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan juga menjadi salah satu kekuatannya. Ketika menghadapi situasi sulit, mereka cenderung mencari jalan keluar daripada menyerah pada keadaan.

Karakter tersebut membuat Kamis Pahing dalam tafsir tradisional kerap digambarkan sebagai sosok yang sanggup memikul tanggung jawab besar dan tetap berusaha menjaga kestabilan hidup.

6. Senin Kliwon – Mengandalkan Intuisi dan Perhitungan

Pemilik Senin Kliwon dipercaya memiliki intuisi yang cukup kuat, terutama ketika harus menentukan pilihan penting.

Dalam urusan bisnis atau keuangan, mereka digambarkan tidak sembarangan mengambil keputusan. Mereka cenderung memperhatikan situasi terlebih dahulu untuk menentukan kapan harus maju dan kapan sebaiknya menunggu.

Menurut kepercayaan Primbon Jawa, rezeki Senin Kliwon juga dapat datang melalui jalur yang tidak selalu terduga. Namun, kemampuan mengelola peluang tetap menjadi faktor penting agar kesempatan tersebut dapat memberikan hasil yang baik.

7. Sabtu Wage – Ulet dan Pandai Mengelola Hasil

Sabtu Wage dikenal mempunyai daya juang yang tinggi. Ketika menghadapi kegagalan, mereka dipercaya tidak mudah menyerah dan akan mencari cara lain untuk mencapai tujuan.

Selain pekerja keras, weton ini juga digambarkan memiliki kecenderungan untuk berhati-hati dalam menggunakan hasil yang diperoleh.

Sifat hemat dan pandangan jangka panjang dianggap dapat membantu mereka mempertahankan kondisi finansial. Karena itu, kemakmuran Sabtu Wage dalam tafsir tradisional lebih banyak dikaitkan dengan proses yang bertahap dan konsisten.

8. Rabu Pon – Jeli Membaca Arah Perubahan

Rabu Pon menjadi weton terakhir dalam daftar ini. Pemiliknya dipercaya mempunyai insting yang cukup baik dalam melihat perkembangan dan perubahan di sekitarnya.

Dalam dunia usaha, karakter tersebut dianggap membantu mereka menentukan bidang yang memiliki peluang untuk berkembang. Mereka juga digambarkan mempunyai tujuan yang cukup jelas sehingga tidak mudah kehilangan arah.

Seperti gajah yang mampu melewati medan sulit dengan langkah mantap, Rabu Pon dipercaya dapat menghadapi berbagai tantangan selama tetap fokus pada tujuan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Pada akhirnya, istilah “balungan gajah” merupakan bagian dari penafsiran dalam tradisi Primbon Jawa dan tidak dapat dijadikan kepastian bahwa seseorang akan otomatis menjadi kaya. Kondisi finansial dalam kehidupan nyata dipengaruhi banyak faktor, seperti keterampilan, kerja keras, kesempatan, keputusan keuangan, dan kemampuan mengelola penghasilan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho