← Beranda
Punya Intuisi Tajam hingga Karisma Kuat, 7 Weton Ini Konon Bikin Orang Segan
Leni Setya WatiJumat, 14 Agustus 2026 | 03.39 WIB
Ilustrasi weton yang ditakuti oleh weton lain (freepik)

JawaPos.com -- Ada orang yang tidak perlu banyak bicara untuk membuat keberadaannya diperhatikan. Ketika berada di suatu tempat, sikap tenang, tatapan, atau pembawaannya terkadang membuat orang lain merasa segan.

Dalam tradisi Jawa, karakter semacam itu kerap dikaitkan dengan weton atau kombinasi hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan. Weton dipercaya memiliki gambaran tertentu mengenai watak, kecenderungan karakter, dan perjalanan hidup seseorang.

Sebagian weton bahkan dianggap mempunyai aura yang kuat. Aura tersebut dalam kepercayaan tradisional tidak selalu berarti sesuatu yang negatif. Ada yang mengartikannya sebagai wibawa, keteguhan karakter, kepekaan, atau kemampuan membuat orang lain merasa nyaman sekaligus segan.

Artinya, istilah “ditakuti” dalam pembahasan ini tidak harus dimaknai bahwa seseorang mempunyai sifat buruk atau berbahaya. Bisa saja hal tersebut menggambarkan pembawaan yang kuat sehingga sulit diremehkan.

Baca Juga: Tak Hanya Pendamping Hidup, 4 Weton Istri Ini Diyakini Membawa Keberuntungan

Berikut tujuh weton yang dalam materi yang dilansir dari kanal YouTube MBAH EKO DAENG, disebut memiliki energi yang kuat.

1. Sabtu Wage, Sosok Tenang dengan Pembawaan Dalam

Sabtu Wage digambarkan sebagai salah satu weton yang mempunyai karakter pendiam dan tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian. Namun, justru ketenangan tersebut membuatnya terlihat memiliki wibawa tersendiri.

Dalam kepercayaan Jawa, pemilik weton ini disebut mempunyai pembawaan yang cenderung dalam. Mereka tidak mudah menunjukkan apa yang sedang dipikirkan sehingga orang lain terkadang sulit membaca karakter mereka.

Sifat tenang tersebut juga dianggap membuat Sabtu Wage mampu menghadapi keadaan yang penuh tekanan dengan lebih terkendali. Mereka cenderung tidak terburu-buru dalam merespons persoalan.

Dalam penafsiran spiritual, Sabtu Wage bahkan kerap dikaitkan dengan kemampuan merasakan suasana atau perubahan emosi orang di sekitarnya.

Meski demikian, sifat tertutup juga perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola perasaan. Jika terlalu lama menyimpan persoalan sendiri, tekanan batin justru dapat menumpuk.

2. Selasa Kliwon, Peka Membaca Situasi

Selasa Kliwon dalam tradisi Primbon Jawa kerap digambarkan mempunyai intuisi yang kuat. Mereka disebut mampu menangkap perubahan suasana meskipun tidak banyak informasi yang disampaikan secara langsung.

Karakter tersebut membuat pemilik weton ini terlihat cukup peka terhadap bahasa tubuh, nada bicara, maupun sikap orang lain.

Karena kepekaannya, seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu mungkin merasa kurang nyaman ketika berhadapan dengan mereka. Namun, hal ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran karakter intuitif dalam kepercayaan tradisional, bukan kemampuan membaca pikiran secara harfiah.

Di sisi lain, kepekaan Selasa Kliwon dapat menjadi kelebihan ketika digunakan untuk memahami orang lain. Mereka dipercaya bisa menjadi pendengar yang baik dan memberikan dukungan ketika seseorang sedang menghadapi persoalan.

Tantangannya adalah menjaga batas diri agar tidak terlalu terbawa oleh masalah orang lain.

3. Jumat Legi, Karisma yang Tidak Banyak Ditunjukkan

Tidak semua orang dengan karisma tinggi harus tampil mencolok. Dalam penafsiran Primbon Jawa, Jumat Legi justru digambarkan sebagai weton yang memiliki daya tarik secara alami tanpa harus berusaha mendapatkan perhatian.

Pembawaan yang tenang dan tidak berlebihan membuat mereka sering terlihat berwibawa. Orang lain dapat merasa segan meskipun pemilik weton tersebut tidak pernah bermaksud menakut-nakuti.

Karakter ini juga dianggap cocok dengan peran yang membutuhkan ketenangan dan kemampuan memengaruhi orang lain secara positif.

Mereka dapat menjadi sosok yang memberikan arahan tanpa harus selalu berada di depan. Namun, karisma tetap perlu disertai kejujuran dan sikap rendah hati agar tidak berubah menjadi keinginan untuk mengendalikan orang lain.

4. Rabu Pon, Sering Menjadi Pemicu Introspeksi

Rabu Pon dalam materi Primbon yang menjadi sumber artikel ini digambarkan sebagai weton yang dapat membuat orang lain lebih banyak bercermin pada dirinya sendiri.

Maksudnya, interaksi dengan pemilik weton ini dipercaya dapat memunculkan berbagai perasaan yang sebelumnya mungkin tidak disadari.

Ada orang yang merasa nyaman, tetapi ada pula yang justru merasa gelisah. Dalam tafsir tradisional, hal tersebut bukan karena Rabu Pon sengaja membuat orang lain tidak nyaman, melainkan karena pembawaannya dianggap mampu memunculkan respons emosional.

Karakter seperti ini dapat menjadi kekuatan apabila digunakan untuk membangun hubungan yang jujur. Pemilik weton Rabu Pon juga perlu memahami bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas seluruh persoalan yang dialami orang lain.

5. Rabu Wage, Disebut Peka terhadap Suasana

Rabu Wage juga termasuk weton yang dalam kepercayaan tradisional dikaitkan dengan kepekaan terhadap lingkungan.

Pemilik weton ini digambarkan mampu memperhatikan perubahan kecil dalam suasana atau perilaku orang-orang di sekitarnya. Mereka mungkin tidak selalu mengutarakan apa yang dirasakan, tetapi cenderung memperhatikan sebelum mengambil sikap.

Karakter tersebut membuat Rabu Wage dipercaya mampu membedakan suasana yang nyaman dan tidak nyaman.

Karena lebih peka terhadap keadaan sekitar, pemilik weton ini juga perlu belajar menjaga batas emosional. Terlalu banyak memikirkan persoalan orang lain dapat membuat diri sendiri kelelahan.

Jika digunakan secara positif, sifat reflektif tersebut justru dapat membantu mereka menjadi teman bicara yang baik bagi orang-orang di sekitarnya.

6. Sabtu Kliwon, Identik dengan Wibawa dan Kedalaman Karakter

Sabtu Kliwon merupakan weton yang sering mendapat perhatian dalam pembahasan spiritual masyarakat Jawa. Dalam berbagai kepercayaan tradisional, weton ini dikaitkan dengan karakter yang kuat dan pembawaan yang dalam.

Seseorang yang lahir pada Sabtu Kliwon disebut dapat terlihat lebih dewasa dibandingkan usianya. Ketenangan dan cara mereka menghadapi berbagai keadaan membuat orang lain terkadang merasa segan.

Dalam tradisi tertentu, Sabtu Kliwon juga memiliki kaitan dengan pembahasan mengenai leluhur dan dunia spiritual. Namun, pandangan tersebut merupakan bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat, bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Terlepas dari kepercayaan tersebut, karakter tenang dan berwibawa dapat menjadi kelebihan apabila digunakan untuk menjaga keluarga, memimpin, atau memberikan nasihat kepada orang lain.

7. Senin Pon, Dianggap sebagai Pemantik Perubahan

Senin Pon digambarkan mempunyai karakter yang dapat memberikan pengaruh terhadap suasana di sekitarnya.

Dalam penafsiran tradisional, kehadiran pemilik weton ini dianggap mampu mendorong seseorang untuk berpikir ulang mengenai pilihan maupun keadaan yang sedang dijalani.

Perubahan tersebut tidak selalu terasa nyaman. Ada kalanya seseorang memang membutuhkan teguran atau situasi tertentu agar mau melakukan introspeksi.

Karena itu, Senin Pon disebut sebagai salah satu weton yang memiliki sifat pemantik. Mereka dapat cocok dalam bidang yang membutuhkan kemampuan membimbing, mengajar, memberikan motivasi, atau mendampingi orang lain.

Namun, seperti weton lainnya, kemampuan tersebut bukan berarti pemilik Senin Pon secara otomatis mempunyai kekuatan gaib. Ini merupakan bagian dari interpretasi budaya Jawa terhadap karakter berdasarkan weton.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho