← Beranda
7 Weton Ini Akan Kaya Raya Saat Diragukan dan Dihina, Kuncinya Sabar dan Legowo!
Vindi Rayinda AyudyaRabu, 12 Agustus 2026 | 21.14 WIB
Ilustrasi weton yang sukses besar setelah dihina dan diremehkan. (Magnific)

 

 

JawaPos.com - Menurut khasanah Primbon Jawa tujuh weton dipercaya mampu bangkit saat diremehkan dan berpeluang meraih kesuksesan hingga kaya raya. Simak daftar weton istimewa ini menurut Primbon Jawa.

Ya, dalam kepercayaan Primbon Jawa, terdapat sejumlah weton yang dipercaya mempunyai karakter kuat untuk menghadapi hinaan, cibiran, dan keraguan. 

Mereka digambarkan bukan sebagai pribadi yang membalas perkataan orang lain dengan kemarahan, melainkan memilih sabar, legowo, dan membuktikan diri melalui hasil nyata.

Dikutip dari kanal YouTube Bara Raja Cirebon, weton merupakan perpaduan hari dan pasaran kelahiran yang dipercaya memiliki gambaran karakter tertentu. 

Karena itu, ramalan weton sering digunakan sebagai bahan refleksi mengenai sifat, perjalanan hidup, rezeki, maupun keberuntungan seseorang.

Namun, penting dipahami bahwa ramalan weton bukan kepastian masa depan. Kekayaan dan kesuksesan seseorang tetap dipengaruhi oleh kerja keras, keterampilan, keputusan finansial, kesempatan, lingkungan, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Lantas, weton apa saja yang dipercaya mampu menjadi kaya raya justru setelah melewati masa diremehkan dan dihina? Berikut ulasannya.

1. Senin Wage

Pemilik weton Senin Wage dipercaya memiliki karakter tenang dan tidak mudah terpancing oleh perkataan orang lain. 

Ketika mendapat kritik atau bahkan hinaan, mereka cenderung tidak langsung bereaksi dengan emosi. 

Sikap inilah yang membuat Senin Wage digambarkan sebagai pribadi yang mampu menyimpan tenaga untuk sesuatu yang lebih penting, yaitu membangun kehidupan.

Dalam sejumlah pembahasan Primbon Jawa, Senin Wage dikenal mempunyai kecerdasan emosional yang cukup baik. 

Mereka dipercaya mengetahui kapan harus berbicara, kapan harus menahan diri, dan kapan harus mengambil sikap. 

Karakter seperti ini membuat mereka tidak mudah kehilangan fokus hanya karena penilaian orang lain.

Ketika diremehkan, Senin Wage justru dapat menjadikannya sebagai dorongan untuk bekerja lebih serius. 

Mereka tidak harus menjawab hinaan dengan kata-kata karena hasil pekerjaan dianggap jauh lebih kuat untuk membungkam keraguan.

Dalam perjalanan menuju kemapanan, pemilik weton ini dipercaya lebih memilih proses yang perlahan tetapi konsisten. 

Rezeki tidak selalu datang secara mendadak, tetapi dapat berkembang melalui pekerjaan, usaha, relasi, dan kemampuan mengelola peluang.

Sifat sabar dan mampu menahan diri menjadi kekuatan tersendiri. Ketika dipadukan dengan disiplin serta kemampuan mengatur keuangan, karakter tersebut dipercaya dapat membawa Senin Wage menuju kehidupan yang lebih mapan.

Pada akhirnya, kesuksesan Senin Wage bukan tentang membalas orang yang pernah meremehkan, melainkan membuktikan bahwa kesabaran juga dapat menghasilkan pencapaian besar.

2. Senin Pon

Senin Pon dipercaya sebagai salah satu weton yang mempunyai karakter sabar dan cukup kuat menghadapi kritik. 

Ketika orang lain meragukan kemampuan mereka, pemilik weton ini tidak selalu menganggapnya sebagai serangan pribadi. 

Sebaliknya, kritik dapat dijadikan bahan untuk melihat kekurangan dan memperbaiki diri.

Sikap tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan menuju keberhasilan. Tidak semua orang mampu menerima masukan tanpa merasa tersinggung. 

Namun, dalam gambaran Primbon Jawa, Senin Pon cenderung memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan memisahkan antara kritik yang membangun dengan perkataan yang sekadar menjatuhkan.

Ketika diremehkan, mereka tidak terburu-buru menunjukkan kemampuan. Ada kecenderungan untuk bekerja secara diam-diam, belajar dari pengalaman, kemudian memperlihatkan hasil ketika waktunya sudah tepat.

Karakter seperti ini sangat relevan dengan perjalanan finansial. Membangun kekayaan membutuhkan kemampuan mengevaluasi kegagalan, mengubah strategi, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Senin Pon juga dipercaya mampu menggunakan pengalaman sebagai batu pijakan. 

Semakin banyak tantangan yang dilewati, semakin matang cara mereka mengambil keputusan.

Karena itu, ketika orang lain mengatakan mereka tidak mampu, pemilik Senin Pon justru dapat menjadikannya sebagai motivasi. 

Kunci keberhasilannya bukan membalas hinaan, melainkan tetap tenang, menerima proses, dan terus meningkatkan kemampuan.

Dalam sumber yang membahas weton-weton bernasib mujur, Senin Pon juga digambarkan sebagai pribadi yang tidak takut terhadap kritik dan mampu menjadikan kritik sebagai kesempatan untuk berkembang.

3. Selasa Wage

Pemilik Selasa Wage dipercaya mempunyai keberanian yang cukup kuat. Mereka digambarkan sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah dan tidak menganggap kegagalan sebagai akhir dari perjalanan.

Karakter tersebut menjadi sangat penting ketika menghadapi hinaan atau keraguan dari orang lain. 

Seseorang yang mudah menyerah hanya karena mendengar perkataan negatif akan kesulitan mempertahankan tujuan. 

Sebaliknya, Selasa Wage dipercaya memiliki mental untuk kembali berdiri setelah mengalami kegagalan.

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, mereka juga disebut mempunyai kemampuan berpikir yang dapat membantu menghadapi berbagai persoalan. 

Masalah tidak selalu dilihat sebagai alasan untuk berhenti, tetapi sebagai tantangan yang harus dicari jalan keluarnya.

Inilah yang membuat perjalanan menuju kemakmuran Selasa Wage digambarkan cukup menarik. 

Mereka mungkin mengalami masa ketika kemampuan tidak dihargai atau cita-citanya dianggap terlalu tinggi. 

Namun, pengalaman tersebut justru dapat membentuk mental yang lebih kuat.

Ketika kesempatan datang, mereka dipercaya mampu memanfaatkannya dengan lebih berani. 

Dalam dunia usaha maupun karier, keberanian mengambil peluang memang sering menjadi pembeda antara orang yang hanya mempunyai rencana dengan mereka yang benar-benar bergerak.

Selasa Wage juga disebut sebagai weton yang mampu bangkit dari keterpurukan.

Karena itu, jika dikaitkan dengan tema “kaya raya setelah diremehkan”, pesan yang paling menonjol adalah jangan menjadikan hinaan sebagai alasan untuk berhenti. 

Biarkan pengalaman pahit menjadi energi untuk membangun kemampuan, memperbaiki strategi, dan mengejar tujuan secara konsisten.

4. Kamis Legi

Kamis Legi dipercaya mempunyai karakter yang menarik karena dikaitkan dengan kecerdasan emosional dan keinginan untuk terus belajar. 

Mereka tidak merasa sudah mengetahui segala sesuatu, sehingga selalu mempunyai ruang untuk memperbaiki diri.

Sifat tersebut menjadi keunggulan ketika seseorang menghadapi keraguan dari lingkungan. 

Alih-alih sibuk membuktikan diri melalui perkataan, Kamis Legi dipercaya lebih memilih meningkatkan kemampuan secara perlahan.

Orang yang meremehkan mungkin hanya melihat kondisi seseorang pada satu titik. Mereka tidak mengetahui proses panjang yang sedang dijalani. 

Karena itu, pemilik Kamis Legi dipercaya tidak mudah merasa gagal hanya karena pencapaiannya belum terlihat.

Dalam urusan pekerjaan dan usaha, keinginan belajar dapat membantu seseorang menemukan strategi baru. 

Ketika cara lama tidak memberikan hasil, mereka dapat mengevaluasi kemudian mencoba pendekatan berbeda.

Sikap rendah hati juga membuat mereka lebih mudah menerima masukan. Hal ini penting karena perjalanan menuju kemakmuran membutuhkan kemampuan untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya.

Dalam pembahasan Primbon Jawa yang dirujuk dari kanal Bara Raja Cirebon, Kamis Legi termasuk weton yang dipercaya memiliki peluang hidup berlimpah. 

Mereka juga digambarkan memiliki keinginan untuk mempelajari ide dan konsep baru demi berkembang.

Maka, ketika diremehkan, Kamis Legi tidak harus membalas dengan kemarahan. Sabar, legowo, terus belajar, dan biarkan perubahan hidup menjadi jawaban paling nyata.

5. Rabu Pon

Rabu Pon dipercaya mempunyai karakter berwibawa dan mudah mendapatkan penghormatan dari lingkungan. 

Mereka juga digambarkan sebagai pribadi yang bertanggung jawab serta memiliki kepedulian terhadap orang lain.

Dalam kehidupan sosial, karakter tersebut dapat menjadi modal yang penting. Kesuksesan seseorang sering kali tidak berdiri sendiri karena membutuhkan kepercayaan, kerja sama, serta hubungan yang baik dengan orang lain.

Ketika diremehkan, Rabu Pon dipercaya tidak mudah kehilangan harga diri. Mereka dapat tetap menjalankan tanggung jawab sambil membangun pencapaian sedikit demi sedikit.

Salah satu karakter yang sering dikaitkan dengan Rabu Pon adalah sifat dermawan. 

Dalam kepercayaan tradisional, kebiasaan berbagi dan membantu sesama kerap dianggap sebagai salah satu jalan datangnya keberkahan.

Jika diterapkan dalam kehidupan nyata, sikap tersebut juga dapat menciptakan hubungan sosial yang sehat. 

Orang yang dikenal dapat dipercaya dan bertanggung jawab biasanya mempunyai jaringan yang lebih kuat.

Dalam urusan rezeki, peluang tersebut dapat menjadi pintu menuju kemapanan. Bukan berarti kekayaan datang hanya karena weton, melainkan karakter positif dapat membantu seseorang membangun reputasi dan kesempatan.

Rabu Pon juga disebut dalam sumber Primbon Jawa sebagai weton yang dipercaya bernasib mujur dan hidup berlimpah.

Karena itu, ketika menghadapi hinaan, pemilik Rabu Pon dipercaya lebih baik tetap menjaga sikap. 

Tidak perlu membuktikan diri melalui perdebatan; cukup terus bekerja, menjaga tanggung jawab, memperluas relasi, dan membiarkan hasil berbicara.

6. Sabtu Legi

Pemilik Sabtu Legi dipercaya memiliki karakter tenang, cerdas, dan mampu mengendalikan emosi. 

Mereka juga digambarkan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik serta cukup peka dalam membaca situasi.

Kemampuan tersebut dapat menjadi keuntungan ketika menghadapi orang yang meremehkan. 

Sabtu Legi tidak harus langsung memberikan respons emosional karena mereka dipercaya mampu melihat situasi secara lebih luas.

Seseorang yang menghina mungkin hanya menilai dari apa yang terlihat hari ini. Padahal, perjalanan hidup masih panjang. 

Pemilik Sabtu Legi dipercaya mempunyai kemampuan untuk menyusun langkah tanpa harus selalu menjelaskan rencana kepada orang lain.

Ketenangan tersebut juga dapat membantu dalam mengambil keputusan finansial. 

Orang yang tidak mudah terbawa emosi cenderung mempunyai kesempatan lebih besar untuk mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.

Dalam konteks usaha, kemampuan komunikasi dan membaca situasi juga dapat membantu membangun hubungan dengan pelanggan, rekan kerja, atau mitra bisnis. 

Kesempatan yang datang dari hubungan tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih mapan.

Sabtu Legi dalam pembahasan Primbon Jawa disebut memiliki wawasan luas dan kemampuan dalam berbagai hal sehingga dipercaya mempunyai peluang menjadi pribadi sukses.

Karena itu, jika suatu hari diremehkan, pemilik Sabtu Legi tidak perlu merasa harus membuktikan diri secepat mungkin. 

Kesabaran adalah kekuatan ketika seseorang tahu bahwa hasil besar membutuhkan proses yang tidak sebentar.

7. Kamis Kliwon

Terakhir adalah Kamis Kliwon, weton yang dipercaya mempunyai karakter tenang dan tidak mudah tersulut emosi. 

Kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu kekuatan yang sering dikaitkan dengan weton ini.

Dalam perjalanan hidup, ketenangan sangat dibutuhkan terutama ketika seseorang berada dalam kondisi penuh tekanan. 

Hinaan, kritik, kegagalan, dan keraguan dari orang lain dapat membuat seseorang kehilangan fokus apabila tidak mampu mengendalikan emosi.

Namun, Kamis Kliwon dipercaya mempunyai kemampuan untuk menjaga keseimbangan tersebut. 

Mereka dapat mempertimbangkan sesuatu dengan lebih matang sebelum mengambil keputusan.

Dalam urusan pekerjaan maupun usaha, karakter demikian dapat membantu menghindari keputusan yang terburu-buru. 

Kesempatan untuk memperoleh keuntungan tetap perlu diikuti dengan perhitungan agar tidak berubah menjadi kerugian.

Kamis Kliwon juga disebut memiliki kecerdasan emosional tinggi. Selain mampu mengendalikan diri, mereka dipercaya mempunyai kemampuan mengembangkan usaha dan karier melalui ide-ide baru.

Itulah sebabnya, weton ini dipercaya memiliki peluang untuk mengalami peningkatan kekayaan seiring bertambahnya usia dan pengalaman.

Jika pernah dihina karena dianggap tidak mampu, pemilik Kamis Kliwon dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai pengingat untuk tetap fokus. 

Tidak semua pencapaian harus diumumkan sejak awal; terkadang hasil terbaik justru lahir dari proses yang dilakukan dalam diam.

Sabar dan Legowo, Kunci Utama Menghadapi Hinaan

Dari ketujuh weton tersebut, ada satu pesan yang memiliki benang merah kuat, yaitu sabar dan legowo. 

Dalam konteks budaya Jawa, legowo bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menerima keadaan dengan lapang dada sambil tetap berusaha memperbaiki kehidupan.

Orang yang diremehkan memang memiliki dua pilihan. Mereka dapat menghabiskan energi untuk membalas perkataan orang lain, atau menggunakan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Primbon Jawa sendiri merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. 

Karena itu, ramalan mengenai weton kaya raya sebaiknya diposisikan sebagai bahan refleksi budaya, bukan sebagai jaminan bahwa seseorang pasti mendapatkan kekayaan.

Pada akhirnya, weton mungkin menjadi bagian dari cerita, tetapi usaha tetap menjadi bagian dari perjalanan. 

Kemampuan belajar, keberanian mengambil peluang, kedisiplinan, pengelolaan keuangan, dan ketekunan jauh lebih penting untuk menentukan bagaimana seseorang membangun masa depannya.

Jadi, jika saat ini kamu sedang diremehkan, jangan buru-buru merasa kalah. Bisa jadi, masa ketika tidak dipercaya justru menjadi titik awal untuk bekerja lebih keras dan membuktikan kemampuan.

Tujuh weton yang dipercaya mampu bangkit ketika diragukan adalah Senin Wage, Senin Pon, Selasa Wage, Kamis Legi, Rabu Pon, Sabtu Legi, dan Kamis Kliwon.

Bukan hinaan yang menentukan masa depan, melainkan bagaimana seseorang meresponsnya. Tetap sabar, tetap legowo, terus belajar, dan biarkan kesuksesan menjadi jawaban terbaik.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti