← Beranda
Bukan Sekadar Ramalan, Ini 5 Weton yang Disebut Punya Aura Keberuntungan Kuat Menurut Primbon Jawa
Leni Setya WatiSelasa, 4 Agustus 2026 | 02.52 WIB
Ilustrasi weton paling sakti yang diyakini sebagai raja keberuntungan dan kekayaan (freepik)

JawaPos.com – Dalam tradisi Jawa, weton menjadi salah satu bagian dari warisan budaya yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.

Weton merupakan perhitungan hari lahir berdasarkan gabungan antara hari dalam kalender Jawa dan pasaran. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton kerap digunakan sebagai sarana mengenali karakter, kecenderungan sifat, hingga perjalanan hidup seseorang.

Meski tidak dapat menjadi penentu pasti masa depan, banyak orang menjadikan weton sebagai bahan refleksi dan motivasi dalam menjalani kehidupan.

Beberapa weton bahkan dipercaya memiliki nilai khusus karena dianggap mempunyai karakter kuat, keberanian, serta peluang besar dalam meraih keberhasilan.

Baca Juga: Perlahan Menuju Puncak, 7 Weton Jawa Ini Dipercaya Memasuki Fase Kebangkitan

Dilansir dari kanal YouTube Catatan Jawa, berikut lima weton yang dalam kepercayaan Primbon Jawa sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.

1. Jumat Kliwon: Weton dengan Aura Karisma dan Kepekaan Tinggi

Jumat Kliwon menjadi salah satu weton yang cukup dikenal dalam budaya Jawa karena sering dikaitkan dengan energi spiritual yang kuat.

Menurut kepercayaan tradisional, orang yang lahir pada weton ini memiliki intuisi tajam, mudah membaca situasi, dan dianggap mempunyai daya tarik tersendiri.

Dalam hal rezeki, Jumat Kliwon dipercaya memiliki peluang mendapatkan keberuntungan melalui berbagai jalan, mulai dari usaha, kerja keras, hingga kesempatan yang datang secara tidak terduga.

Karakter yang penuh pertimbangan dan kemampuan memahami keadaan sering dianggap menjadi modal penting dalam mengambil keputusan.

2. Selasa Wage: Simbol Keteguhan dan Mental Kuat

Selasa Wage dipercaya memiliki karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Dalam pandangan Primbon Jawa, weton ini sering digambarkan memiliki energi seperti besi yang kuat, yaitu mampu bertahan meski menghadapi berbagai tekanan.

Pemilik weton Selasa Wage biasanya dikenal pekerja keras, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi.

Keberhasilan mereka sering dipercaya datang melalui proses panjang yang membentuk mental serta kemampuan menghadapi tantangan.

3. Senin Legi: Weton yang Dikaitkan dengan Kemudahan Rezeki

Senin Legi menjadi salah satu weton yang sering disebut memiliki energi positif dalam urusan keberuntungan.

Orang yang lahir pada weton ini dipercaya memiliki sifat ramah, mudah diterima lingkungan, serta mampu membangun hubungan baik dengan orang lain.

Dalam kepercayaan Jawa, kemampuan menjalin koneksi tersebut dianggap dapat membuka berbagai peluang dalam kehidupan.

Rezeki bagi pemilik Senin Legi dipercaya dapat datang melalui kerja, hubungan sosial, maupun kesempatan yang muncul secara tidak terduga.

4. Rabu Pon: Sosok Pemimpin dengan Pengaruh Besar

Rabu Pon sering dikaitkan dengan karakter kepemimpinan dan kemampuan memengaruhi orang lain.

Menurut kepercayaan tradisional Jawa, pemilik weton ini memiliki kecenderungan bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengambil peran penting dalam lingkungan sekitar.

Karakter tersebut membuat mereka sering dianggap memiliki potensi berkembang dalam bidang yang membutuhkan kemampuan memimpin.

Kesuksesan Rabu Pon dipercaya berasal dari kemampuan mengatur strategi, membangun kepercayaan, serta mengambil keputusan dengan bijaksana.

5. Sabtu Pahing: Weton dengan Potensi Perubahan Besar

Sabtu Pahing menjadi weton yang dipercaya memiliki perjalanan hidup penuh kejutan.

Dalam Primbon Jawa, pemilik weton ini sering dikaitkan dengan kemampuan bangkit setelah melewati berbagai tantangan.

Mereka dianggap memiliki peluang mengalami perubahan besar dalam kehidupan, terutama ketika mampu mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan kesempatan yang datang.

Sifat pantang menyerah serta kemauan untuk terus berkembang menjadi kekuatan utama yang membantu mereka mencapai tujuan.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho