← Beranda
Aura Keberuntungan Kuat, 6 Weton Ini Diramal Mudah Meraih Kesuksesan
Mohammad Maulana IqbalKamis, 23 Juli 2026 | 20.50 WIB
Weton elit rezeki melejit yang dikenal sebagai kasta tertinggi kata primbon jawa./Freepik.

JawaPos.com – Dalam tradisi Primbon Jawa, beberapa weton dipercaya memiliki karakter dan perjalanan hidup yang dianggap istimewa.

Sejumlah weton disebut sebagai golongan yang memiliki potensi keberuntungan besar, terutama dalam hal rezeki, kedudukan, dan penghormatan dari lingkungan sekitar.

Menurut kepercayaan tersebut, orang yang lahir pada weton tertentu diyakini memiliki energi positif yang dapat mendukung perjalanan hidupnya menuju kesuksesan.

Tak hanya dikaitkan dengan kemudahan dalam memperoleh kemakmuran, weton ini juga dipercaya membawa pengaruh kuat dalam membangun wibawa dan rasa hormat dari orang lain.

Baca Juga: Rezeki dan Keberuntungan Menanti, Ini 7 Weton yang Jadi Sorotan Primbon Jawa

Mengutip tayangan dari kanal YouTube Algoritma Alam Weton, disebutkan bahwa terdapat enam weton yang dianggap memiliki keberuntungan besar dan dikenal sebagai golongan istimewa menurut Primbon Jawa.

1. Minggu Kliwon

Kombinasi hari Minggu dengan pasaran Kliwon dipercaya sebagai pemegang segel cakra mahkota langit dalam tradisi primbon Jawa.

Individu yang lahir pada hari ini memiliki karisma alami yang membuat orang lain tertarik untuk mengikuti kepemimpinan mereka.

Kekuatan utama mereka terletak pada kemampuan mempengaruhi dan menginspirasi orang lain melalui kata-kata dan tindakan.

Kemakmuran bagi mereka biasanya datang melalui posisi kepemimpinan dan kekuasaan yang mereka raih dalam berbagai bidang.

Namun, untuk mencapai potensi penuh, mereka harus menyeimbangkan kekuatan ini dengan integritas dan kebijaksanaan yang mendalam.

Primbon menyebutkan mereka memiliki elemen laku kuning lintang yang berjalan seperti bintang di langit.

Kemampuan diplomasi dan membangun jaringan menjadi kunci utama untuk membuka pintu kemakmuran dalam hidup mereka.

2. Rabu Pahing

Hari Rabu yang bertemu dengan pasaran Pahing dikenal sebagai pemegang segel jantung langit dalam kepercayaan primbon.

Mereka yang lahir pada kombinasi ini terkenal sebagai pekerja keras sejati yang tidak takut menghadapi tantangan apapun.

Kecerdasan finansial menjadi anugerah istimewa yang membuat mereka memiliki insting kuat dalam hal investasi dan peluang bisnis.

Kemampuan mereka untuk bangkit dari kegagalan finansial biasanya lebih cepat dibandingkan orang lain.

Primbon menggambarkan mereka memiliki laku kuning banyu yang mengalir seperti air, sangat adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Sifat hemat dan pandai mengelola aset menjadi karakteristik yang memperkuat stabilitas keuangan mereka.

Di saat krisis ekonomi, mereka justru mampu melihat dan memanfaatkan peluang yang tidak terlihat oleh orang lain.

3. Jumat Legi

Pertemuan hari Jumat dengan pasaran Legi menciptakan pemegang segel cakra ajna langit menurut tradisi primbon Jawa.

Cakra ajna yang diasosiasikan dengan mata ketiga memberikan mereka intuisi yang sangat tajam dalam mengambil keputusan.

Keberuntungan spiritual menjadi kekuatan utama yang seolah membimbing langkah-langkah penting dalam hidup mereka.

Firasat kuat yang mereka miliki sering kali terbukti akurat, baik untuk hal-hal baik maupun yang perlu diwaspadai.

Primbon menggambarkan mereka sebagai sanggar waringin, seperti pohon beringin yang menjadi tempat berteduh bagi banyak orang.

Sifat welas asih dan suka menolong menjadi magnet yang menarik kemudahan dan pertolongan ketika mereka membutuhkan.

Namun, mereka perlu belajar menyeimbangkan intuisi dengan pertimbangan akal sehat agar tidak terjebak dalam keputusan yang merugikan.

4. Selasa Pon

Kombinasi hari Selasa dengan pasaran Pon dikenal sebagai pemegang segel cakra dasar langit dalam sistem primbon.

Individu ini memiliki kemampuan luar biasa untuk membalikkan keadaan buruk menjadi peluang emas.

Mereka sering disebut sebagai comeback king atau queen karena kemampuan bangkit dari keterpurukan dengan gemilang.

Kemakmuran mendadak atau nomplok sering kali datang dari peluang-peluang yang sama sekali tidak terduga sebelumnya.

Primbon menyebut mereka memiliki laku gini yang berjalan seperti api, penuh semangat dan antusiasme yang membara.

Keberanian mengambil risiko di saat yang tepat menjadi kunci sukses mereka dalam meraih kesempatan langka.

Namun, sifat api dalam diri mereka perlu dikendalikan agar tidak menjadi impulsif atau merusak hubungan dengan orang lain.

5. Kamis Wage

Hari Kamis yang berpadu dengan pasaran Wage menjadi pemegang segel cakra ajna langit dalam tradisi primbon Jawa.

Ketenangan batin menjadi kekuatan utama yang memungkinkan mereka meraih kesuksesan secara konsisten dan berkelanjutan.

Mereka adalah tipe silent achiever yang meraih pencapaian besar tanpa perlu gembar-gembor atau pamer kepada orang lain.

Dalam ketenangan, mereka mampu berpikir jernih dan melihat peluang yang mungkin terlewat oleh mereka yang pikirannya terlalu riuh.

Primbon menggambarkan mereka memiliki laku kuning kembang yang berjalan seperti bunga yang memancarkan keindahan dengan natural.

Kemampuan komunikasi yang halus dan meyakinkan membuat orang lain mudah percaya dan nyaman bekerja sama dengan mereka.

Kemakmuran datang kepada mereka bukan karena mengejar secara agresif, tetapi karena karakter dan kualitas diri yang menjadi magnet kebaikan.

6. Sabtu Kliwon

Pertemuan hari Sabtu dengan pasaran Kliwon menciptakan pemegang segel cakra mahkota langit yang dianggap paling tinggi dalam primbon.

Kombinasi dua cakra mahkota ini melambangkan spiritualitas tertinggi, kebijaksanaan, dan kepemimpinan yang sempurna.

Mereka memancarkan aura kemuliaan dan kewibawaan alami yang membuat orang lain menghormati tanpa rasa takut.

Kemakmuran yang mereka raih tidak hanya bersifat materi, tetapi juga kekayaan jiwa dan kebijaksanaan yang mendalam.

Primbon menyebut mereka memiliki laku kuning bumi yang berjalan seperti bumi, menjadi pondasi dan sumber kehidupan bagi lingkungannya.

Sifat filantropis alami membuat kemakmuran mereka tidak hanya menguntungkan diri sendiri tetapi juga membawa manfaat bagi komunitas yang lebih luas.

Namun, tanggung jawab besar sebagai pemimpin spiritual mengharuskan mereka menjaga kerendahan hati dan terus mengasah kebijaksanaan untuk menghindari godaan kesombongan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho