← Beranda
Ada 5 Weton dengan Nasib Kurang Baik di Tahun 2026, Harus Hati-hati dalam Melangkah!
Mohammad Maulana IqbalRabu, 24 Juni 2026 | 17.03 WIB
weton dengan nasib kurang baik di tahun 2026./Freepik/ jcomp

JawaPos.com – Weton sering dijadikan rujukan untuk membaca arah nasib, termasuk gambaran perjalanan hidup di tahun 2026.

Memasuki 2026, pembahasan weton kembali menarik perhatian karena dikaitkan dengan perubahan nasib yang tidak selalu mulus.

Dalam kepercayaan Jawa, weton dipercaya memengaruhi cara seseorang menghadapi dinamika nasib di 2026.

Sejumlah tafsir menyebutkan bahwa weton tertentu perlu lebih waspada terhadap arah nasib sepanjang 2026.

Dikutip dari akun YouTube SANIS ONE pada Rabu (24/6), dijelaskan bahwa ada lima weton dengan nasib kurang baik di tahun 2026.

1. Kamis Pon

Kamis Pon menempati posisi paling rentan di antara lima weton yang perlu berhati-hati saat pergantian tahun mendatang.

Kerawanan ini terjadi karena momen pergantian tahun jatuh tepat pada hari kelahiran mereka, menciptakan kondisi yang disebut panser kejeglong lintang-lintang.

Para sesepuh mengibaratkan situasi ini seperti bayangan yang bertemu bayangannya sendiri, bukan menyatu namun justru saling bertabrakan.

Kombinasi energi Kamis yang membawa keteduhan dengan Pon yang sensitif menciptakan ketidakseimbangan ketika ritme bumi sedang berubah.

Pada masa pergantian ini, penjaga diri sedulur papat menjadi kurang aktif dan mengendurkan kewaspadaan.

Kondisi tersebut membuat mereka yang lahir pada Kamis Pon lebih mudah tersentuh energi negatif dari keramaian, suara bising, atau ledakan emosi.

Para sesepuh menyarankan mereka tidak keluar rumah sejak magrib Rabu Pahing hingga lewat Kamis Pon magrib, terutama menghindari keramaian perayaan.

2. Senin Pon

Senin Pon berada pada lingkaran kedua kerawanan, seolah terseret oleh tarikan energi yang sama dengan Kamis Pon.

Weton ini memiliki karakter dasar tenang namun sangat sensitif terhadap perubahan besar, seperti air sumur jernih yang langsung bergetar saat angin kencang lewat.

Mereka mengalami sengkolo yang datang bukan karena kesalahan pribadi, melainkan getaran alam yang sedang berputar.

Senin membawa sifat lunak dan mudah menerima pengaruh, sementara Pon adalah tanah yang berubah-ubah tergantung arah angin.

Kombinasi ini membuat pemilik weton Senin Pon memiliki intuisi kuat namun mudah goyah ketika energi alam memasuki fase tidak stabil.

Para sesepuh menggambarkan kondisi mereka ibarat seseorang berjalan pelan di jembatan tipis saat angin berubah arah.

Banyak tetua menyarankan Senin Pon tidak berada di luar rumah selama jam-jam genting antara magrib Rabu Pahing hingga Kamis Pon pagi.

3. Jumat Pahing

Jumat Pahing mengalami kerawanan unik karena ketidakseimbangan unsur api dan angin yang bertabrakan saat pergantian tahun tiba.

Jumat membawa berkah dan keteduhan spiritual, namun ketika bertemu Pahing yang diasosiasikan dengan api menyala, karakternya berubah menjadi tidak stabil.

Api yang biasanya menjadi kekuatan Jumat Pahing justru menjadi kelemahan karena diterpa angin dari dua arah sekaligus.

Unsur api dalam diri mereka kehilangan fokus, seperti nyala obor yang berkedip-kedip tanpa padam namun tidak stabil.

Para sesepuh menyebut kondisi ini sebagai geni kepetuk angin wangi, api yang bertemu angin lembut namun berbahaya.

Angin lembut ini membawa gangguan halus seperti kecemasan, kecerobohan, atau tindakan impulsif yang terjadi tanpa disadari.

Jumat Pahing disarankan menghindari keramaian dan jalanan karena api yang tidak stabil mudah tersulut oleh energi sekitar yang campur aduk.

4. Minggu Wage

Minggu Wage memiliki getaran rasa yang halus sehingga mudah tersentuh oleh perubahan energi besar yang terjadi.

Weton ini mengalami dua hal sekaligus, yakni melemahnya energi Minggu yang biasanya tegas dan turunnya energi Wage akibat pergeseran sedulur papat.

Wage merupakan pasaran lirih yang kuat dalam rasa namun lemah menghadapi perubahan besar seperti malam penuh letupan energi dan kegaduhan.

Minggu sebagai unsur matahari yang bertemu pasaran melemah menjadi seperti sinar yang redup, terang namun tak cukup kuat melindungi diri.

Sedulur papat yang biasanya menjadi penjaga di malam itu disebut melenceng arah karena energi Wage sedang berada di titik paling rendah.

Para leluhur memberikan wejangan untuk tidak bepergian setelah magrib Rabu Pahing dan menghindari keramaian besar serta suara ledakan keras.

Getaran keras bisa mengacaukan keseimbangan batin yang sedang turun, terutama karena Minggu Wage mudah memantulkan rasa dan tersulut emosi.

5. Selasa Legi

Selasa Legi membawa karakter kuat dan berprinsip namun memiliki sisi batin lembut karena unsur legi yang manis.

Weton ini digambarkan sebagai pribadi tegas tetapi mudah luluh oleh rasa, kuat namun sensitif pada tanda-tanda halus.

Energi Selasa yang biasanya solid justru mengalami ketegangan karena Legi yang manis bertemu atmosfer keras dari Kamis Pon.

Ketika unsur manis bertemu gegap gempita, getaran menjadi tidak seimbang atau disebut sebagai getaran yang tidak harmonis.

Sedulur papat milik Selasa Legi pada malam Rabu Pahing menuju Kamis Pon tidak sepenuhnya aktif sehingga mudah terkena pengaruh luar.

Risiko yang harus diwaspadai meliputi batin gelisah, kesialan kecil akibat kelelahan mental, dan potensi salah langkah karena energi tidak selaras.

Selasa Legi disarankan tidak keluar rumah pada malam Rabu Pahing hingga Kamis Pon karena intuisi menurun sehingga gampang lengah.

EDITOR: Hanny Suwindari