← Beranda
Waspada! 5 Weton Ini Disebut Paling Rentan Tertimpa Musibah di Malam Satu Suro, Benarkah?
Vindi Rayinda AyudyaSelasa, 16 Juni 2026 | 02.24 WIB
Ilustrasi weton yang harus waspada di malam satu suro (Magnific)

JawaPos.com - Malam Satu Suro merupakan salah satu malam yang dianggap sakral dalam tradisi masyarakat Jawa Kuno. 

Bagi sebagian orang, malam pergantian tahun dalam penanggalan Jawa ini dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat sehingga sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa mistis, ritual leluhur, hingga ramalan nasib berdasarkan weton kelahiran.

Bahkan dalam kepercayaan Primbon Jawa, telah disebutkan ada terdapat beberapa weton yang diyakini perlu meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki Malam Satu Suro. 

Ini bukan berarti mereka pasti akan mengalami musibah, tetapi weton-weton tertentu disebut memiliki potensi lebih besar menghadapi berbagai ujian hidup, mulai dari persoalan kesehatan, konflik keluarga, kesialan dalam pekerjaan, hingga kerugian finansial.

Baca Juga: Gerbang Malam 1 Suro Dibuka! 5 Weton Ini Diimbau untuk Waspada Terhadap Datangnya Musibah

Sebagai informasi, kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa hingga saat ini. 

Oleh karenanya banyak orang menggunakan ramalan weton sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan saat memasuki momen yang dianggap sakral tersebut.

Dikutip dari kanal YouTube Rahasia Jawa, inilah lima weton yang disebut paling rentan tertimpa musibah di malam satu Suro menurut kepercayaan Primbon Jawa.

1. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon dikenal sebagai salah satu weton yang memiliki aura spiritual sangat kuat dalam perhitungan Primbon Jawa. 

Kombinasi hari Jumat yang identik dengan nilai religius dan pasaran Kliwon yang sering dikaitkan dengan energi gaib membuat pemilik weton ini dianggap memiliki kepekaan batin yang lebih tinggi dibandingkan weton lainnya.

Menjelang Malam Satu Suro, pemilik weton Jumat Kliwon disebut berada dalam fase yang cukup sensitif. 

Dalam berbagai penafsiran Primbon Jawa, mereka dipercaya lebih mudah menangkap energi negatif dari lingkungan sekitar. 

Karena itulah, orang dengan weton ini dianjurkan untuk menjaga pikiran tetap positif dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Musibah yang sering dikaitkan dengan Jumat Kliwon tidak selalu berbentuk kejadian besar. 

Terkadang, musibah tersebut hadir dalam bentuk persoalan kecil yang berulang, seperti kesalahpahaman dengan keluarga, pertengkaran dengan pasangan, kehilangan barang berharga, atau munculnya hambatan dalam pekerjaan.

Baca Juga: 3 Weton Balungan Gajah, Konon Terlahir Membawa Rezeki Besar dan Kemakmuran sejak Kecil

Selain itu, kondisi emosi yang tidak stabil juga dipercaya dapat memengaruhi keberuntungan pemilik weton ini. Ketika seseorang mudah terpancing amarah atau terlalu larut dalam kecemasan, energi negatif diyakini semakin mudah memengaruhi kehidupannya.

Dalam tradisi Jawa, pemilik weton Jumat Kliwon biasanya dianjurkan memperbanyak doa, introspeksi diri, dan menghindari bepergian ke tempat-tempat yang dianggap angker pada Malam Satu Suro. 

Langkah tersebut dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan energi dalam diri mereka.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa ramalan weton hanyalah bagian dari warisan budaya. Segala bentuk musibah dan keberuntungan pada akhirnya tetap berada dalam kuasa Tuhan Yang Maha Esa. 

Oleh sebab itu, kepercayaan ini lebih tepat dijadikan sebagai pengingat agar selalu waspada dan memperbaiki diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Selasa Wage

Dalam perhitungan Primbon Jawa, Selasa Wage termasuk weton yang memiliki karakter pekerja keras, tegas, dan tidak mudah menyerah. 

Namun di balik kelebihan tersebut, pemilik weton ini juga dikenal memiliki kecenderungan keras kepala sehingga sering terjebak dalam situasi yang merugikan dirinya sendiri.

Memasuki Malam Satu Suro, weton Selasa Wage disebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan hubungan sosial dan urusan ekonomi. 

Menurut sejumlah penafsiran Primbon, energi yang muncul pada malam sakral tersebut dapat memicu munculnya konflik yang sebelumnya tersembunyi.

Orang yang lahir pada Selasa Wage dipercaya lebih rentan mengalami perselisihan dengan rekan kerja, teman dekat, maupun anggota keluarga. 

Konflik yang awalnya tampak sepele bisa berkembang menjadi masalah besar apabila tidak diselesaikan dengan kepala dingin.

Baca Juga: 8 Weton yang Diprediksi Memiliki Jalan Hidup Penuh Kemakmuran dan Kesuksesan, Hidup Semakin Mapan dari Waktu ke Waktu

Selain itu, urusan keuangan juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. 

Beberapa ramalan menyebutkan bahwa pemilik weton Selasa Wage berpotensi mengalami pengeluaran mendadak atau kerugian akibat keputusan yang diambil secara tergesa-gesa.

Karena itulah, mereka disarankan untuk tidak mudah tergoda oleh tawaran investasi, pinjaman, atau kerja sama yang belum jelas kebenarannya. 

Sikap hati-hati dianggap mampu meminimalkan risiko yang mungkin muncul selama periode tersebut.

Dalam budaya Jawa, menjaga lisan dan mengendalikan emosi menjadi nasihat utama bagi pemilik weton Selasa Wage saat memasuki Malam Satu Suro. 

Dengan lebih banyak bersabar dan menghindari pertengkaran, mereka dipercaya dapat melewati masa-masa sulit dengan lebih baik.

Pada akhirnya, pesan yang terkandung dalam ramalan ini bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar seseorang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan tidak lengah terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam kehidupan.

Baca Juga: 11 Weton Tulang Wangi Penuh Berkah bagi Orang Sekitarnya Menurut Primbon Jawa

3. Sabtu Pahing

Sabtu Pahing merupakan weton yang sering digambarkan memiliki karakter kuat, berwibawa, dan berjiwa pemimpin. 

Pemilik weton ini biasanya memiliki ambisi besar serta kemampuan yang baik dalam mengatur berbagai urusan kehidupan.

Namun menurut Primbon Jawa, karakter kuat tersebut terkadang membuat mereka terlalu percaya diri sehingga kurang memperhatikan berbagai risiko yang ada di sekitarnya. 

Pada Malam Satu Suro, kondisi tersebut dipercaya dapat menjadi celah munculnya berbagai persoalan yang tidak terduga.

Musibah yang dikaitkan dengan Sabtu Pahing umumnya berhubungan dengan urusan pekerjaan, bisnis, dan hubungan sosial. 

Pemilik weton ini dipercaya lebih rentan menghadapi persaingan yang tidak sehat, pengkhianatan dari orang terdekat, atau hambatan dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Selain itu, beberapa penafsiran juga menyebutkan adanya potensi kelelahan fisik akibat aktivitas yang terlalu padat. 

Karena terbiasa bekerja keras, pemilik Sabtu Pahing sering kali mengabaikan kondisi kesehatan hingga akhirnya tubuh memberikan sinyal berupa kelelahan atau penurunan daya tahan.

Malam Satu Suro menjadi momentum yang dianggap tepat untuk melakukan evaluasi diri dan memperlambat ritme aktivitas. 

Baca Juga: Nasib Selalu Bersinar! Inilah 6 Weton Ini Konon Dikaruniai Kekayaan dan Kesuksesan Berkelanjutan

Dalam tradisi Jawa, seseorang dianjurkan lebih banyak melakukan perenungan agar mampu melihat berbagai potensi masalah sebelum benar-benar terjadi.

Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi salah satu nasihat penting bagi weton Sabtu Pahing. 

Dukungan dari orang-orang terdekat dipercaya dapat membantu mengurangi berbagai dampak negatif yang mungkin muncul.

Walaupun demikian, segala bentuk ramalan tetap tidak dapat dijadikan kepastian. Kehati-hatian, kerja keras, dan doa tetap menjadi faktor utama yang menentukan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya di masa mendatang.

4. Rabu Pon

Rabu Pon dikenal sebagai weton yang memiliki sifat cerdas, kreatif, dan mudah beradaptasi dengan berbagai situasi. 

Mereka sering menjadi sosok yang disukai banyak orang karena kemampuan komunikasinya yang baik.

Meski memiliki banyak kelebihan, pemilik weton Rabu Pon disebut perlu meningkatkan kewaspadaan saat memasuki Malam Satu Suro. 

Dalam beberapa penafsiran Primbon Jawa, mereka dianggap lebih rentan mengalami gangguan yang berkaitan dengan kondisi psikologis dan emosional.

Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau persoalan yang selama ini dipendam dapat muncul kembali dan memengaruhi kestabilan mental mereka. 

Ketika emosi tidak terkendali, seseorang berisiko mengambil keputusan yang kurang tepat dan berujung pada kerugian.

Baca Juga: Takdirnya Selalu Hoki, 9 Weton Ini Diprediksi Bakal Dihujani Rezeki Seumur Hidup Menurut Primbon Jawa

Selain persoalan emosional, weton Rabu Pon juga dikaitkan dengan kemungkinan munculnya konflik akibat kesalahpahaman komunikasi. 

Ucapan yang tidak disengaja atau informasi yang salah dapat memicu pertengkaran dengan orang lain.

Karena itu, pemilik weton ini disarankan untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas kebenarannya. 

Menjaga komunikasi yang baik dianggap mampu mengurangi potensi masalah yang mungkin terjadi.

Dalam tradisi Jawa, Malam Satu Suro sering dimanfaatkan sebagai waktu untuk menenangkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Langkah tersebut dipercaya dapat membantu membersihkan pikiran dari berbagai energi negatif yang mengganggu.

Pada dasarnya, pesan utama dari ramalan ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara pikiran, emosi, dan tindakan. 

Dengan demikian, seseorang dapat menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih tenang dan bijaksana.

Baca Juga: 7 Weton Waseso Segoro Pandai Mencari Uang dan Rezeki Berlimpah Menurut Primbon Jawa

5. Kamis Legi

Kamis Legi merupakan weton yang dikenal memiliki sifat ramah, murah hati, dan mudah mendapatkan simpati dari orang lain. 

Mereka sering menjadi tempat curhat dan dipercaya karena dianggap mampu memberikan solusi yang menenangkan.

Namun dalam Primbon Jawa, sifat terlalu baik tersebut terkadang menjadi kelemahan tersendiri. 

Pemilik weton Kamis Legi dipercaya lebih mudah dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki niat kurang baik.

Saat Malam Satu Suro tiba, weton ini disebut perlu lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitar. 

Musibah yang dikaitkan dengan Kamis Legi umumnya berasal dari hubungan sosial, seperti pengkhianatan, fitnah, atau kekecewaan akibat terlalu mempercayai orang lain.

Selain itu, aspek keuangan juga menjadi perhatian penting. Sikap mudah membantu sering membuat mereka kesulitan menolak permintaan orang lain, termasuk dalam urusan pinjam-meminjam uang yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Oleh karena itu, pemilik Kamis Legi dianjurkan lebih selektif dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain. 

Bersikap baik tetap penting, tetapi harus disertai dengan kebijaksanaan agar tidak mudah dimanfaatkan.

Tradisi Jawa juga mengajarkan bahwa Malam Satu Suro merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak doa dan refleksi diri. 

Dengan memperkuat spiritualitas, seseorang dipercaya dapat memperoleh perlindungan dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Terlepas dari berbagai ramalan yang beredar, penting untuk memahami bahwa weton hanyalah bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat nilai filosofi. 

Musibah maupun keberuntungan tidak semata-mata ditentukan oleh weton kelahiran, melainkan juga oleh usaha, sikap hidup, serta doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga: 4 Weton Naungan Tulus Banyu yang Multitalenta Serba Bisa dan Unggul Menurut Primbon Jawa

EDITOR: Candra Mega Sari