← Beranda
6 Weton Tibo Loro Masuk Fase Rezeki dan Puncak Kemakmuran Menurut Primbon Jawa
Mohammad Maulana IqbalKamis, 11 Juni 2026 | 18.49 WIB
Weton tibo Loro masuk fase rezeki dan puncak kemakmuran menurut primbon jawa / foto : Magnific/ cookie_studio

JawaPos.com – Dalam primbon Jawa, weton Tibo Loro dikenal sebagai kelompok weton yang harus melewati ujian berat sebelum mencapai puncak kemakmuran.

Keenam weton ini terbagi dalam dua kelompok berdasarkan nilai neptu, yaitu neptu 9 dan neptu 14, dengan pola fase rezeki yang berbeda.

Meski label Tibo Loro terdengar menakutkan, primbon Jawa justru mencatat bahwa di baliknya tersimpan peta keberuntungan luar biasa.

Memahami alur waktu dan momentum rezeki dari setiap weton ini menjadi kunci melewati fase terberat dengan kepala tegak.

Baca Juga: Berezeki Emas! 3 Weton ini Sepanjang Tahun 2026 Hidupnya Penuh Kelancaran, Uang Datang Terus sampai Mudah Kaya

Dilansir dari akun YouTube Suluk Weton pada Kamis (11/6), berikut enam weton tibo Loro masuk fase rezeki dan puncak kemakmuran menurut primbon jawa.

1. Senin Legi

Weton Senin Legi masuk kelompok neptu 9 dan dinaungi tiga kekuatan sekaligus: ginuron keringan, waseso segoro, dan dadi kayu.

Naungan waseso segoro menjadikan sumber rezeki weton ini sangat luas seperti lautan dan bisa datang dari arah mana saja.

Fase emas pertama weton ini dimulai pada usia 24 hingga 30 tahun, di mana usaha dan karier mulai menunjukkan hasil nyata.

Setelah melewati ujian terberat di usia 42 hingga 48 tahun dengan ketabahan, kemakmuran hakiki akan datang secara permanen.

2. Minggu Wage

Weton Minggu Wage juga berneptu 9 dan memiliki naungan dadi kayu yang berarti kekayaan yang dibangun bersifat kokoh dan jangka panjang.

Pondasi rezeki weton ini bahkan berpotensi diwariskan kepada generasi berikutnya jika dibangun dengan kejujuran dan ketekunan.

Fase rezeki mulai terbuka pada usia 24 hingga 30 tahun, namun pasang surut di usia 30 hingga 40 tahun tetap perlu diwaspadai.

Jika mampu bertahan melewati ujian berat di usia 42 hingga 48 tahun, kehidupan Minggu Wage akan membaik drastis setelahnya.

3. Minggu Pahing

Weton Minggu Pahing masuk kelompok neptu 14 dan dinaungi nohan rembulan, yaitu keberuntungan kuat yang sering datang tiba-tiba.

Naungan ini bekerja paling optimal ketika hati pemiliknya bersih dari rasa iri, dengki, dan niat buruk terhadap sesama.

Fase kelancaran rezeki dimulai lebih awal dibanding neptu 9, yaitu sekitar usia 24 hingga 25 tahun.

Jika mampu melewati ujian terberat di usia 30 hingga 36 tahun, rezeki akan stabil dan terus menguat hingga usia 50-an.

4. Rabu Pon

Weton Rabu Pon berneptu 14 dan selain dinaungi nohan rembulan, juga memiliki naungan tambahan satrio wibowo.

Naungan satrio wibowo menjadikan weton ini sosok berwibawa yang mudah mendapatkan posisi strategis dan kehormatan.

Rezeki Rabu Pon seringkali datang lewat jalur jabatan, kepercayaan orang lain, dan posisi-posisi terhormat dalam kehidupan.

Puncak kematangan finansial dicapai setelah usia 36 tahun, ketika kedua naungannya bekerja secara bersamaan dengan maksimal.

5. Jumat Kliwon

Weton Jumat Kliwon berneptu 14 dan memiliki naungan istimewa bernama tunggak semi di samping naungan nohan rembulan.

Tunggak semi berarti rezeki weton ini selalu menemukan jalan untuk pulih kembali meskipun pernah jatuh dan bangkrut sekalipun.

Ujian terberat datang pada usia 30 hingga 36 tahun dan menjadi proses pembersihan hati serta pembentukan mental spiritual yang matang.

Setelah melewati fase itu, jaminan rezeki tunggak semi akan aktif penuh dan membawa kestabilan finansial yang bertahan lama.

6. Sabtu Legi

Weton Sabtu Legi berneptu 14 dan dinaungi sumur sinaba yang menggambarkan sosok pengayom bijaksana dan sangat disegani.

Naungan ini menjadikan Sabtu Legi sebagai tempat orang mencari nasihat, dan rezeki mereka sering datang dari kepercayaan sosial.

Fase rezeki mulai terbuka pada usia 24 hingga 25 tahun, namun ujian berat di usia 30 hingga 36 tahun harus dilalui dengan sabar.

Setelah usia 36 tahun ke atas, naungan sumur sinaba dan nohan rembulan bekerja bersama membawa kemakmuran yang kokoh dan disegani.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho