← Beranda
Pusaka Sakti Bersemayam di Dalam Tubuh, Enam Weton Ini Disebut Pemilik Energi Gaib Sejak Lahir Menurut Primbon Jawa
Zulfa Putri HardiyatiRabu, 18 Maret 2026 | 16.24 WIB
Weton Ini Disebut Pemilik Energi Gaib Sejak Lahir Menurut Primbon Jawa (FREEPIK)

 

 

JawaPos.com - Di balik perjalanan hidup manusia, kepercayaan spiritual Jawa meyakini adanya energi tak kasatmata yang ikut menyatu dalam raga dan jiwa seseorang.

 Energi ini bukan sekadar aura biasa, melainkan pusaka gaib—daya metafisik yang tidak berwujud, namun dipercaya mampu memancarkan karisma, perlindungan, dan kekuatan batin luar biasa.

Pusaka semacam ini tidak bisa dilihat atau dipegang, tetapi pengaruhnya terasa kuat dalam laku hidup pemiliknya.

Seperti yang diungkap dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, pusaka gaib tidak sembarang memilih wadah.

Hanya weton-weton tertentu yang dinilai memiliki keseimbangan energi, cakra, dan watak batin yang mampu menampung kekuatan tersebut.

 Menurut Primbon Jawa, ada enam weton yang dipercaya terlahir sebagai pemilik pusaka sakti yang telah menyatu dalam tubuhnya sejak lahir.

Berikut ulasan keenam weton tersebut, disusun dengan penomoran seperti yang diminta.

1.      Sabtu Kliwon

Weton Sabtu Kliwon dikenal sebagai weton dengan kedalaman spiritual yang sangat kuat. Sosoknya cermat, rendah hati, penuh kesabaran, dan memiliki welas asih yang tinggi terhadap sesama.

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, weton ini memegang dua cakra utama, yakni cakra mahkota bumi dan cakra mahkota langit, yang sama-sama berelemen tanah.

Kombinasi ini menjadikan Sabtu Kliwon berenergi stabil, kuat, dan bersih, sehingga sering disebut sebagai “weton orang suci” dan sangat cocok menjadi wadah pusaka gaib.

2.      Jumat Kliwon

Jumat Kliwon memancarkan aura hangat sekaligus mempesona. Karakternya tegas, penuh belas kasih, dan mampu menjadi pengayom bagi banyak orang.

Weton ini dipercaya memiliki dua cakra, yakni cakra ajab bumi dan cakra mahkota langit, dengan elemen air dan tanah yang seimbang.

Keseimbangan antara emosi dan logika inilah yang membuat Jumat Kliwon dinilai sanggup menyimpan pusaka gaib tanpa kehilangan kendali batin.

3.      Selasa Wage

Selasa Wage dikenal memiliki energi api dan udara yang kuat.

Dua cakra yang menyertainya—cakra manipura bumi dan cakra ajna langit—membuat weton ini memiliki daya juang tinggi, intuisi tajam, dan keberanian batin.

Dalam Primbon Jawa, kombinasi ini dianggap ideal sebagai wadah pusaka gaib karena mampu mengolah kekuatan besar tanpa mudah goyah oleh tekanan batin atau gangguan energi luar.

4.      Senin Pon

Weton Senin Pon berada di bawah naungan lintang Gajah Mada, simbol kebijaksanaan dan kewibawaan.

 Karakternya jujur, setia, bertanggung jawab, dan sering dikaitkan dengan keberuntungan hidup.

Dua cakra yang dimilikinya—cakra anahata bumi dan cakra manipura langit—berelemen angin dan api, melambangkan kesejahteraan serta keberanian.

Energi inilah yang membuat Senin Pon dipercaya layak menjadi tempat bersemayamnya pusaka gaib.

5.      Kamis Legi

Kamis Legi dikenal sebagai pribadi yang ramah, santun, mudah bergaul, dan memiliki daya tarik alami.

 Di balik kelembutannya, weton ini menyimpan keseimbangan perasaan dan komunikasi yang baik berkat cakra swadistana bumi dan cakra anahata langit, berelemen air dan angin.

 Kombinasi ini menjadikan Kamis Legi memiliki batin yang lapang dan stabil, sehingga dipercaya mampu menampung pusaka gaib dengan aman.

6.      Minggu Pahing

Minggu Pahing memancarkan karisma kuat, keberanian, serta rasa percaya diri yang tinggi. Weton ini berada di bawah naungan lintang singa, simbol kepemimpinan dan kewibawaan.

Dua cakra yang menyertainya—cakra muladhara bumi dan cakra swadistana langit—berelemen api dan air, menciptakan vitalitas besar sekaligus keseimbangan emosi.

 Inilah yang membuat Minggu Pahing dipercaya sebagai salah satu weton pemilik pusaka gaib sejak lahir.

Sebagai penutup, Primbon Jawa menegaskan bahwa semua ini hanyalah ramalan dan warisan pengetahuan spiritual leluhur. Pusaka gaib, jika memang ada, bukanlah sesuatu untuk disombongkan atau disalahgunakan.

 Ia diyakini sebagai amanah batin yang seharusnya dijaga dengan kebersihan hati, kejernihan pikiran, dan niat untuk membawa kebaikan.

 Bijaklah dalam menyikapi setiap ramalan, karena pada akhirnya segala kekuatan dan rezeki tetap berada dalam kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

EDITOR: Novia Tri Astuti