← Beranda
Weton Ini Awalnya Hidup Susah, Namun Perlahan Berbalik Arah: Empat Weton yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Hidup Tenang di Masa Tua Menurut Primbon Cirebon
Zulfa Putri HardiyatiSenin, 16 Maret 2026 | 05.59 WIB
Weton Ini Awalnya Hidup Susah, Namun Perlahan Berbalik Arah: Empat Weton yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Hidup Tenang di Masa Tua Menurut Primbon Cirebon (FREEPIK)

JawaPos.com - Tidak sedikit orang memandang masa tua dengan perasaan cemas. Produktivitas menurun, tenaga berkurang, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Kekhawatiran akan gangguan finansial sering menghantui pikiran, terlebih bagi mereka yang di masa muda harus berjuang keras dari kondisi serba terbatas.

Namun dalam kearifan Primbon Jawa, hidup manusia tidak hanya dibaca dari apa yang tampak hari ini.

Ada garis takdir yang bergerak perlahan, membentuk kejayaan justru di fase akhir kehidupan.

Menurut ulasan spiritual dari kanal YouTube Primbon Cirebon, terdapat empat weton yang meski di awal hidup kerap merasakan susah, justru ditakdirkan menikmati masa tua yang jaya, tenang, dan jauh dari gangguan finansial.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari ke-26 Senin, 16 Maret 2026 untuk Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Sekitarnya

Kejayaan ini bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang selaras dengan neptu dan naungan hidup masing-masing weton.

1.      Minggu Legi

Minggu Legi dikenal memiliki neptu 10, angka yang dalam Primbon Jawa melambangkan kerja keras dan keteguhan. Sejak usia produktif, pemilik weton ini cenderung tidak takut bekerja berat dan memikul tanggung jawab besar.

Usaha yang dilakukan secara konsisten perlahan membentuk kestabilan finansial. Rezeki Minggu Legi datang dari jerih payah yang nyata, sering kali melalui pekerjaan dengan penghasilan yang terus meningkat.

 Di masa tua, akumulasi usaha ini menjelma menjadi kehidupan yang lebih mapan dan berjaya, membuat mereka tidak lagi dihantui kekhawatiran soal ekonomi.

2.      Selasa Wage

Selasa Wage berada di bawah naungan lakune bumi, sebuah simbol kekuatan dasar kehidupan dan kestabilan rezeki.

Naungan ini membuka gerbang rezeki sejak usia muda dan terus mengalir hingga masa tua.

Pemilik weton Selasa Wage sering kali memiliki daya tahan hidup yang kuat, tidak mudah jatuh meski menghadapi kesulitan.

Aliran rezeki yang stabil inilah yang membuat masa tua mereka terasa lebih aman, tenang, dan jauh dari tekanan finansial. Hidup dijalani dengan rasa cukup yang mendalam.

3.      Rabu Pahing

Rabu Pahing memiliki neptu 16, angka yang dikenal membawa aliran rezeki yang deras dan berkesinambungan. Dalam Primbon Jawa, weton ini disebut sebagai pribadi yang memiliki magnet rezeki alami.

Meski perjalanan hidupnya tidak selalu mulus, setiap usaha yang dilakukan cenderung menemukan jalan.

Rezeki Rabu Pahing mengalir perlahan namun pasti, hingga akhirnya membentuk kejayaan di masa tua. Ketika usia bertambah, mereka justru menikmati hidup yang lebih tenang tanpa gangguan finansial berarti.

4.      Kamis Pon

Kamis Pon berada di bawah naungan lakune surya atau perjalanan matahari. Naungan ini melambangkan cahaya, kestabilan, dan kesinambungan hidup. Rezeki Kamis Pon dikenal stabil dan terjaga, tidak mudah terputus oleh keadaan.

Seiring berjalannya waktu, kestabilan ini menjadi pondasi kuat bagi kejayaan di masa tua. Hidup dijalani dengan rasa aman, kebutuhan tercukupi, dan batin yang lebih damai karena tidak dibayangi masalah keuangan.

Keempat weton ini menunjukkan satu benang merah yang sama. Kejayaan di masa tua bukanlah hadiah instan, melainkan buah dari perjalanan hidup yang selaras dengan karakter dan garis rezekinya.

 Primbon Jawa memandang bahwa tidak semua orang bersinar di awal, namun sebagian justru ditakdirkan menuai hasil terbaik di penghujung perjalanan.

Meski demikian, semua ramalan tetaplah bersifat tuntunan, bukan kepastian mutlak. Rezeki, umur, dan jalan hidup tetap berada dalam kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

Weton hanyalah cermin untuk membaca potensi, sementara sikap, usaha, dan kebijaksanaan tetap menjadi penentu utama.

 Bagi mereka yang memiliki weton-weton ini, masa tua bukan untuk ditakuti, melainkan fase untuk menikmati hasil dari kesabaran panjang yang telah dijalani.

EDITOR: Hanny Suwindari