JawaPos.com - Bulan Sya’ban, yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai bulan Ruwah, kerap terlewati tanpa banyak mendapatkan perhatian. Padahal, bulan ini menyimpan makna spiritual yang mendalam.
Dalam ajaran Islam, Sya’ban merupakan masa persiapan menjelang Ramadan, waktu untuk memperbaiki niat dan memperbanyak amal.
Sementara dalam kearifan Jawa, Sya’ban dimaknai sebagai saat yang tepat untuk menata laku hidup, membersihkan batin, dan merapikan hubungan lahir maupun batin.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Jumat 23 Januari 2026: dari Monyet, Ayam, Anjing hingga Babi
Pembahasan weton di bulan Sya’ban bukanlah untuk menentukan nasib atau memberi label baik dan buruk. Primbon Jawa memandang weton sebagai cermin watak dan kecenderungan batin manusia.
Dari sinilah muncul pemahaman bahwa ada weton yang lebih selaras dengan suasana batin Sya’ban, dan ada pula yang dianjurkan untuk lebih waspada serta mengendalikan diri.
Bagi leluhur Jawa, waktu bukan sekadar hitungan kalender. Waktu memiliki rasa dan suasana batin.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Jumat 23 Januari 2026: dari Naga, Ular, Kuda hingga Kambing
Bulan Sya’ban dipandang sebagai masa peralihan, saat hawa nafsu perlu diturunkan, hubungan diperbaiki, dan hati dibersihkan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Oleh karena itu, segala laku hidup di bulan ini dianjurkan lebih lembut, tertata, dan penuh kesadaran.
Berikut daftar weton-weton yang diprediksi selaras dengan Bulan Sya’ban dan yang perlu berhati-hati dilansir dari YouTube Kejawen.
Weton yang Dinilai Selaras dengan Bulan Sya’ban
1. Senin Legi
Senin Legi menjadi salah satu weton yang dianggap membawa potensi keberkahan. Senin melambangkan awal dan niat, sementara Legi mencerminkan keseimbangan dan kelembutan rasa.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Jumat 23 Januari 2026: dari Tikus, Kerbau, Macan hingga Kelinci
Pemilik weton ini umumnya berwatak halus, mudah menerima nasihat, dan tidak mudah terpancing emosi.
Di bulan Sya’ban, Senin Legi berpeluang mendapatkan ketenangan batin, keharmonisan keluarga, serta kelancaran rezeki, terutama jika mampu menjaga kesederhanaan dan memperbanyak rasa syukur.
2. Kamis Pahing
Kamis Pahing juga termasuk weton yang kuat energinya di bulan Sya’ban. Kamis dikenal dekat dengan nilai spiritual dan doa, sedangkan Pahing melambangkan tekad dan daya juang.
Kombinasi ini memberi peluang besar dalam hal peningkatan rezeki dan pemantapan tujuan hidup. Namun kuncinya adalah pengendalian emosi.
Jika Kamis Pahing mampu menahan ego dan tidak merasa paling benar, bulan Sya’ban dapat menjadi titik balik yang membawa kebaikan.
3. Jumat Legi
Jumat Legi dikenal memiliki aura yang menenteramkan. Jumat adalah hari mulia, sementara Legi membawa sifat manis dan penuh kedamaian.
Di bulan Sya’ban, weton ini dianjurkan memperbanyak silaturahmi, memaafkan kesalahan masa lalu, dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Laku ini dipercaya dapat membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
4. Rabu Wage
Rabu Wage termasuk weton dengan kekuatan batin yang tenang. Meski cenderung pendiam, pemilik weton ini memiliki kedalaman berpikir.
Bulan Sya’ban sangat cocok dijadikan waktu refleksi diri. Kejujuran pada diri sendiri akan membantu Rabu Wage menemukan kejernihan pikiran dan mengambil keputusan hidup yang lebih tepat.
Weton yang Dianjurkan Lebih Berhati-hati
1. Selasa Kliwon
Berbeda dengan weton di atas, Selasa Kliwon dianjurkan untuk lebih waspada. Energi besar yang dimiliki weton ini bisa berubah menjadi beban jika tidak dikendalikan.
Di bulan Sya’ban, Selasa Kliwon sebaiknya menghindari konflik, menahan ucapan, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan penting.
2. Sabtu Pahing
Sabtu Pahing dikenal sebagai sosok pekerja keras. Namun di bulan Sya’ban, kerja berlebihan justru bisa melelahkan batin.
Pemilik weton ini disarankan lebih memperhatikan kesehatan, mengurangi ambisi, dan memberi ruang untuk beristirahat agar tidak merasa tertekan.
3. Minggu Pon
Sementara itu, Minggu Pon memiliki kecenderungan keras kepala dan sulit menerima nasihat. Di bulan Sya’ban, sikap ini perlu dilembutkan.
Jika mau belajar mendengar dan introspeksi, bulan ini bisa menjadi masa pembelajaran yang berharga. Sebaliknya, menolak refleksi diri justru akan membuat segalanya terasa terhambat.
Perlu dipahami bahwa primbon bukan penentu takdir. Tidak ada weton yang sepenuhnya sial atau pasti beruntung.
Weton hanyalah gambaran watak, sedangkan keberkahan sejati ditentukan oleh niat, usaha, laku hidup, dan doa. Bulan Sya’ban mengajarkan kita untuk memperbaiki diri, apa pun weton yang kita miliki.
Semoga bulan ini menjadi waktu yang menenangkan, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih jernih.