← Beranda
5 Weton Rawan Sengkolo di Malam Tahun Baru 2026: Energi Peralihan, Ujian Batin, dan Pagar Diri
Niko SulpriyonoSabtu, 20 Desember 2025 | 01.49 WIB
Ilustrasi rawan sengkolo (Freepik)

JawaPos.com - Malam pergantian tahun bukan sekadar pesta dan euforia. 

Dalam pandangan spiritual Jawa, malam tahun baru adalah titik peralihan energi besar: energi lama ditutup, energi baru dibuka. 

Pada momen ini, batin manusia diuji. Bagi jiwa yang tenang, malam ini menjadi pintu harapan. 

Namun bagi batin yang lalai, ia bisa menjadi celah sengkolo masuk tanpa permisi.

Leluhur Jawa sejak dahulu menekankan pentingnya eling lan waspada. 

Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pagar diri agar manusia tidak larut dalam kelalaian. 

Sengkolo bukan sekadar peristiwa gaib, melainkan ketidakseimbangan antara batin manusia dan energi alam. 

Karena itu, pitutur leluhur selalu menekankan kesadaran, ketenangan, dan kemampuan menahan diri.

Artikel ini akan membahas lima weton yang rawan sengkolo di malam tahun baru 2026 yang dihimpun dari kanal YouTube NGAOS JAWA pada Jumat (19/12).

1. Weton Kamis Pon: Ujian Batin di Gerbang Tahun Baru

Orang yang lahir pada Kamis Pon dikenal kuat, tegas, dan penuh tanggung jawab. 

Namun justru karena kekuatan itu, malam tahun baru 2026 menjadi ujian batin besar. 

Energi peralihan bersinggungan langsung dengan getaran lahir Kamis Pon.

Sengkolo sering muncul bukan dalam bentuk mistis, melainkan lewat kelalaian kecil: emosi yang tiba-tiba naik, keputusan tergesa-gesa, atau rasa percaya diri berlebihan. 

Ketajaman rasa yang biasanya menjadi kelebihan bisa tertutup oleh euforia.

Pitutur leluhur untuk Kamis Pon sederhana: aja sembrono. 

Menarik diri sejenak, menata niat, dan menjaga ucapan adalah bentuk kebijaksanaan. 

Keselamatan sering datang bukan dari keberanian, tetapi dari kemampuan menahan diri.

2. Weton Senin Kliwon: Sensitivitas Batin yang Mudah Terguncang

Senin Kliwon dikenal memiliki kedalaman batin. 

Orangnya tajam, peka, dan menyimpan energi batin yang kuat. 

Namun pada malam tahun baru, energi besar bisa membuat batin Senin Kliwon terguncang.

Sengkolo muncul lewat hal-hal sepele: emosi yang biasanya terkendali tiba-tiba meledak, perkara kecil memicu pertengkaran, atau pikiran kusut tanpa sebab jelas. 

Hal ini terjadi karena Senin Kliwon lebih mudah menyerap suasana sekitar.

Pitutur leluhur menekankan agar Senin Kliwon menahan diri. 

Tidak perlu ramai, tidak perlu ikut arus. 

Diam, menjaga ucapan, dan menunda keputusan penting adalah bentuk perlindungan diri yang paling ampuh.

3. Weton Senin Legi: Kehalusan Rasa yang Perlu Dijaga

Senin Legi dikenal berhati lembut dan menyejukkan. 

Namun kepekaan batin yang tinggi membuatnya rawan sengkolo saat energi peralihan tahun baru bersinggungan dengan getaran lahirnya.

Sengkolo biasanya muncul perlahan: salah paham tanpa sebab, tubuh terasa lemas, atau hati tidak tenang. 

Hal ini terjadi karena Senin Legi mudah menyerap energi sekitar, termasuk emosi orang lain.

Pitutur leluhur menekankan agar Senin Legi tidak memaksakan diri mengikuti keramaian 

Malam tahun baru sebaiknya digunakan untuk menenangkan hati, berkumpul dengan keluarga inti, atau berdoa dengan kesadaran penuh.

4. Weton Selasa Legi: Energi Gerak yang Perlu Dikendalikan

Selasa Legi dikenal aktif, sigap, dan penuh inisiatif. 

Namun sifat ini bisa menjadi celah sengkolo saat malam tahun baru. 

Energi peralihan membuat ritme hidup yang terlalu cepat kehilangan keseimbangan.

Sengkolo muncul lewat kelelahan fisik, ceroboh di perjalanan, atau emosi yang naik turun. Pikiran terasa tidak fokus, mudah terdistraksi, dan tubuh cepat kehilangan energi.

Pitutur leluhur untuk Selasa Legi jelas: aja ngebut uripmu dewe. 

Hidup bukan perlombaan. Malam tahun baru sebaiknya dijalani dengan langkah pelan, penuh perhatian, dan tidak memaksakan diri.

5. Weton Senin Pon: Titik Benturan Energi Besar

Senin Pon masuk dalam hitungan wos gede, artinya rawan besar. 

Malam tahun baru 2026 menjadi titik benturan energi paling kuat bagi weton ini.

Sengkolo muncul lewat emosi yang tidak terkontrol, ucapan yang memicu konflik, atau perjalanan jauh yang dilakukan tanpa persiapan. 

Energi besar membuat Senin Pon berada di persimpangan arus kuat.

Pitutur leluhur menekankan agar Senin Pon tidak memaksakan diri. 

Menjaga emosi, mengurangi perjalanan jauh, dan menahan ucapan adalah pagar diri. 

Dengan kesadaran penuh, energi baru justru bisa membawa kekuatan dan keteguhan yang lebih matang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho