JawaPos.Com - Perubahan besar dalam siklus kehidupan sering kali membawa energi yang tidak selalu ringan.
Sebagian orang merasakan jalan hidup terasa lebih terjal, emosi mudah terguncang, dan berbagai persoalan muncul hampir bersamaan.
Dalam kepercayaan Jawa, kondisi ini kerap dikaitkan dengan hadirnya sengkolo, yakni energi negatif yang menguji kekuatan lahir dan batin seseorang.
Primbon Jawa memandang weton sebagai penentu getaran dasar kehidupan.
Ketika memasuki fase tertentu, weton-weton tertentu dipercaya lebih rentan tersentuh energi berat, terutama jika tidak diimbangi dengan laku hidup yang selaras.
Sengkolo bukan semata musibah, melainkan peringatan agar seseorang lebih waspada, rendah hati, dan mendekatkan diri pada keseimbangan batin.
Dilansir dari kanal Youtube Ngaos Jawa, inilah lima weton yang diramal berada dalam fase rawan sengkolo atau musibah di malam tahun baru 2026.
Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dalam bersikap, mengambil keputusan, dan menjaga hubungan dengan sesama serta Sang Pencipta.
1. Weton Senin Kliwon
Weton Senin Kliwon dikenal memiliki kepekaan batin yang sangat tinggi.
Pemilik weton ini ibarat spons energi, mudah menyerap suasana sekitar, baik yang positif maupun yang negatif.
Mereka sering peka terhadap perubahan sikap orang lain, firasat, bahkan getaran emosional yang tidak diucapkan.
Pada fase tertentu, terutama ketika lingkungan tidak kondusif, tekanan batin Senin Kliwon terasa jauh lebih berat dibanding weton lain.
Sengkolo yang mengintai Senin Kliwon kerap muncul secara halus namun menguras tenaga.
Bentuknya bisa berupa kegelisahan berkepanjangan, pikiran yang sulit tenang, hingga konflik batin yang tidak terlihat oleh orang lain.
Masalah kecil sering terasa membesar karena dipikirkan terlalu dalam.
Kesalahpahaman dengan pasangan, keluarga, atau rekan kerja pun mudah terjadi akibat emosi yang terpendam terlalu lama.
Dalam primbon Jawa, Senin Kliwon diingatkan agar tidak memaksakan diri menanggung semuanya sendiri.
Ambisi yang berlebihan, keinginan untuk selalu mengalahkan keadaan, justru bisa membuka pintu energi berat.
Laku prihatin seperti mengurangi keluh kesah, menjaga ucapan, serta memperbanyak doa dan tirakat ringan sangat dianjurkan.
Menenangkan batin adalah kunci utama agar sengkolo tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
2. Weton Jumat Legi
Jumat Legi dikenal berhati lembut, tulus, dan mudah menaruh kepercayaan.
Mereka sering menjadi tempat curhat, penolong, dan sosok yang sulit berkata tidak.
Niat baik ini sejatinya membawa berkah, namun pada fase rawan sengkolo, justru bisa menjadi celah datangnya ujian melalui lingkungan sekitar.
Sengkolo pada Jumat Legi sering hadir lewat hubungan sosial. Kekecewaan karena dikhianati, dimanfaatkan, atau disalahpahami menjadi pola yang kerap berulang.
Energi berat muncul ketika keikhlasan tidak diimbangi dengan kewaspadaan.
Terlalu sering mengalah tanpa batas membuat batin terkuras dan menimbulkan rasa tidak dihargai.
Primbon menasihati pemilik Jumat Legi untuk belajar menetapkan batasan sehat.
Bersikap baik tidak berarti harus selalu mengorbankan diri. Selektif dalam bergaul, tidak mudah terpengaruh bujukan manis, serta berani berkata tegas akan sangat membantu meredam sengkolo.
Dengan pendirian yang kuat, energi negatif dari luar tidak mudah menembus ketenangan batin.
3. Weton Selasa Wage
Selasa Wage memiliki karakter kuat, berani, dan berjiwa petarung. Mereka tidak mudah mundur dan cenderung ingin menyelesaikan masalah secara langsung.
Namun pada fase rawan sengkolo, sifat keras dan spontan ini justru menjadi sumber benturan nasib.
Sengkolo yang mengintai Selasa Wage sering berkaitan dengan konflik terbuka. Pertengkaran, kesalahpahaman besar, hingga masalah pekerjaan atau hukum bisa muncul akibat keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang.
Energi panas dalam diri Selasa Wage perlu dikelola dengan bijak agar tidak berbalik merugikan diri sendiri.
Primbon Jawa menganjurkan Selasa Wage untuk banyak menahan diri dan mengolah emosi. Tidak semua masalah harus dihadapi dengan konfrontasi.
Mengalah sementara, berpikir panjang sebelum bertindak, serta memilih jalan damai justru menjadi perisai paling kuat. Kesabaran adalah kunci utama agar sengkolo tidak berubah menjadi penyesalan.
4. Weton Rabu Pon
Rabu Pon dikenal cerdas, komunikatif, dan pandai menyampaikan pendapat. Di balik kecerdasan tersebut, sering tersembunyi kegelisahan batin yang jarang diungkapkan.
Mereka terbiasa terlihat kuat di luar, namun di dalam sering memendam banyak pertanyaan tentang arah hidup.
Pada fase rawan sengkolo, ketidakseimbangan antara pikiran dan perasaan menjadi sumber masalah.
Kelelahan mental, rasa tidak puas, dan kebingungan dalam mengambil keputusan membuat energi diri melemah.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menarik energi negatif yang memperlambat langkah dan menurunkan semangat hidup.
Primbon menyarankan Rabu Pon untuk memperlambat ritme hidup. Tidak semua hal harus dikejar dalam waktu bersamaan.
Introspeksi, mengurangi beban pikiran, serta memperbaiki hubungan spiritual akan membantu menstabilkan energi batin. Saat pikiran dan hati kembali selaras, sengkolo pun perlahan menjauh.
5. Weton Sabtu Pahing
Sabtu Pahing dikenal memiliki jiwa pemimpin, tegas, dan bertanggung jawab. Mereka sering menjadi tumpuan keluarga maupun lingkungan.
Namun pada fase rawan sengkolo, beban tanggung jawab yang terlalu berat dapat berubah menjadi sumber tekanan yang melelahkan.
Energi negatif pada Sabtu Pahing biasanya muncul dalam bentuk kelelahan fisik dan batin.
Masalah keluarga, pekerjaan, dan ekonomi bisa datang bersamaan, seolah menguji keteguhan hati. Jika terus dipendam, tekanan ini dapat memicu konflik dan menurunkan kesehatan.
Primbon menekankan pentingnya berbagi beban. Sabtu Pahing perlu belajar bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kebijaksanaan.
Menjaga keseimbangan antara memberi dan merawat diri sendiri adalah kunci agar sengkolo tidak menjatuhkan, melainkan menjadi ujian yang menguatkan perjalanan hidup.
***