← Beranda
Usahanya Berbuah Lebat! 6 Weton Unggulan Dijanjikan Panen Rezeki oleh Dewi Sri, Kekayaannya Tak Bertepi Menurut Primbon Jawa
Irfan FerdiansyahJumat, 24 Oktober 2025 | 04.28 WIB
seseorang yang usahanya berbuah lebat./Freepik/kuprevich

JawaPos.com - Dalam kepercayaan Jawa kuno, keberuntungan dan kemakmuran seseorang tak hanya ditentukan oleh kerja keras dan kecerdikan semata.

Ada unsur mistis yang turut melingkupi jalan hidup manusia — salah satunya adalah weton, gabungan antara hari dan pasaran lahir yang diyakini memengaruhi karakter, jodoh, hingga nasib rezeki.

Dilansir dari Youtube Ngaos Jawa pada Youtube Ngaos Jawa pada Kamis (23/10), di antara sekian banyak kombinasi weton, ternyata ada enam weton unggulan yang disebut dalam berbagai naskah primbon sebagai kesayangan Dewi Sri, sang dewi kesuburan, kemakmuran, dan panen raya.

Mereka yang lahir di bawah naungan weton ini dipercaya memiliki “tangan emas”: apapun yang disentuhnya bisa mendatangkan hasil berlimpah.

Mari kita telusuri satu per satu, weton yang disebut akan dipanen rezekinya tiada henti oleh semesta menurut kearifan Jawa kuno.

1. Jumat Kliwon – Weton Pembuka Pintu Rezeki

Weton ini sering disebut sebagai “weton pembawa berkat”.

Orang yang lahir di Jumat Kliwon memiliki daya spiritual tinggi dan aura magnetik yang menarik keberuntungan tanpa disadari.

Dalam dunia usaha, mereka mudah membangun relasi dan dipercaya banyak orang.

Menurut primbon, energi Jumat yang penuh keberkahan bertemu dengan pasaran Kliwon yang bermuatan gaib kuat — menjadikan kombinasi ini simbol harmoni antara dunia lahir dan batin.

Tak heran, usaha mereka cenderung stabil, bahkan sering mendapat pertolongan tak terduga ketika sedang kesulitan modal.

2. Rabu Legi – Si Pemanggil Harta dan Peluang

Rabu Legi dikenal sebagai weton yang disinari oleh cahaya darma rezeki.

Orang yang lahir pada hari ini memiliki naluri bisnis tajam dan kemampuan membaca peluang dari hal-hal kecil.

Dewi Sri disebut sangat menyukai pribadi Rabu Legi karena mereka menghargai hasil bumi dan gemar berbagi, sehingga aliran rezekinya tak pernah putus.

Banyak pedagang besar dan petani sukses dalam masyarakat Jawa klasik lahir di Rabu Legi — diyakini karena energi Legi (manis) membuat hidup mereka semakin manis pula.

3. Minggu Pahing – Weton Raja Dagang

Weton ini membawa energi keberanian, ambisi, dan optimisme.

Minggu sebagai hari matahari melambangkan kekuatan dan kebesaran, sementara pasaran Pahing menandakan semangat juang tinggi.

Gabungan keduanya menciptakan pribadi yang tidak takut rugi dan cepat bangkit dari kegagalan.

Usahanya sering melonjak pesat karena pandai mengambil keputusan besar di saat tepat.

Dalam primbon, Dewi Sri konon menanamkan “benih kemakmuran” pada mereka, sehingga walau jatuh bangun, mereka selalu kembali berbuah lebat.

4. Kamis Wage – Si Penanam Rezeki yang Subur

Kamis Wage kerap dianggap sebagai weton petani yang makmur.

Mereka biasanya berwatak tenang, tekun, dan tidak tergesa-gesa.

Ketekunan itulah yang membuat segala usaha mereka tumbuh perlahan namun pasti.

Menurut primbon, kombinasi Kamis (simbol kesabaran) dan Wage (pasaran penuh keberkahan) menciptakan energi penumbuh hasil.

Dewi Sri dipercaya menuntun langkah mereka agar setiap usaha yang ditanamkan selalu berbuah manis dan melimpah, baik di dunia pertanian, perdagangan, maupun karier profesional.

5. Selasa Pon – Weton yang Dilingkupi Cahaya Kemakmuran

Selasa Pon melambangkan keberanian, keuletan, dan kepemimpinan alami.

Orang yang lahir pada hari ini memiliki daya magis yang kuat terhadap rezeki: mereka jarang kekurangan karena pandai mengatur serta tidak mudah putus asa.

Primbon mencatat bahwa Selasa Pon sering dikaitkan dengan keberkahan “sumber air kehidupan” — simbol dari rezeki yang terus mengalir.

Dewi Sri diyakini bersemayam dalam langkah mereka, menjaga agar tidak kekeringan harta maupun kasih sayang.

6. Sabtu Legi – Sang Pewaris Lumbung Emas

Sabtu Legi dikenal sebagai weton para penjaga kemakmuran keluarga.

Mereka tak hanya pandai mencari rezeki, tapi juga bijak mengelolanya.

Energi Sabtu membuatnya disiplin dan bertanggung jawab, sementara Legi memberi kelembutan dan pesona yang menarik peluang.

Dalam dunia spiritual Jawa, Sabtu Legi dianggap memiliki getaran bumi yang kuat.

Dewi Sri sering dikisahkan menurunkan anugerah khusus kepada mereka berupa “sumber rezeki tanpa henti”, baik lewat usaha, investasi, maupun warisan keluarga yang lestari.

Kesimpulan: Rezeki yang Ditanam dengan Niat Baik, Akan Berbuah Tanpa Batas

Enam weton di atas bukan sekadar ramalan, melainkan cerminan harmoni antara nasib, karakter, dan tindakan.

Dalam pandangan primbon, keberuntungan bukan hadiah semata, melainkan hasil dari keselarasan energi diri dengan alam semesta.

Mereka yang dikasihi Dewi Sri tak hanya diberi kekayaan materi, tapi juga kecerdasan untuk menjaga, mengelola, dan berbagi.

Karena sebagaimana pesan leluhur Jawa:

“Rezeki sing ora mbagi, bakal mandheg; nanging rezeki sing ditandur, bakal dadi woh tanpa wates.”

(“Rezeki yang tak dibagi akan berhenti, tapi rezeki yang ditanam akan berbuah tanpa batas.”)

Jadi, bila wetonmu termasuk salah satunya, jangan sombong.

Gunakan anugerah Dewi Sri sebagai ladang kebaikan, agar usaha terus berbuah lebat dan keberkahan tak bertepi.

EDITOR: Hanny Suwindari