← Beranda
Dalam Waktu Dekat, 5 Weton Titisan Darah Biru Ini Diprediksi Menjadi Sosok Penuh Karisma, Rezekinya Deras dan Hatinya Terhormat
Zulfa Putri HardiyatiKamis, 9 Oktober 2025 | 05.35 WIB
Weton Titisan Darah Biru Ini Diprediksi Menjadi Sosok Penuh Karisma, Rezekinya Deras dan Hatinya Terhormat (FREEPIK

JawaPos.com - Dalam keheningan perjalanan hidup, manusia sering merenungi dari mana datangnya keberuntungan, wibawa, dan kemuliaan yang terpancar dari diri seseorang.

Dalam pandangan Jawa kuno, hal-hal tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan ada garis batin yang terbentuk sejak lahir — salah satunya melalui weton, yakni perpaduan hari dan pasaran kelahiran yang dipercaya menyimpan rahasia nasib, watak, hingga aliran rezeki seseorang.

Ada beberapa weton yang disebut-sebut sebagai “titisan darah biru” — istilah yang menggambarkan mereka yang lahir dengan aura kebangsawanan, karisma alami, serta kemampuan menarik rezeki dan kepercayaan dari banyak orang.

Seperti yang diungkap dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, terdapat lima weton yang disebut sebagai titisan darah biru.

Mereka ini konon memiliki keanggunan budi, keteguhan hati, dan rezeki yang mengalir tiada henti, seolah dibukakan jalan oleh semesta.

1. Weton Minggu Wage

Weton ini dipercaya sebagai salah satu titisan darah biru yang paling tajir dan berwibawa.

Sosok kelahiran Minggu Wage dikenal tekun bekerja, mandiri, serta memiliki pendirian yang teguh. Mereka sering kali menjadi pemimpin yang dihormati karena kebijaksanaannya.

Dalam primbon, Minggu Wage berada di bawah naungan Danu — lambang ketenangan sekaligus keteguhan hati. Tidak heran, banyak yang percaya bahwa orang berweton ini memiliki kharisma alami dan dipercaya di lingkungan sosial maupun pekerjaannya.

2. Weton Senin

Pemilik weton Senin sering disebut sebagai pribadi yang disukai banyak orang. Auranya yang menenangkan memancarkan wibawa dan ketegasan yang membuat orang lain mudah simpatik.

Mereka dikenal memiliki rasa tanggung jawab tinggi dan sering diandalkan dalam berbagai urusan penting.

Orang berweton Senin diyakini membawa sinar kehidupan bagi keluarga dan lingkungan, menjadi peneduh sekaligus pelindung bagi banyak orang di sekitarnya.

3. Weton Senin Wage

Senin Wage disebut sebagai weton yang memiliki hati teduh dan jiwa mengayomi. Sifatnya lembut, penuh adab, dan sangat menjunjung kesopanan.

Orang dengan weton ini kerap disegani bukan karena kekuasaan, melainkan karena ketulusannya.

Mereka seperti mata air yang membawa kesejukan di mana pun berada.

Dalam pandangan spiritual Jawa, Senin Wage juga sering dikaitkan dengan aliran rezeki yang bersih, datang dari jalan yang halal dan penuh keberkahan.

4. Weton Selasa Pahing

Weton ini dikenal sebagai titisan darah biru yang memiliki jiwa mandiri, bijak, dan penuh strategi.

Orang kelahiran Selasa Pahing disebut memiliki kemampuan luar biasa dalam menata langkah hidupnya, seperti seorang patih dalam peperangan yang tahu kapan harus maju dan kapan harus menahan diri.

Mereka juga terkenal suka menolong dan memiliki banyak teman. Daya tariknya begitu kuat, terutama karena karakternya yang adil dan tegas, namun tetap rendah hati.

5. Weton Selasa Pon

Selasa Pon disebut sebagai weton yang istimewa, sebab mereka memiliki karakter kuat, berani mengutarakan pendapat, dan tidak mudah goyah. Wataknya digambarkan seperti gunung — teguh, kokoh, dan menjadi penopang bagi banyak orang.

Mereka adalah sosok yang berpikir dalam, penuh pertimbangan, namun juga spiritual dan bersahaja. Dalam primbon, orang dengan weton Selasa Pon sering diibaratkan sebagai pertapa bijak yang berani membela kebenaran dan tak gentar menghadapi tantangan hidup.

Lima weton di atas dipercaya sebagai titisan darah biru dalam pandangan Primbon Jawa — mereka yang memancarkan wibawa, kedermawanan, dan aura kemakmuran.

Namun sebagaimana diingatkan oleh kanal YouTube Primbon Cirebon, semua ini hanyalah ramalan. Takdir sepenuhnya tetap berada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Yang terpenting, manusia tetap harus berikhtiar, menjaga laku, dan mensyukuri setiap nikmat yang diberikan.

 Sebab darah biru sejati bukan terletak pada keturunan atau kekayaan, melainkan pada kebeningan hati dan ketulusan dalam berbuat baik kepada sesama.

EDITOR: Novia Tri Astuti