JawaPos.com - Dalam perhitungan primbon Jawa, setiap weton memiliki pengaruh terhadap perjalanan hidup seseorang, yang mana setiap hari lahir membawa energi tersendiri.
Dikutip dari kanal YouTube Sabdaning Ratu pada Selasa (26/08/2025) Bagi pemilik weton Senin legi, terdapat hari-hari khusus yang dianggap membawa kemalangan sekaligus hari-hari yang diyakini membawa kejayaan.
Mengetahui hal ini dipercaya dapat membantu seseorang lebih berhati-hati sekaligus memanfaatkan momentum baik dalam hidupnya.
Tahun 2025 disebut sebagai masa penting bagi mereka yang lahir di weton ini. Ada hari baik, hari buruk, dan pantangan khusus yang perlu diperhatikan demi keseimbangan hidup.
Hari kemalangan (Hari was & Hari tahunan)
Hari kemalangan bagi pemilik weton Senin legi dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang muncul setiap bulan dan yang datang setahun sekali.
Hari was (kemalangan bulanan)
Hari was merupakan perhitungan hari sial yang datang rutin setiap bulannya. Hari ini dihitung dari weton seseorang, lalu ditambahkan hitungan tertentu. Untuk Senin legi, hari was terdiri dari:
Was telu (3 hari setelah Senin legi) = jatuh pada Rabu pon.
Was lima (5 hari setelah Senin legi) = jatuh pada Jumat kliwon.
Was pitu (7 hari setelah Senin legi) = jatuh pada Minggu pahing.
Was songo (11 hari setelah Senin legi) = jatuh pada Kamis legi.
Hitungan ini berlaku setiap bulan, yang berarti bahwa pemilik weton Senin legi sebaiknya lebih berhati-hati pada daftar hari yang disebutkan diatas.
Bagi mereka yang memiliki weton ini tidak disarankan untuk memulai sesuatu yang penting seperti perjalanan jauh, hajatan, atau membuka usaha di hari was.
Karena energi tubuh diyakini sedang lemah dan rentan mengalami kesialan.
Hari Kemalangan Tahunan
Selain hari was, pemilik weton Senin legi juga memiliki satu hari kemalangan yang datang setiap tahun, yaitu setiap hari Rabu di bulan Syawal.
Tidak peduli apakah itu Rabu Pon, Rabu Kliwon, atau Rabu Legi, semua dianggap sebagai hari yang kurang baik.
Pada hari ini, pemilik weton Senin Legi diyakini sangat rentan mengalami musibah seperti sakit mendadak atau kecelakaan.
Karena itu, jika memungkinkan, sebaiknya menghindari kegiatan besar seperti bepergian jauh, hajatan, atau acara penting lainnya di waktu tersebut.
Namun, untuk aktivitas rutin sehari-hari seperti bekerja atau sekolah, tetap diperbolehkan selama disertai dengan kewaspadaan dan doa.
Hari Kejayaan
Berkebalikan dengan hari kemalangan, ada juga hari kejayaan bagi mereka yang memiliki weton Senin legi. Hari baik ini jatuh pada setiap hari Kamis di bulan Ramadan.
Tidak masalah apakah Kamis pon, Kamis legi, atau pasaran lainnya, semua Kamis di bulan Ramadan dianggap sebagai puncak kekuatan energi bagi pemilik weton ini.
Pada hari kejayaannya, energi pemilik weton Senin legi diyakini sedang sangat kuat. Inilah waktu yang tepat untuk memulai hal-hal besar, misalnya membuka usaha, mencari pekerjaan baru, atau mengadakan hajatan penting.
Bahkan dalam tradisi lama, hari kejayaan sering digunakan untuk urusan yang membutuhkan keberanian dan kemenangan, seperti peperangan atau perebutan jabatan.
Dengan kata lain, hari Kamis di bulan Ramadan memberi peluang besar bagi mereka para pemilik wetion Senin legi untuk meraih keberhasilan, selama tetap memperhatikan kondisi lawan atau pesaing.
Pantangan untuk Pemilik Weton Senin Legi
Selain mengetahui hari baik dan buruknya, ada beberapa pantangan khusus yang perlu diperhatikan bagi mereka pemilik weton Senin legi. Pantangan ini berhubungan dengan sifat dan sikap hidup sehari-hari.
Mengendalikan Emosi
Pemilik weton Senin legi cenderung memiliki sifat emosional. Jika tidak mampu mengendalikan emosi, hal ini bisa memicu pertengkaran, kesalahpahaman, hingga keputusan yang keliru.
Karena itu, penting bagi mereka untuk lebih sabar, tenang, dan mengontrol emosinya agar tidak mudah terpancing amarah.
Menghindari Sifat Dengki
Sifat iri hati atau dengki sangat berbahaya bagi pemilik weton Senin legi. Jika dibiarkan, energi negatif dari kedengkian bisa menghancurkan kebahagiaan mereka sendiri. Hidup bisa menjadi penuh masalah, sulit berkembang, bahkan rezeki terasa seret.
Waspada terhadap Pemberian Makanan
Pantangan terakhir adalah berhati-hati dalam menerima makanan dari orang lain, apalagi dari orang asing atau yang tidak terlalu dikenal.