← Beranda
20 Tempat Wisata Alam di Pacitan yang Cocok Untuk Segala Kalangan Buat Liburan
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 30 Mei 2026 | 15.44 WIB
Rekomendasi wisata alam buat liburan di Pacitan / foto : Magnific/ Kireyonok_Yuliya

JawaPos.com – Pacitan dikenal luas bukan hanya karena pantainya yang memesona, tetapi juga karena kekayaan wisata alamnya yang sangat beragam.

Dari perut bumi hingga puncak bukit, setiap sudut kota ini menawarkan pengalaman alam yang sulit ditemukan di tempat lain.

Deretan destinasi ini cocok untuk berbagai jenis pengunjung, mulai dari pencari petualangan ekstrem hingga mereka yang sekadar ingin menikmati ketenangan alam.

Dilansir dari laman Labiru Tour dan TripCanvas pada Sabtu (30/5), berikut 20 rekomendasi tempat wisata alam buat liburan di Pacitan.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Hidden Gem di Pulau Bawean Gresik yang Sering Bikin Pelancong Ingin Balik Liburan Lagi

1. Goa Gong

Berlokasi di Desa Bomo, Kecamatan Punung, goa ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp 5.000 per orang.

Di dalam goa sepanjang sekitar 256 meter ini terdapat stalaktit dan stalagmit yang berkilauan, gong cave, rekahan endapan kalsium, serta danau kecil yang terbentuk dari tetesan air alami, menjadikannya goa yang diklaim terindah di Asia Tenggara.

2. Goa Tabuhan

Goa yang terletak di Dusun Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung ini memiliki kedalaman sekitar 100 meter dengan dua ruangan di dalamnya.

Stalaktit di dalamnya menghasilkan bunyi menyerupai gamelan Jawa saat dipukul, itulah asal nama "Tabuhan", sementara goa ini dulunya disebut Goa Tapan karena kerap digunakan sebagai tempat bertapa.

3. Goa Luweng Ombo

Goa ini memiliki mulut vertikal berdiameter lebih dari 50 meter dengan kedalaman lebih dari 100 meter dan lorong-lorong di dalamnya yang diperkirakan membentang hingga 25 kilometer.

Berlokasi di Kalak, Donorojo, goa ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB dan hanya bisa dinikmati dengan teknik roping menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap.

4. Goa Luweng Jaran

Goa ini tidak sepopuler Goa Gong maupun Goa Tabuhan, namun menyimpan daya tarik tersendiri dengan lorong bawah tanah yang diperkirakan panjangnya mencapai 48 kilometer.

Lorong-lorongnya terhubung dengan goa-goa lain di sekitarnya, menjadikannya salah satu goa dengan jalur eksplorasi terpanjang yang bisa dijelajahi.

5. Goa Song Terus

Berlokasi di Desa Mendolo Lor, Kecamatan Punung, goa ini diyakini pernah menjadi tempat tinggal manusia purba karena ditemukannya kerangka manusia berusia sekitar 10.000 tahun di lokasi ini.

Kerangka tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Mbah Siyem, sebuah nama yang hingga kini masih sangat populer di kawasan sekitarnya.

6. Pantai Klayar

Pantai yang terletak di Dusun Kalak, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo ini memiliki daya tarik utama berupa batu karang berlubang yang mengeluarkan bunyi menyerupai siulan saat dihantam ombak besar.

Tiket masuknya sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per orang, dan pantai ini bisa diakses dengan mudah menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

7. Pantai Srau

Pantai yang berlokasi di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, sekitar 25 kilometer dari pusat kota ini sebenarnya terdiri dari tiga pantai dengan karakteristik berbeda dalam satu kawasan.

Pantai pertama berpasir putih lembut dengan ombak landai, pantai kedua berpasir kasar dengan batu karang, dan pantai ketiga berupa tebing-tebing tinggi yang dramatis.

8. Pantai Banyu Tibo

Keunikan pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo ini adalah keberadaan air terjun yang mengalir langsung ke tepi pantai, menciptakan fenomena pertemuan air tawar dan air laut yang sangat langka.

Tiket masuknya berkisar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per orang dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

9. Pantai Taman

Pantai yang berlokasi di Hadiwarno, Ngadirojo ini buka 24 jam dengan tiket masuk Rp 5.000 untuk area pantai dan Rp 35.000 untuk wahana flying fox.

Daya tarik utamanya adalah jalur flying fox sepanjang 415 meter yang disebut-sebut sebagai yang terpanjang di Indonesia, ditambah wisata edukasi penangkaran penyu yang bisa diikuti langsung oleh pengunjung.

10. Pantai Karang Bolong

Pantai yang terletak di kawasan Karang Bolong, Sendang ini buka 24 jam dan tiket masuknya melalui Pantai Klayar seharga Rp 5.000 per orang.

Daya tarik utamanya adalah tebing karang raksasa yang berlubang akibat kikisan ombak, serta air terjun kecil yang hanya muncul saat musim penghujan dan langsung bermuara ke laut.

11. Pantai Ngandul

Pantai yang berlokasi di Widoro, Donorojo ini buka 24 jam dan tiket masuknya melalui Pantai Buyutan seharga Rp 5.000.

Daya tariknya adalah fenomena air terjun mini yang terbentuk dari aliran sungai yang mengalir di antara tebing dan langsung bermuara ke laut, menciptakan pemandangan yang unik dan langka.

12. Sungai Maron

Sungai yang membentang sekitar 5 kilometer di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan biaya sewa perahu Rp 90.000 hingga Rp 100.000.

Pengunjung bisa menyusuri aliran sungai yang tenang dan dikelilingi pepohonan rimbun menggunakan perahu selama sekitar 50 menit hingga satu jam hingga tiba di muara Pantai Ngiroboyo.

13. Kali Barong

Sungai yang terletak di Jalan Dadapan Watukarung, Candi, Kecamatan Pringkuku ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan dikelola secara serius oleh pemerintah daerah.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap termasuk perahu khas bernama perahu mancung, sepeda air, dan akses menuju Grojogan Dhuwur saat menyusuri sungai ke arah hulu.

14. Kali Bomo

Sungai yang berlokasi di Desa Bomo, Kecamatan Punung ini buka 24 jam dan dikenal karena fenomena "Grojogan Sewu" berupa deretan air terjun dengan variasi ketinggian antara satu hingga enam meter.

Di sekitar aliran sungai ini juga terdapat kolam alami berwarna kehijauan yang menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang berhasil menemukan lokasi tersembunyi ini.

15. Jurug Gringsing

Air terjun berundak ini terletak di kawasan Ploso, Kecamatan Tegalombo, dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp 5.000.

Lokasinya yang masih sangat alami menawarkan spot foto dengan latar belakang air terjun dan gundukan berbentuk hati, serta gubuk untuk bersantai di tepi aliran sungai.

16. Grojogan Dhuwur

Berlokasi di Dusun Barong Kulon, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, destinasi ini menawarkan tiga fenomena alam sekaligus dalam satu kawasan, yaitu aliran sungai Kali Barong yang jernih, air terjun dari tiga sisi, dan goa-goa kecil di sekitar bebatuan.

Airnya datang dari tiga arah yang membuat tampilan air terjun ini terlihat lebih eksotis dibanding air terjun pada umumnya.

17. Mahoni Pacitan Indah

Taman wisata yang berlokasi di Jalan Raya Tompak Rinjing, Dadapan, Kecamatan Pringkuku ini buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB dengan tiket masuk Rp 5.000.

Wahana utamanya adalah ayunan ekstrem yang berlokasi di kawasan hutan mahoni dan perbukitan, dilengkapi gardu pandang, area berkendara motor trail, dan burung beo yang disiapkan oleh pengelola.

18. Hutan Pinus Gemaharjo

Destinasi yang terletak di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, sekitar 40 kilometer dari pusat kota ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk hanya Rp 2.000.

Daya tarik utamanya adalah gardu pandang instagramable di tengah hutan pinus dengan panorama perbukitan dan lanskap sekitarnya yang sangat memukau.

19. Bukit Semar

Bukit yang berlokasi di Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan ini merupakan spot terbaik untuk menyaksikan hamparan perbukitan hijau dan Laut Selatan sekaligus dalam satu bidang pandang.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari untuk menyaksikan sunrise dengan kabut yang menyelimuti lembah, atau sore hari saat matahari terbenam di balik bukit.

20. Gunung Limo

Gunung dengan ketinggian sekitar 668 meter ini berlokasi di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, dengan jalur pendakian yang tidak terlalu ekstrem namun tetap menantang.

Titik tujuan pendakiannya adalah Batu Pongaan, sebuah spot dengan pemandangan perbukitan, perkebunan, dan sawah warga, serta pada momen tertentu digelar upacara adat Tetaken oleh penduduk lokal.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho