← Beranda
Mau Aman Berkendara saat Road Trip? Ini 4 Tips Penting!
Nanda PrayogaJumat, 12 Juni 2026 | 20.23 WIB
Ilustrasi panduan road trip aman dan nyaman bersama anak (Envato: mstandret)

 

JawaPos.com - Memasuki periode libur sekolah, aktivitas perjalanan masyarakat diprediksi meningkat seiring banyaknya keluarga yang memanfaatkan momen tersebut untuk berwisata ke berbagai daerah. Untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman, kondisi kendaraan perlu dipastikan dalam keadaan terbaik, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada ban sebelum berangkat.

PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan berkendara yang aman dan hemat selama perjalanan. Perusahaan juga membagikan sejumlah panduan yang dapat dilakukan mulai dari persiapan kendaraan hingga langkah penanganan saat menghadapi situasi darurat di jalan.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama ketika masyarakat melakukan perjalanan bersama keluarga selama masa liburan.

“Momentum liburan sekolah yang diiringi peningkatan mobilitas masyarakat menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Melalui tips ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang aman. Persiapan yang baik dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko di jalan,” ujar Mukiat dalam keterangannya.

Bridgestone membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan agar perjalanan jarak jauh lebih aman dan efisien!

1. Persiapan Kendaraan sebelum Berangkat

Sebelum memulai perjalanan, pengemudi disarankan memastikan seluruh komponen kendaraan bekerja dengan baik. Pemeriksaan tekanan angin ban perlu dilakukan menggunakan alat ukur yang akurat dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Hal ini menjadi semakin penting bagi kendaraan listrik (EV) yang memiliki bobot lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional.

Selain itu, kedalaman alur ban perlu diperiksa dan dipastikan masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan, yaitu 1,6 milimeter. Kondisi fisik ban juga harus bebas dari kerusakan seperti benjolan, sobekan, maupun benda asing yang berpotensi menimbulkan masalah selama perjalanan.

Pengendara juga dianjurkan memastikan ban cadangan atau perangkat perbaikan ban darurat dalam kondisi siap pakai serta memahami cara penggunaannya. Bagi pengguna kendaraan listrik maupun plug-in hybrid, perencanaan lokasi pengisian daya sepanjang rute perjalanan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Menyimpan nomor layanan darurat seperti derek resmi jalan tol atau layanan bantuan dari agen pemegang merek kendaraan juga dapat membantu jika terjadi kendala di perjalanan.

2. Menjaga Keselamatan selama Berkendara

Saat berada di jalan, pengemudi perlu menerapkan gaya berkendara yang lebih halus dan terkendali. Pengguna kendaraan listrik maupun hybrid disarankan memahami karakteristik regenerative braking agar proses pengereman berlangsung lebih aman.

Bridgestone juga mengingatkan pengemudi untuk menghindari akselerasi mendadak yang dapat meningkatkan konsumsi energi sekaligus mempercepat keausan komponen kendaraan. Kewaspadaan terhadap pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki dan pesepeda, juga perlu ditingkatkan sepanjang perjalanan.

3. Cegah Kelelahan saat Perjalanan Jauh

Kondisi tubuh pengemudi memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan berkendara. Untuk itu, pengemudi dianjurkan beristirahat secara berkala dengan patokan setiap dua jam perjalanan atau setelah menempuh sekitar 200 kilometer.

Apabila rasa kantuk mulai muncul, berhenti sejenak dan tidur singkat selama kurang lebih 15 menit dinilai lebih efektif untuk mengembalikan fokus dibandingkan memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

4. Langkah saat Menghadapi Keadaan Darurat

Dalam situasi seperti ban bocor atau kendaraan mengalami gangguan, pengemudi perlu mengurangi kecepatan secara perlahan sebelum menepi ke lokasi yang aman. Setelah berhenti, lampu hazard harus dinyalakan dan segitiga pengaman dipasang untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan lainnya.

Khusus kendaraan listrik, Bridgestone mengingatkan agar proses evakuasi menggunakan derek gendong atau towing. Penggunaan derek konvensional tidak disarankan karena berisiko menyebabkan kerusakan pada sistem kendaraan.

Bridgestone Indonesia menekankan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku pengemudi di jalan. Menjelang musim liburan, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan dan perawatan ban di jaringan Toko Model (TOMO) Bridgestone maupun bengkel ban terpercaya lainnya. Dengan persiapan yang matang, perjalanan liburan bersama keluarga diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan efisien.

EDITOR: Estu Suryowati