← Beranda
Semakin Tua Ketika Liburan Impian Anda Adalah Salah Satu dari 10 Destinasi Ini
Irfan FerdiansyahRabu, 10 Juni 2026 | 02.40 WIB
seseorang yang menikmati liburan impian./Magnific/freepik

JawaPos.com - Ada masanya ketika liburan impian identik dengan backpacking tanpa rencana, berburu konser musik, atau mengejar kehidupan malam hingga dini hari.

Namun seiring bertambahnya usia, definisi “liburan sempurna” mulai berubah. Kenyamanan menjadi prioritas, ketenangan lebih berharga daripada keramaian, dan pengalaman yang bermakna terasa lebih penting dibanding sekadar mengumpulkan foto untuk media sosial.

Jika Anda mulai merasa lebih tertarik pada tempat-tempat yang tenang, makanan yang enak, pemandangan yang indah, dan jadwal perjalanan yang santai, mungkin ini pertanda bahwa Anda semakin dewasa. Dan ternyata, itu bukan hal yang buruk sama sekali.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (9/6), terdapat 10 destinasi yang sering menjadi pilihan impian mereka yang mulai menghargai kenyamanan dan kualitas hidup.

1. Kyoto, Jepang: Menikmati Keindahan dalam Keheningan

Saat masih muda, Tokyo mungkin lebih menarik dengan hiruk-pikuknya yang tak pernah tidur. Namun seiring waktu, Kyoto menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga: ketenangan.

Berjalan santai di antara kuil-kuil kuno, menikmati musim gugur yang memukau, atau menyeruput teh hijau sambil memandang taman tradisional menjadi pengalaman yang sulit ditukar dengan pesta semalam suntuk. Kyoto mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu harus ramai.

2. Swiss: Tempat di Mana Pemandangan Menjadi Hiburan Utama

Dulu mungkin Anda rela menempuh perjalanan berjam-jam demi festival musik terbesar. Kini, duduk di dalam kereta sambil memandangi pegunungan Alpen yang tertutup salju terdengar jauh lebih menarik.

Swiss menawarkan udara bersih, kota-kota yang rapi, dan ritme kehidupan yang tenang. Tidak ada kebutuhan untuk terburu-buru. Bahkan sekadar menikmati secangkir kopi dengan latar danau yang tenang sudah terasa seperti kemewahan.

3. Ubud, Bali: Liburan yang Menyegarkan Jiwa

Semakin dewasa, banyak orang mulai mencari ketenangan batin, bukan hanya hiburan. Ubud menjadi salah satu tempat yang memenuhi kebutuhan tersebut.

Hamparan sawah hijau, yoga pagi, spa tradisional, dan suasana yang jauh dari kebisingan kota menjadikan Ubud destinasi yang ideal bagi mereka yang ingin benar-benar beristirahat. Liburan bukan lagi soal seberapa padat jadwal perjalanan, melainkan seberapa segar tubuh dan pikiran saat pulang.

4. Tuscany, Italia: Menikmati Hidup dengan Lebih Lambat

Tuscany mengajarkan seni hidup yang sederhana. Desa-desa kecil, kebun anggur, makanan lezat, dan sore yang tenang menjadi kombinasi yang sempurna.

Ketika masih muda, mungkin Anda ingin mengunjungi lima kota dalam tiga hari. Kini, menghabiskan seminggu di satu tempat sambil menikmati pasta dan matahari sore terdengar jauh lebih menggoda.

5. Selandia Baru: Alam yang Menenangkan

Semakin bertambah usia, banyak orang mulai menyadari bahwa alam memiliki kemampuan luar biasa untuk memulihkan energi.

Selandia Baru menawarkan danau jernih, pegunungan yang megah, dan kota-kota kecil yang damai. Tidak ada tekanan untuk selalu aktif. Anda bisa berjalan santai, menikmati pemandangan, dan membiarkan waktu berjalan lebih lambat.

6. Santorini, Yunani: Mengejar Matahari Terbenam, Bukan Keramaian

Ada sesuatu yang berubah ketika seseorang mulai lebih menghargai momen sederhana. Menyaksikan matahari tenggelam perlahan di Santorini, ditemani angin laut dan hidangan khas Mediterania, menjadi pengalaman yang terasa sangat istimewa.

Tidak ada agenda besar. Hanya ketenangan dan kesempatan untuk menikmati hidup apa adanya.

7. Islandia: Menemukan Keajaiban Alam

Banyak orang yang lebih dewasa mulai tertarik pada pengalaman yang unik dan berkesan. Islandia menawarkan aurora, geyser, air terjun, dan pemandangan yang hampir seperti dunia lain.

Alih-alih mencari keramaian, Anda justru menikmati kesunyian alam yang luas. Dan anehnya, kesunyian itu terasa sangat menenangkan.

8. Provence, Prancis: Keindahan yang Tidak Perlu Berlebihan

Ladang lavender yang membentang, pasar tradisional, serta kafe-kafe kecil dengan suasana hangat menjadikan Provence tempat yang sempurna untuk memperlambat langkah.

Semakin dewasa, banyak orang menyadari bahwa kebahagiaan sering kali ditemukan dalam hal-hal sederhana: sarapan yang tenang, percakapan yang hangat, dan waktu yang tidak diburu-buru.

9. Raja Ampat, Indonesia: Surga yang Layak Dinikmati Perlahan

Jika dulu liburan identik dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain secepat mungkin, Raja Ampat mengajarkan kebalikannya.

Keindahan bawah laut, laut biru yang tenang, dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk membuat banyak orang rela menghabiskan hari-hari hanya dengan menikmati alam. Tidak ada kebutuhan untuk selalu sibuk. Kadang-kadang, berdiam diri sambil memandangi laut sudah lebih dari cukup.

10. Kapal Pesiar: Saat Kenyamanan Menjadi Prioritas

Mungkin inilah tanda paling jelas bahwa Anda semakin menghargai kenyamanan. Dulu berpindah-pindah hotel dianggap menyenangkan. Kini, ide untuk mengunjungi beberapa negara tanpa perlu mengemas koper berulang kali terasa sangat menarik.

Kapal pesiar menawarkan semuanya dalam satu tempat: kamar yang nyaman, makanan yang tersedia sepanjang hari, hiburan, dan kesempatan menikmati berbagai destinasi tanpa repot.

Ketika Bertambah Tua Bukan Berarti Kehilangan Petualangan

Menjadi lebih dewasa tidak berarti kehilangan semangat menjelajah. Yang berubah hanyalah cara kita menikmati perjalanan. Kita mulai lebih menghargai kualitas daripada kuantitas, pengalaman daripada kesibukan, dan ketenangan daripada keramaian.

Jika salah satu dari sepuluh destinasi di atas mulai terasa lebih menarik dibanding festival musik yang penuh sesak atau perjalanan tanpa tidur selama tiga hari, jangan khawatir. Itu bukan tanda bahwa Anda membosankan.

Justru mungkin, Anda sedang memasuki fase ketika Anda benar-benar memahami arti liburan yang sesungguhnya: pulang dengan hati yang lebih tenang, tubuh yang lebih segar, dan kenangan yang lebih bermakna.

Dan siapa tahu, mungkin menjadi lebih tua ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang kita bayangkan.

EDITOR: Hanny Suwindari