JawaPos.com – Pulau Bawean di Kabupaten Gresik menyimpan kekayaan wisata yang luar biasa dan belum banyak terjamah.
Keindahannya mencakup pantai berpasir putih, danau cagar alam, air terjun di tengah hutan, hingga hutan mangrove yang luas dan asri.
Sebagai destinasi liburan hidden gem, Pulau Bawean juga menawarkan wisata bahari bawah laut yang tak kalah dari destinasi populer lainnya di Indonesia.
Dilansir dari laman Labiru Tour dan Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik pada Sabtu (30/5), berikut sepuluh rekomendasi tempat wisata hidden gem buat liburan di Pulau Bawean Gresik.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Air Terjun di Pacitan yang Sering Masuk Rencana Liburan Anak Muda, Apa Saja?
1. Pantai Mayangkara
Pantai ini kerap disebut mirip dengan Pantai Pataya di Bangkok, Thailand, dan digadang-gadang sebagai salah satu pantai terindah di Asia dengan air yang jernih serta ombak yang landai.
Menurut cerita masyarakat setempat, pantai ini ditemukan oleh Siti Zaenab, istri Sunan Giri, salah satu anggota Wali Songo yang makamnya ada di Kabupaten Gresik.
2. Pulau Gili
Pulau kecil ini menawarkan wisata keliling pulau menggunakan perahu tradisional dengan pemandu wisata seharga Rp 35.000 per orang.
Bagi yang ingin menikmati keindahan bawah laut, tersedia paket snorkeling seharga Rp 75.000 dengan panorama bawah air yang disebut-sebut menyerupai Pantai Pandawa di Bali.
3. Noko Gili
Pulau kecil ini terletak di sebelah barat Pulau Gili berupa hamparan pasir putih sepanjang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter, dan bisa dicapai menggunakan perahu sekitar 45 menit dari Dermaga Jembatan Apung.
Aktivitas yang bisa dilakukan di sini antara lain snorkeling, berenang, memancing, tracking, serta menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam, sementara pada malam hari cerah pasir putihnya tampak berpendar seperti mutiara.
4. Pulau Noko Selayar
Pulau yang beralamat di Pamona, Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura ini buka 24 jam setiap hari dan bisa dicapai dengan perahu dari daratan sekitar 15 menit.
Daya tariknya mencakup pantai berpasir putih yang cantik, keindahan alam bawah laut, serta aktivitas seperti snorkeling, berenang, memancing, tracking, dan spot foto yang menarik.
5. Pulau Cina
Pulau yang terletak di wilayah Desa Teluk Jati Dawang, Kecamatan Tambak ini dapat dicapai menggunakan perahu selama 15 menit dari daratan, sekitar 17 kilometer dari Alun-alun Sangkapura.
Meski tampak seperti pulau tak berpenghuni karena berupa perbukitan, Pulau Cina menyimpan keanekaragaman habitat laut yang menarik bagi penikmat snorkeling dan diving, dilengkapi fasilitas banana boat dan rumah apung.
6. Air Terjun Laccar
Air terjun ini terletak di Desa Kebun Teluk Dalam, sekitar 15 kilometer dari pusat Kecamatan Sangkapura, dan bisa dicapai dengan akses kendaraan yang cukup mudah.
Kawasan di sekitarnya masih dipenuhi hutan hijau yang asri dengan pepohonan tinggi, menciptakan suasana sejuk yang sangat menyegarkan bagi pengunjung.
7. Danau Kastoba
Danau yang terletak di Desa Paromaan, Kecamatan Tambak ini merupakan kawasan cagar alam yang sangat dilindungi di Pulau Bawean dan jarang dikunjungi wisatawan.
Untuk mencapainya, pengunjung perlu berjalan kaki menyusuri jalan setapak di antara pepohonan hijau dan semak belukar, sementara danau ini juga menjadi habitat bagi serangga langka yang hanya ada di kawasan ini.
8. Penangkaran rusa Bawean
Destinasi ini terletak di Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, sekitar 6 kilometer dari Pelabuhan Sangkapura, dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan suaka alam Bawean.
Kawasan yang dihuni sekitar 32 ekor rusa jenis Axis Kuhlii, rusa endemik Pulau Bawean ini, juga menawarkan fasilitas bumi perkemahan, area outbound, dan playground, dengan akses jalan sempit yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
9. Mangrove Hijau Daun
Hutan lindung mangrove yang terletak di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Sangkapura ini memiliki luas ribuan hektar dan dihuni berbagai spesies burung, kera ekor panjang, serta aneka jenis ikan.
Selain sebagai destinasi wisata, kawasan ini juga menjadi objek riset dan menawarkan edukasi tentang mangrove, udang, kepiting, serta berbagai produk olahan seperti madu mangrove, sirup mangrove, keripik mangrove, dan abon ikan.
10. Mangrove Super Beru
Ekowisata yang diresmikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2020 ini berlokasi di Dusun Daun Laut, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, sekitar 23 kilometer dari Alun-alun Sangkapura.
Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung harus menyeberangi jembatan kayu sepanjang sekitar 300 meter setinggi dua meter di atas air, yang di sepanjang jalurnya dikelilingi hutan mangrove yang lebat dan sejuk.