← Beranda
10 Wisata Hidden Gem di Jogja yang Masih Sepi, Cocok untuk Healing dan Menenangkan Pikiran
Niko SulpriyonoSelasa, 26 Mei 2026 | 01.24 WIB
Ilustrasi Wisata (Freepik)

 

JawaPos.com - Yogyakarta tidak pernah kehabisan pesona wisata. Selain destinasi populer seperti Malioboro, Parangtritis, atau HeHa Sky View, daerah istimewa ini ternyata masih menyimpan banyak tempat tersembunyi yang belum ramai dikunjungi wisatawan. 

Suasananya yang tenang dan alami membuat lokasi-lokasi ini cocok dijadikan tempat melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Beberapa hidden gem di Jogja menawarkan panorama alam yang unik, mulai dari lembah berkabut, pantai tersembunyi, hingga air terjun dengan warna air yang memikat. 

Keindahan alam yang masih asri membuat pengalaman berwisata terasa lebih nyaman dan jauh dari keramaian.

Bagi Anda yang sedang mencari tempat healing dengan suasana damai, daftar wisata hidden gem di Jogja berikut ini layak masuk agenda liburan berikutnya. 

Selain memiliki pemandangan memukau, beberapa lokasi juga sangat cocok untuk fotografi karena menyuguhkan lanskap yang estetik dan berbeda dari destinasi wisata mainstream yang dihimpun dari Google Maps pada Senin (25/06).

1. Stone Park Turunan, Gunungkidul

Stone Park Turunan menjadi salah satu hidden gem di Jogja yang menawarkan panorama alam luar biasa dari atas tebing batu. 

Lokasinya berada di kawasan Panggang, Gunungkidul, dengan pemandangan Sungai Oya yang berkelok di tengah lembah hijau yang luas.

Suasana di tempat ini sangat tenang karena belum terlalu ramai wisatawan. Udara segar dan suara alam yang mendominasi membuat Stone Park Turunan cocok dijadikan lokasi healing untuk menenangkan pikiran dari hiruk pikuk perkotaan.

Daya tarik utama tempat ini muncul saat pagi hari. Kabut putih tebal yang menyelimuti lembah menciptakan pemandangan bak negeri di atas awan. 

Momen tersebut menjadi favorit para pemburu foto alam karena terlihat sangat dramatis dan estetik.

2. Grojogan Watu Purbo, Sleman

Grojogan Watu Purbo merupakan air terjun unik yang sebenarnya berfungsi sebagai sabo dam penahan lahar Gunung Merapi. 

Meski begitu, struktur bertingkat yang dimilikinya justru menciptakan panorama yang menarik dan berbeda dari air terjun pada umumnya.

Air yang mengalir melewati enam undakan batu menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. 

Lokasi ini juga dikelilingi area persawahan hijau dan pepohonan rindang sehingga suasananya terasa sejuk sepanjang hari.

Banyak wisatawan datang untuk menikmati ketenangan sambil duduk di sekitar aliran air. 

Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menikmati wisata alam sederhana dengan nuansa pedesaan yang masih asri.

3. Air Terjun Luweng Sampang, Gunungkidul

Air Terjun Luweng Sampang dikenal sebagai Grand Canyon mini versi Jogja. Meski tidak terlalu tinggi, tempat ini memiliki pesona utama pada bentuk batuan karst di sekeliling aliran air yang tampak artistik dan eksotis.

Erosi alami selama bertahun-tahun menciptakan relief garis pada dinding batu yang terlihat unik. 

Pemandangan tersebut membuat Air Terjun Luweng Sampang menjadi salah satu lokasi favorit untuk fotografi alam dan konten media sosial.

Airnya yang jernih serta suasana yang masih alami membuat tempat ini terasa nyaman untuk bersantai. Lokasinya juga relatif tersembunyi sehingga tidak terlalu padat oleh wisatawan.

4. Pantai Srakung, Gunungkidul

Pantai Srakung menawarkan pengalaman berbeda dibanding pantai populer lain di Gunungkidul. Pantai kecil ini diapit dua tebing karang besar yang menciptakan suasana seperti pantai pribadi.

Karena aksesnya cukup tersembunyi, jumlah wisatawan yang datang masih relatif sedikit. 

Suasana tenang menjadi nilai utama yang membuat Pantai Srakung cocok dijadikan tempat mencari ketenangan dan menikmati alam.

Deburan ombak khas laut selatan berpadu dengan semilir angin membuat suasana pantai terasa damai. 

Banyak pengunjung memilih berkemah di sekitar area pantai untuk menikmati malam yang jauh dari keramaian kota.

5. Bukit Pengilon, Gunungkidul

Bukit Pengilon menghadirkan pemandangan alam yang berbeda dari kebanyakan wisata di Jogja. 

Hamparan rumput hijau luas berpadu dengan tebing tinggi yang langsung menghadap Samudera Hindia menciptakan panorama menakjubkan.

Tempat ini sering disebut memiliki suasana mirip dataran tinggi luar negeri karena lanskapnya yang luas dan terbuka. 

Dari atas bukit, Anda dapat menikmati pemandangan laut biru dengan gugusan batu karang besar di bawah tebing.

Suasana yang sepi membuat Bukit Pengilon cocok untuk menikmati matahari terbit maupun sekadar duduk santai menikmati angin laut. Tempat ini juga menjadi favorit pencinta camping alam terbuka.

6. Grojogan Lepo Dlingo, Bantul

Grojogan Lepo Dlingo menawarkan suasana air terjun yang tenang dengan kolam alami berwarna kehijauan. 

Airnya yang jernih membuat tempat ini terlihat sangat menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Air terjun ini memiliki beberapa tingkatan kolam dengan kedalaman berbeda. 

Bagian paling bawah cenderung dangkal sehingga aman digunakan untuk berendam santai sambil menikmati suasana alam sekitar.

Dikelilingi pepohonan hijau dan batuan alami, Grojogan Lepo menjadi salah satu tempat healing favorit di kawasan Dlingo. 

Suasana hutan yang masih asri membuat udara di lokasi terasa sejuk dan nyaman.

7. Lembah Oya Kedungjati, Bantul

Lembah Oya Kedungjati menawarkan wisata sungai yang tenang di antara tebing batu karst yang menjulang tinggi. 

Air sungainya tampak jernih dengan warna hijau toska, terutama saat musim kemarau tiba.

Salah satu aktivitas favorit di tempat ini adalah menyusuri sungai menggunakan rakit bambu atau perahu tradisional. 

Pengalaman tersebut memberikan sensasi berbeda karena pengunjung dapat menikmati keindahan alam dari tengah sungai.

Suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari polusi membuat tempat ini cocok dijadikan lokasi refreshing bersama keluarga maupun sahabat. Udara segar dan pemandangan alami menjadi daya tarik utamanya.

8. Watu Giring, Gunungkidul

Watu Giring sebenarnya merupakan bekas area penambangan batu kapur tradisional. Namun, susunan batu yang terbentuk justru menciptakan pemandangan unik yang kini menjadi daya tarik wisata.

Batuan kapur berundak terlihat menyerupai reruntuhan bangunan kuno dengan pola yang simetris. 

Tidak heran jika banyak wisatawan datang untuk berburu foto estetik di lokasi ini. Selain memiliki tampilan yang menarik, suasana di sekitar Watu Giring juga cukup tenang. 

Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati wisata antimainstream dengan latar yang berbeda dari biasanya.

9. Pantai Kalong, Gunungkidul

Pantai Kalong menawarkan sensasi wisata ekstrem yang memacu adrenalin. Berbeda dari pantai pada umumnya, tempat ini lebih dikenal karena tebing tinggi dan ombak besar yang langsung menghadap laut lepas.

Daya tarik utamanya adalah jembatan tali dan kereta gantung tradisional yang menghubungkan tebing dengan Pulau Kalong di tengah laut. 

Pengalaman tersebut memberikan sensasi menegangkan sekaligus memacu keberanian. Meski terlihat ekstrem, panorama yang ditawarkan sangat memukau. 

Pemandangan laut luas dengan deburan ombak besar menciptakan suasana dramatis yang sulit ditemukan di tempat lain.

10. Air Terjun Kedung Pedut, Kulon Progo

Air Terjun Kedung Pedut menjadi salah satu hidden gem paling populer di kawasan Kulon Progo. Tempat ini terkenal karena memiliki perpaduan warna air putih jernih dan biru toska alami yang sangat memikat.

Keindahan warna air tersebut berasal dari pantulan batuan dasar sungai yang terkena cahaya matahari. 

Suasana di sekitar air terjun juga masih sangat alami karena berada di kawasan perbukitan Menoreh yang hijau dan rindang.

Selain menikmati air terjun, pengunjung juga dapat berjalan melewati jembatan bambu tradisional yang dibangun oleh masyarakat setempat. 

Area tersebut membuat suasana wisata terasa lebih estetik dan nyaman untuk berfoto.

***
EDITOR: Novia Tri Astuti